
Selama tiga hari, atas titah Kaisar Long seratus pelontar batu telah berhasil di buat oleh prajuritnya. Seratus pelontar batu dengan dua roda di sisi kiri dan kanan, memudahkan prajurit kaisar Long untuk memindahkannya..
Kaisar Long mengumpulkan semua Jendral dan para komandannya, membahas rencana penyerangan yang akan dilakukan. Darah yang mendidih dan ambisi untuk menaklukkan kedua kekaisaran, membuat kaisar Long tak sabaran.
Selama beberapa hari mempelajari pertahanan musuh, Kaisar Long akhirnya memutuskan untuk memprioritaskan kehancuran tembok pertahanan kota Shingli terlebih dahulu. Dengan hancurnya tembok pertahanan Shingli, dengan mudah pasukan kekaisaran Long menembus pertahanan musuh. "begitu pikir kaisar Long.
"Kalau begitu dua hari lagi kita akan melakukan penyerangan. "Titah Kaisar Long...
__ADS_1
"Titah Kaisar adalah kewajiban kami,!"seru seluruh jendral dan para komandan mereka...
Jendral Meng adalah Jendral terkuat yang dimiliki oleh Kaisar Long. tubuh kekar rambut panjang dan wajah yang sangar membuat jendral Meng tambah di segani. namun dia lah jendral yang bijaksana lagi baik hati, walau pun dia berada di pihak Kaisar Long, namun hatinya tak sebengis dan semenakutkan wajahnya. meski pun Berada di tahapan Kuasa Awal, tahapan yang hanya jendral dan kaisar saja yang berada di tahapan itu, tak membuat jendral Meng menjadi tinggi hati. Dia tak pernah mau membunuh tentara musuh yang telah mengalah, atau membunuh warga biasa.
**
Dengan energi yang besar yang di berikan langsung oleh Dewa Cahaya padanya, dalam tiga hari saja Waseng telah memahami dan menguasai seluruh isi dalam kitab Rajawali beserta pedang Cahaya.
__ADS_1
Dengan kekuatan tubuh yang saat ini hanya berada di tahapan Langit puncak, dapat membahayakan nyawa Waseng.
Latihan fisik yang di terapkan guru Waseng, setiap hari mengangkat batu dengan berat dua puluh lima kilo gram sebelah kiri, dan sebelah kanan. Sedangkan rute yang di ambil, berlari mengelilingi gunung Dewa sekali sehari. Selama satu minggu, Waseng harus melakukan latihan fisik mengangkat batu dan mengelilingi Gunung Dewa.
Pagi hari, ketika guru dan murid terjaga dari tidurnya, awal latihan fisik akan di mulai oleh Waseng. Waseng mengambil sebuah akar pohon kecil dan mengambil ranting pohon yang agak besar, dan tanpa pamit Waseng langsung mencari batu yang sesuai dengan ukuran yang di katakan oleh gurunya.
Hari yang terik sekali pun, tak mampu menembus rindangnya pepohonan yang tumbuh subur di Gunung Dewa itu. Dengan penuh semangat Waseng melewati seluruh halangan dan rintangan. Dengan energi yang meluap luap di dalam tubuh Waseng, dia tak pernah merasakan lelah. tanpa berhenti Dengan semangat untuk mencapai puncak pendekar, dan mewujudkan takdir yang telah di percayakan oleh Dewa Cahaya padanya, tanpa istirahat makan dan minum dia terus melanjutkan latihan yang sedang dia lakukan.
__ADS_1
Namun! pada saat dia berada di puncak gunung Dewa, bumi bergonjang dan awan tiba tiba menjadi gelap.
Waseng menjatuhkan batu yang di pikulnya, dan melihat kesegala arah. Perasaan yang tidak enak dirasakannya....