Pendekar Dewa Rajawali

Pendekar Dewa Rajawali
2. Pendekar gagak emas.


__ADS_3

Waseng yg memiliki ilmu meringankan tubuh yg lumayan mumpuni, telah berada di samping orang tua dengan rambut yg telah memutih seutuhnya dan juga jenggot panjang yg telah memutih.


"Siapa kah gerangan kakek dan sedang apa kah gerangan anda disini? ``Ucap Waseng dengan nada tegas sembari menodongkan pedang kearah Fenluo ..


"Hahaha anak muda,-


Dengan kecepatan yg luar biasa, Fenluo pun telah berhasil mengambil pedang dalam genggaman Waseng. Matanya melotot, tubuhnya gemetar dan mulutnya menganga bagaikan goa tak berujung. " Ba ba bagaimana mungkin,,ucap Waseng sambil gemeteran.


"Tidak perlu terkejut seperti itu anak muda, Jika kau ingin,!! aku bisa mengajarimu ilmu beladiri yg akan membuat kau menjadi orang yg kuat dan sakti,bahkan di tiga kekaisaran sekali pun akan sulit mencari lawan yg sebanding dengan kesaktianmu kelak. Jadi bagaimana apa kah kau mau? ``Ucap Fengluo tanpa basa basi. Mengingat sudah lama dia ingin melihat isi dalam kotak misterius yg di titipkan oleh mendiang gurunya.


"Apa yg harus aku lakukan,! jika aku menolak sudah pasti aku dan teman teman akan dibunuh olehnya. Mengingat betapa cepatnya dia mengambil pedangku yg bahkn aku sendiri tidak merasakan atau melihat bagaimana cara dia mengambilnya. Tapi jika aku mengiyakan permintaannya, apa kah yg dikatakannya benar? atau kah aku hanya jadi mainan buatnya? ``Batin Waseng yg kebingungan.


"Sebelum aku menjawab, boleh aku tau siapa kah gerangan kakek ini?


"Saya adalah Fenluo dan pada masa kejayaanku dulu aku di juluki Pendekar Gagak Emas.


Jari Waseng menggaruk kepala dan mata melihat keatas sambil berpikir dan mencoba mengingat apa kah nama dan julukan kakek ini pernah dia dengar atau tidak.


"Sudahlah kau pasti sedang mengingat apa kah kau pernah mendengar nama ku atau tidak kan?


"bagaimana dia bisa tahu? ``Batin Waseng. ..


baik lah kalau begitu, sepertinya aku juga tak mempunyai pilihan lain.

__ADS_1


Waseng pun berlutut di depan kakek tua itu.


"Saya Waseng bersedia menjadi murid tuan. dengan lantang Waseng mengucapkan nya.


"Mulai skarang kau telah resmi menjadi muridku dan aku adalah gurumu.


" Baik guru, sahut Waseng...


"Berdirilah, besok pulanglah kau kerumahmu dan berpamitan ke keluarga dan temanmu, dan carilah aku disebuah gunung yg tinggi yg di penuhi dengan pohon pohon yg tinggi dan besar. Aku akan menyambut kedatanganmu nnti...


"Baik guru, ``ucap Waseng.


"Sampai ketemu kembali Waseng....!


Sebaiknya aku istirahat karena besok aku akan melakukan perjalanan yg panjang.......


---


Sesampainya Waseng dan kawan kawannya di desa, Waseng langsung menuju ke rumahnya.


"Teman teman sebelum kita kembali ke rumah masing masing, ada yg ingin aku sampaikan.


Hari ini aku ingin pamitan ke kalian semua karena hari ini jga aku akan pergi kesuatu tempat.

__ADS_1


"Mau ke mana emangnya kau Waseng? tanya Endo. "maaf Endo tapi aku tidak bisa memberitahukannya,ucap Waseng.


"kapan kau akan kembali? ``sahut Risky.


"Entahlah aku tidak tahu kapan aku akan kembali. pokoknya aku tak akan melupakan kalian semua, karena bagiku kalian adalah bagian hidupku.


mereka pun saling berpelukan dan berpisah menuju rumah masing masing.


"Waseng apakah kau sudah yakin dengan keputusanmu? tanya ibunda Waseng.


"Sudah bunda, Waseng telah memikirkannya dengan matang. saya akan berjanji jika ada waktu aku akan datang kesini, ucap Waseng.


" baiklah jika itu yg kau inginkan ayah tak akan bisa menahanmu. bawalah Giok putih ini bersamamu ingat jagalah Giok ini dengan baik, karena leluhur kita telah menjaganya dngn baik. konon katanya Giok ini bisa memasukkan sesuatu kedlamnya dan juga mengeluarkannya sesuai keinginan, tapi syaratnya orang itu harus mempunyai tenaga dalam yg luar biasa banyak. karena langkah pertama untuk mengaktifkannya seseorang harus mengorbankan tenaga dalam yg banyak untuk di serap oleh Batu Giok ini, dan yg kedua adalah orang tersebut harus melakukan kontrak darah dengan batu Giok putih ini.


"Terima kasih ayah akan hadiah yg sungguh luar biasa ini.


Waseng pun bersujud pada kedua orang tuanya untuk meminta restu dan memeluk ibunda dan ayahnya, seakan mereka tak akan bertemu lagi.


"Sampai jumpa ayah ibu. ucap Waseng sambil mengusap air mata.


semakin lama semakin tak terlihat punggung Waseng dan akhir nya menghilang di tikungan jalan.


"Belajarlah dengan giat anakku dan Jadilah anak yg kelak bisa melindungi negeri mu nak, ucap ibunda Waseng sambil mengusap air mata dn memeluk suaminya.

__ADS_1


__ADS_2