
Setelah selesai menceritakan tentang kisah terbentuknya Tiga kekaisaran, Fenluo meraih tangan Waseng dan memegang pergelangan tangannya. "Aliran darah mu bagus dan detak jantungmu baik baik saja, tapi knpa tubuhmu memancarkan aura hangat!!! Waseng apa kah kamu baik baik saja? Tanya Guru Waseng yg berpura pura tidak mengerti apa apa.
" Sepertinya saya baik baik saja guru. Jika boleh murid bertanya, apa kah gerangan arti dari aura hangat yg guru maksutkan? Waseng bertanya balik.
"Apa kah di punggungmu ada gambar Burung Rajawali? tanya Fenluo..
"Ba ba bagaimana guru tau? Selama kita berjumpa dan sampai sekarang pun aku tak bernah mengganti pakaian di depan guru!!!, tanya Waseng penasaran..
"Tak ada yg bisa kau sembunyikan dariku. bahkan gambar yg terukir di tubuhmu pun bisa ku lihat. Satu hal yg perlu kau ketahui dariku, Aku mempunyai Mata sakti yaitu mata gagak Emas yg mampu menembus dinding setebal sepuluh meter ." ucap Fenluo.
__ADS_1
"Pagi ini kita akan berburu Siluman untuk makan kita hari ini, karena daging siluman baik untuk kesehatan, meningkatkan stamina dan memadatkan struktur tulang.
Saat ini kau berada di tahapan Pendekar Bumi menengah dan untuk pemuda yg tinggal di pedesaan, kau tergolong pemuda yg lumayan berbakat. Namun! Untuk mencapai puncak tahapan kependekaran, kau harus banyak berlatih ilmu beladiri dan cara menghimpun kekuatan alam. karena jika hanya mengandalkan tenaga dalam, kau tidak akan bisa menghadapi Dewa Kegelapan.
Energi yg bersemayam di dalam tubuhmu adalah energi yg diberikan oleh Dewa, dan kekuatan dari energi tersebut tak bisa di ukur. jadi tugasku adalah untuk menuntun kau menjadi orang yg sakti dan memenuhi takdirmu sebagai orang yg akan meredam kekuatan Dewa kegelapan dan menjaga umat manusia dari kemusnahan.
Dan satu hal lagi ku beri tahukan padamu, malam ini sesudah makan malam, dan sebelum kau ku latih ilmu bela diri, kau akan bersemedi untuk membersihkan hati, pikiran. dan belajarlah untuk melepaskan ikatan hubungan dengan siapa pun, karena ikatan hubungan hanya akan membuat seorang pendekar menjadi lemah. " Fenluo mengingatkan.
"Tak usah melamun memikirkannya perkataanku, hari sudah pagi ayo kita berburuh Siluman.
__ADS_1
Tanpa membantah, Waseng langsung berdiri dan mengikuti langkah kaki guru Fenluo.
**
Tiga hari telah berlalu semenjak perginya Waseng ke tempat yg di tunjuk oleh gurunya Fenluo, teman temannya mulai merindukan sosok yg selalu bisa membuat mereka tertawa.
"Sejak meninggalnya almarhum guru kita, kita hanya berlatih sesuai dengan isi dari kitab ilmu beladiri yg di titipkannya. Dan skarang jumblah kita telah berkurang, membuat semangatku untuk berlatih juga berkurang."dengan raut wajah muram Rian mengutarakan kesedihannya.
"Ingat kita harus tetap semangat dan pantang menyerah. Demi melindungi kampung tercinta kita ini, kita harus menjadi kuat agar supaya jika kita kedatangan tamu tak di undang, kita bisa mempertahankan, melindungi dan menjaga apa yg telah guru percayakan pada kita. Aku yakin guru sedang memperhatikan kita dan aku yakin Waseng juga sedang berlatih di suatu tempat, dan jika dia kembali dengan tahapan diatas kita dan melihat tahapan kita tak jauh dari sebelum dia meninggalkan kita, itu akan sangat memalukan.. " Dengan nada berwibawa Stive memotivasi teman temannya.
__ADS_1
Menggunakan pedang buatan, teman teman Waseng memulai kembali latihannya. Dengan penuh semangat dan menjadikan Kitab Pedang Rembulan sebagai penuntun latihan mereka.
Rindu!! bagaikan jarum menusuk daging,itu lah yg di rasakan oleh ibunda Waseng. Anak semata wayangnya pergi tanpa di ketahui arah dan tujuannya, tapi ibunda Waseng yakin dengan pilihan dan keputusan anaknya.