Pendekar Dewa Rajawali

Pendekar Dewa Rajawali
Bersemedi_2


__ADS_3

"Aku adalah Dewa Cahaya. Dewa yg di agungkan oleh para segala Dewa, pencipta alam semesta. "Dewa Cahaya mengenalkan dirinya kepada Waseng..


Suara Dewa Cahaya bagaikan guntur dan kilat yg bersahut sahutan, menggelegar dan memekakan telinga.


Waseng yg semula berdiri tegak, sekarang berganti posisi dengan berlutut dan menyembah nyembah.


"kenapa aku tak bisa mengendalikan diriku,!! "Waseng keheranan sebab dirinya tak bisa ia kendalikan.


Semakin Waseng berusaha untuk mengendalikan dirinya, semakin tak terkendali pula gerakan dirinya.


Usaha yg di lakukan Waseng bukannya dapat mengendalikan dirinya, malahan mulutnya kini mulai mengeluarkan kalimat yg memuja muja sang Dewa.


Dewa Cahaya mengangkat tangannya keatas dan seketika itu juga Waseng dapat kembali mengendalikan dirinya.


"Maafkan hamba yg mulia Dewa Cahaya yg agung, karena ketidak tahuan hamba, hamba telah berbuat dosa. "Waseng meminta maaf setelah menyadari siapa yg berada dihadapannya.

__ADS_1


"Berdirilah,! Aku memaaf kan mu. Ketahuilah bahwa kau adalah manusia pilihanku, manusia yg akan meng gagalkan tujuan Dewa Kegelapan. "Dewa Cahaya memaafkan Waseng dan memberitahu kalau dia adalah makhluk pilihan Dewa dari segala Dewa.


Dewa Cahaya berdiri dari singgasana nya yg sangat mewah, singgasana yg terbuat dari emas murni dan intan permata serta batu mulia menghiasi setiap sudut.


Saat Dewa Cahaya melangkahkan kakinya, suara dentuman serta cahaya putih bersinar dari bawah kakinya menyertai setiap langkahnya...


Tak kuasa menahan getaran pada lututnya saat berhadapan dengan Dewa Cahaya, seketika itu pun tubuh Waseng jatuh ke lantai dengan posisi berlutut.


"Hamba hanyalah manusia biasa, dan tak layak berhadapan dengan yg maha agung. "ucap Waseng dengan nada yg pelan.


Perasaan nyaman di rasa kan oleh Waseng ketika jari telunjuk Dewa Cahaya menyentuh keningnya, Waseng juga merasakan kalau gambar yg terukir indah di punggungnya itu seperti bergerak mengelilingi dan masuk kedalam tubuhnya yang paling dalam. Sensasi yg sangat menyegarkan dan mampu menyingkirkan segala beban yg dipikulnya. Itulah yang dirasakan oleh Waseng saat Cahaya terang membungkus seluruh dirinya.


" Kekuatan yg bersemayam dalam tubuhmu telah ku bangunkan, dan kini kekuatanmu hampir setara dengan kekuatan yang di miliki oleh Dewa matahari.


Makhluk ciptaanku yg mempunyai kekuatan tertinggi adalah Dewa kegelapan dan yg ke dua adalah Dewa matahari dan kini yg mempunyai kekuatan dibawah Dewa matahari adalah kau Waseng.

__ADS_1


Jadi bisa di katakan kalau kau adalah manusia setengah dewa, ya! Manusia dengan kekuatan dewa.


Tapi ingat lah! Tubuh manusia mu tak kan maksimal mengeluarkan kekuatan sejati mu. Jadi Latih lah tubuhmu agar supaya tubuhmu kuat ketika menggunakan kekuatan yg ku berikan ini.


karena sejatinya kekuatan Dewa tak kan bisa di tampung oleh tubuh fana manusia.


Namun! Dalam keadaan seperti ini, kau adalah pengecualian untuk menghancurkan Dewa Kegelapan. "Panjang lebar penjelasan DEWA CAHAYA.


**


pada saat yg sama, di dalam goa terlarang Fenluo yg sedang berjaga di depan Waseng yg sedang bersemedi, tiba tiba di kagetkan dengan seberkas cahaya putih yg keluar dari dalam tubuh Waseng dan menyelubungi seluruh tubuh muridnya itu.


Fenluo menatap tajam tubuh muridnya, sampai cahaya di tubuh muridnya itu sirna dan berganti dengan aura hangat seorang Dewa yg menenangkan.


Beberapa saat kemudian kedua mata Waseng terbuka............

__ADS_1


__ADS_2