Pendekar Dewa Rajawali

Pendekar Dewa Rajawali
BERSEMEDI.


__ADS_3

Setelah hari menjelang malam, Waseng dan gurunya membersihkan tubuh mereka di sungai yg berada tepat di kaki Gunung Dewa.


Ketika mereka telah selesai membersihkan tubuh mereka, Fenluo langsung mengajak muridnya untuk bergegas menuju ke Goa Terlarang. Dengan kondisi perut yg masih kenyang apa lagi mengonsumsi daging yg dapat meningkatkan stamina. menggunakan jurus meringankan tubuh kecepatannya jauh melebihi dari pertama kali dia tiba di Gunung Dewa. Hanya dalam waktu yg singkat, mereka telah berada di mulut Goa Terlarang.


"Sekarang lakukan seperti yg telah ku ajarkan tadi, "Fenluo mengajarkan bagaimana cara membuka gerbang.


Dengan mulut yg komat kamit dan di sertai dengan tangan dan jarinya yg meliuk liuk, cahaya putih keluar dari ujung jari Waseng sama seperti cahaya yg keluar dari jari guru Fenluo saat mengajari murid tadi.


Ketika jari jari waseng bersentuhan dengan tembok batu, tiba tiba batu besar yg menjadi penghalang Goa Terlarang itu bergeser ke kiri.


"Sekarang sentuh dinding Goa untuk menutupnya kembali."perintah Fenluo.


Ketika tangan Waseng menyentuh dinding Goa, mulut Goa terlarang kembali tertutup.

__ADS_1


"Sebelah kiri tempat persemedian ku dan sebelah kanan kini menjadi milikmu, dan di atas batu giok hijau itu kita yg akan bersemedi. Waseng ingatlah pesan ku ini,!! tujuan bersemedi adalah untuk menenangkan hati,pikiran dan mendekatkan kita atau cara untuk berhubungan dengan Dewa. "Jelas Fenluo.


Menaiki batu giok hijau, Waseng menyilangkan kedua kakinya dan tangan di atas lutut. Ketika kedua mata Waseng tertutup, seketika itu juga dia merasakan aura yg sangat kuat.


Waseng membuka kedua matanya untuk memastikan siapa pemilik aura yg sangat kuat itu.


"Dimana ini? Bukannya aku lagi bersemedi!!"Batin Waseng yg kebingungan.


Istana yg besar dan luas, dari kejauhan Waseng melihat seseorang yg sedang duduk di atas singgasana yg berwarna kuning menyala sedang menatapnya.


"Anak muda kemarilah,"Dewa Cahaya memanggil Waseng untuk menghadap.


Dengan suara yg menggema, penuh kebijaksanaan dan sangat berwibawa, Dewa Cahaya memanggil Waseng.

__ADS_1


Waseng menoleh ke kiri,ke kanan, ke belakang dan ke depan."Tak ada seorang pun di dalam ruangan ini!! Apa kah orang yg duduk di singgasana itu memanggil aku? Waseng bertanya tanya dlm pikiran.


"Ya kamu!!. "Dewa Cahaya kembali berkata.


"Bagaimana dia tau apa yg aku pikirkan! "Batin Waseng sambil maju kedepan menghadap orang yg duduk di singgasana.


"Apa kah tuan memanggil saya?, " Waseng bertanya sesudah berada di depan singgasana.


"Ya!!, apa kah kau tau siapa aku dan berada dimana kau sekarang? "tanya Dewa Cahaya.


"Se ingat ku, ketika aku menutup mata untuk mulai bersemedi, saya merasakan aura yg sangat kuat dan ketika saya membuka mata untuk menanyakan kepada guru saya tentang aura yg sangat kuat itu, entah bagaimana saya telah berada di tempat ini."Waseng menjelaskan situasi yg dialaminya.


"Batu giok yg menjadi tumpuan badanmu atau tempatmu bersemedi, bukanlah batu giok biasa. Dahulu setelah kudeta yg di lakukan oleh Dewa Kegelapan gagal, Dewa Kegelapan bersumpah kalau dia akan membinasakan umat manusia dan dia pun melarikan diri menuju ke bumi, untuk menghindari pembantaian yg akan dilakukan oleh Dewa Kegelapan, maka Aku menyuruh Dewa matahari yg membawa kitab Rajawali dan Pedang Cahaya yg kuciptakan. "Dewa Cahaya menjelaskan.

__ADS_1


__ADS_2