
Fenluo mengajak Waseng ke ruangan tengah, dan berdiri tepat di depan tiang batu yang menjulang tinggi sampai ke langit langit goa.
Tiang dari batu yang ada di hadapan Waseng, bukan lah tiang penyangga melainkan tiang batu yang menjadi tempat kitab dan pedang cahaya di segel.
Fenluo menjelaskan bahwa di dalam tiang batu ini, tersimpan kitab dan pedang yang dahulu kala di titipkan oleh Dewa Matahari pada gurunya untuk di jaga sampai orang yang telah di takdir kan datang untuk membukanya.
Dengan penuh perhatian, Waseng tak mengedipkan kedua matanya saat melihat sang guru sedang mengukir sebuah pola yang berbentuk bintang dengan menggunakan jari telunjuknya. Saat cahaya di ujung jari telunjuk Fenluo redup, menanda kan kalau pola yang di gambar oleh guru Waseng tersebut telah selesai. Tiang batu yang menjulang tinggi sampai ke langit langit goa terlarang pun mengeluarkan sebuah cahaya berwarna biru di setiap rekahannya. tiba tiba tercipta dua lubang berukuran mata manusia yang memancarkan sinar biru dari dalam tiang batu itu.
Sengaja tiang batu yang menyegel kitab Rajawali dan Pedang Cahaya itu, di tutupi dengan melapisi seluruh kulit tiang batu yang menyegel kitab dan pedang tersebut dengan batu tipis yang telah di mantrai, guna menghilangkan cahaya yang dipancarkan dari dalam rengkahan tiang batu tersebut.
"Sekarang sejajarkan matamu dengan lubang itu. " ucap Fenluo....
"Baik guru, "sahut Waseng yang perlahan mulai maju dan mensejajarkan mukanya ke tiang batu....
__ADS_1
Ketika kedua mata Waseng menutupi lubang, tiba tiba seluruh tubuhnya menjadi terang. Cahaya yang sama dengan sebelum dia membuka mata dalam persemediannya tadi, kembali menyinari seluruh ruangan dalam goa terlarang, dan kembali membuat kedua mata gurunya tak mampu melihat isi ruangan yang ditutupi oleh cahaya yang sangat menyilaukan.
Buuuuuuummmmm!!!! suara dentuman ledakan yang berasal dari dalam goa terlarang itu, adalah buah dari hasil pertemuan antara Energi Waseng dan energi yang berada di dalam tiang batu itu menyatu. efek dari ledakan energi itu, membuat Waseng terdorong mundur tiga langkah.
Tiang batu yang adalah Segel Dewa yang menyegel Kitab dan Pedang Cahaya, Hancur berkeping keping dan meninggalkan sebuah kotak yang berputar di atas udara.
Partikel cahaya yang tercipta dari ledakan energi tersebut, terlihat sampai ratusan kilo meter...
**
"Hormat yang mulia kaisar WEN!," seorang prajurit memberi hormat kepada kaisar....
Baju zirah berwarna merah yang di gunakan oleh prajurit itu, menandakan kalau dia adalah prajurit perbatasan antara kekaisaran Wen dan kekaisaran Long...
__ADS_1
"Katakan apa yang membuat seorang prajurit perbatasan datang jauh jauh kemari?,"tanya kaisar Wen.....
"Mohon maaf kaisar! hamba diutus oleh jendral Ferdinan untuk menyerahkan sebuah surat, "sambil berlutut, prajurit utusan jendral Ferdinan memberikan sebuah gulungan kepada kaisar.....
Ketika Kaisar membaca pesan yang tertulis di gulungan kertas tersebut, wajah Kaisar berubah menjadi sedikit memerah, matanya melotot dan langsung berdiri dari singgasana yang mewah dan melemparkan gulungan kertas itu.
Semua orang yang ada di dalam istana, merasa takut akan sifat Kaisar yang tak pernah marah, tapi tiba tiba berubah 180derajat. "Apa kah gerangan yang bisa membuat Kaisar marah seperti ini?" para jendral,kasim dan perdana menteri saling bertanya.
"Kumpulkan semua prajurit dan bersiap berangkat ke perbatasan kekaisaran Long. " Perintah Kaisar dengan suara lantang...
"Siap yang mulia kaisar.. "sahut para jendral..
Setelah selesai menyiapkan pasukan dan perbekalan, Kaisar yang memakai baju zirah perang berwarna emasnya, memimpin perjalanan mereka dengan menaiki kereta yang di tarik oleh empat ekor kuda putih yang gagah perkasa....
__ADS_1