Pendekar Dewa Rajawali

Pendekar Dewa Rajawali
4. Siluman Ular 2


__ADS_3

ΦJurus pedang membelah anginΦ


Waseng menggunakan jurus pedang rendah tingkat 3...


Cahaya putih berbentuk pedang terbang kearah Siluman ular.


Ketika cahaya putih tersebut mengenai tubuh Siluman ular, cahaya putih berbentuk pedang itu langsung hilang dan tidak menyisahkan goresan sedikit pun di kulit Siluman ular ..


"Seberap Kerasnya sisik Siluman ular hingga tak mampu ditembus oleh energi pedangku!! ``batin Waseng.


"Hahaha kau terlalu naif anak muda, sekali pun kau memakai pedang pusaka kau tak akan mampu menembus sisik baja hitamku ini hahaha. ``dengan rasa percaya diri Siluman ular menertawai Waseng.


Siluman ular yg telah berumur ribuan tahun, sisiknya secara otomatis akan bertransformasi sendiri, dari sisik biasa ,sekeras batu hingga sekeras baja.


"Sekarang giliranku. Terimalah seranganku ini anak muda,..-


Tiba tiba mulut Siluman Ular raksasa itu menyemburkan cairan kuning.


Sak sik suk sik sak, Menggunakan Jurus meringankan tubuh Waseng berhasil menghindari setiap semburan Siluman ular raksasa itu.


"Hampir saja!!! Kalau begitu aku harus menggunakan jurus pedang menengah tingkat 5. Walau pun konsekuensinya aku harus menggunakan tenaga dalam yg besar . jika hanya menghindar pastilah aku akan kalah karena kehabisan tenaga.


ΦJurus serigala menerkam mangsaΦ

__ADS_1


Tiba tiba pedang Waseng bercahaya


Saat pedang di ayunkan, cahaya biru menyerupai serigala melaju kearah Siluman Ular raksasa.


Baammm!!! suara dentuman ledakan terdengar, asap tebal berwarna putih menyelubungi tubuh Siluman ular.


Saat asap tebal itu menghilang, terlihat Siluman ular itu sedang tertawa .


"Hahaha Anak muda bukankah sudah ku kat,!! Tak sampai selesai kalimat yg di ucapkan Siluman Ular itu, dia menyapukan pandangannya kesegala arah namun pemuda itu telah hilang dari pandangannya.


"Haaaaaaa,,!! Teriak Siluman Ular.


Jika kita bertemu lagi, akan kupastikan kau akan ku lelehkan dengan Racun kuningku haaa,,,¡!!!


"Dasar siluman Ular bodoh, kau memang kuat tapi kau tak memiliki apa yg di miliki oleh manusia, ucap Waseng sambil terus berlari.


Setelah cukup lama Waseng berlari, dia memutuskan untuk beristirahat karena jarak antara dia dengan letak pertempurannya bersama Siluman Ular raksasa sudah puluhan kilo meter.


Waseng duduk bersila di bawah pohon besar yg menurutnya aman dari siluman dan hewan buas.


Waseng membuka perbekalannya dan mengeluarkan sekeping roti dan kendi yg berisi air. Roti yg disediakan oleh ibunya menjadi bekal perjalanannya pun tinggal sekeping.


Karena hari sudah mulai gelap pikir Waseng kalau Roti ini akan menjadi makan malam terakhirnya dan mulai besok dia harus berburu hewan untuk dijadikan makanannya.

__ADS_1


"Dasar Siluman sialan, makan siangku tadi terganggu.``ucap Waseng dengan mimik wajah yg cemberut .


Setelah makan Waseng langsung menutup mata dan tetap dalam posisi bersila.


Dia memfokuskan pikirannya menarik nafas dalam dlam dan mengeluarkannya secara perlahan selama beberapa tarikan.


Menghimpun kembali tenaga dalam yg telah terkuras hampir habis. Satu malam penuh Waseng bersemedi dan untungnya tidak ada gangguan apa pun.


"Lumayan banyak tenaga dalam yg berhasil di kumpulkan oleh Waseng kira kira 180gus sedangkan dalam kondisi primanya tenaga dalam Waseng sebanyak 290gus dan hampir menyamai tenaga dalamnya Stive.


Stive yg mempunyai 300gus tenaga dalam telah menyempurnakan jurus pedang menengah tingkat 6 sedangkan Waseng masih berada di tingkat 5. Tinggal 1 jurus lgi dan dia akan menyamai Stive.


Setelah 3hari lebih Waseng meninggalkan kampung halamannya, dia berdiri di atas pohon yg menjulang tinggi ke langit.


"Akhirnya gunung tinggi yg dimaksut guru Fenluo telah kelihatan. ``sambil tersenyum bahagia Waseng Membatin.


Beberapa saat kemudian Waseng telah berada di kaki gunung yg sangat tinggi,


"Katanya guru, kalau aku sudah berada di gunung yg dimaksut ini maka dia akan menyambutku tapi kok guru Fenluo blm datang juga? Waseng mulai khawatir jangan jangan dia ditipu.


Tak berselang lama, -" Selamat datang di gunung Dewa Waseng, berkata Fenluo yg sedang melayang di udara.


Tanpa menunggu lama Waseng langsung berlutut., "Murid memberi hormat, ``ucap Waseng.

__ADS_1


__ADS_2