Pendekar Iblis Petir

Pendekar Iblis Petir
Manual Surgawi


__ADS_3

Slasp!


Duarr!


Ribuan kilatan petir surgawi yang menggelegar dibalut awan hitam yang tebal, tampak menantang seorang kultivator tua diatas puncak gunung berbatu.


Kultivator itu memanglah sudah tua dan tampak rambutnya yang telah memutih hampir disetiap helai, namun tubuh fisiknya sangat bagus laksana petarung abadi itu menarik nafasnya pelan, lalu menekan Qi spiritual demi melindungi dirinya dari sapuan badai surgawi.


"Dewa dari sembilan surga diatas langit! lepaskanlah hukuman ini! Ha-ha-ha!" provokasi kasar sang kultivator tua dengan angkuh membuat kilatan petir surga menyambar dengan ganas.


Slasp!


Dengan balutan mantra Aray Pelindung dari bendera spiritual yang berjejer di ujung per-ujung paviliun di atas gunung, pria tua memandang langit, mengangkat pedangnya seakan sedang menentang surga itu sendiri. Ratusan kilatan petir dari surga tampak lebih marah! mereka bersatu padu membentuk rupa bagaikan Naga Petir raksasa, lalu dengan garang menukik kebawah dengan tajamnya.


Kultivator tua tengah bersiap dengan senjatanya, kali ini seharusnya berhasil, dia tidak mau gagal lagi untuk yang kesekian kalinya. Sebab, untuk memancing petir dari surga membutuhkan sumberdaya yang teramat besar.


Manual dewa dari tubuh orang tua itu dilempar keatas langit merubah bentuk menjadi cahaya lonceng emas, menerjang badai petir aura spiritual Naga dengan ganas. Beberapa artefak dibuka dari cincin ruang miliknya. Inti ajaib dan berbagai tanaman spiritual langka, ditumpuk di satu tempat, demi membantu terbentuknya lapisan kekuatan.


Slasp!


Duarr!!


Segel Manual Ajaib memecahkan formasi laksa petir surgawi lalu melesat kembali kedalam tubuh kultivator tua. "Penyatuan!" teriaknya lalu membaca mantra misterius! esensi darah berjalan dari ujung lengan kultivator tua dan terdapat delapan tetes darah abadi, dengan warna aura yang berbeda mengalir didalam delapan Meridian luar biasa.


Boom!


Ledakan energi menandai berakhirnya penyatuan yang memakan waktu cukup lama dan berhasil diselesaikan.


Delapan cahaya dengan rasio warna berbeda membumbung tinggi hingga menembus awan! membuat berbagai mata yang melihatnya dari kejauhan seakan menemukan secercah harapan sendiri. Puluhan oh! Bukan ratusan orang yang berkompeten tampak melayang di udara, diantaranya ada yang hanya terbang bebas lalu ada pula yang menunggang hewan buas spiritual dan pusaka.


Orang-orang serakah ini hanya memiliki satu tujuan! yaitu satu titik dimana cahaya dengan delapan rasio yang berbeda itu menembus langit..


 Istana besar diatas gunung!


"Ha-ha-ha! petir dewa memang alat terbaik untuk menempa tubuh surga! dengan begini delapan Meridian ajaib telah disempurnakan! tidak sia-sia! tidak sia-sia!" girang kultivator tua sambil sesekali memandangi tubuhnya yang menguarkan aura dari jiwanya yang kuat. Tubuh kultivator tua itu nampak menjadi muda puluhan tahun.


NGUNG!


Ledakan energi penekanan nampak menyelimuti puncak gunung itu. Untunglah sang kultivator tua sebelumnya telah memasang berbagai macam segel dari bendera spiritual dan lainnya sebelum penyatuan dengan manual ajaib.


Laksana semut yang melihat gumpalan gula yang jatuh ketanah, sifat manusia tidak lebih dari semut yang ingin bertahan hidup! namun cara hidup manusia nyatanya jauh lebih rendah dan hina daripada semut itu sendiri.


Mereka.. para kultivator itu mengepung paviliun dipuncak gunung! seakan tidak memberikan satupun celah dari tempat itu untuk seseorang melarikan diri. Manual surgawi dengan cahaya misterius yang membumbung tinggi menembus ke langit, adalah pusaka yang tak terkalahkan.

__ADS_1


"Huh, Puihh!"


Kultivator tua itu meludah! tampak dirinya sangat jijik dengan orang-orang ini yang selalu mengganggu ketenangannya. Bukan hanya kultivator Iblis dan orang-orang netral, sekumpulan orang yang mengaku sebagai orang yang hidup dalam jalan kebenaran pun juga ikut mengepungnya! tampak jelas saat seorang tetua tahap warrior suci yang tampaknya berasal dari sekte jalan kebenaran, melayang dihadapannya.


"Tetua Lin Guang dari Gunung Petir Suci! terimalah hormatku Zhang Zhenkun dari Paviliun Pedang Emerald!" teriak pria itu namun dengan nada yang terdengar tidak tulus.


"Istana Petir Suci anda telah dikepung oleh orang-orang dari sekte iblis dan orang tak bertujuan. Jika Tetua Lin Guang benar-benar bijak tentunya akan mendukung sekte kebenaran! dan tentu saja sekte kebenaran akan membalas budi baik Tetua Lin dengan melindunginya selama seratus tahun!"


Lin Guang kultivator tua itu mengerti hal semacam ini akan terjadi, sebab hanya beberapa orang saja yang mampu memanggil petir surgawi untuk menempa tubuhnya. Dan hasilnya tentu saja adalah tubuh dewa kelas langit yang memuaskan.


Sungguh tawaran sekte pedang itu memang tampak masuk akal! yaitu memberikan sesuatu dan akhirnya mendapatkan juga namun, Lin Guang bukanlah tipe seperti itu, dia orang yang menjaga reputasinya sendiri dengan baik dan selama ini orang-orang kebenaran juga tidak pernah membantunya saat sedang sulit, bahkan sekarang tanpa tahu malu malah memalaknya secara terang-terangan.


"Hehe.. Zhang dari Paviliun Pedang! tidakkah membantu tapi mengharap imbalan sama dengan tidak membantu sama sekali? lalu, jika benar ingin membantu.. harusnya dari tadi kalian usir monyet-monyet itu menjauh dari rumahku." kata kultivator tua itu yang menuai tatapan tidak bagus dari ketua sekte kebenaran lainnya.


Zhang Zhenkun tidak menyangkal dan tidak perduli jika sekte kebenaran dicaci hari ini, sebab. Jikapun kultivator tua itu memiliki basis kultivasi tingkat tinggi diatas orang suci rata-rata, maka akan jadi percuma sebab ada ratusan musuh yang mengepungnya hari ini.


Sebagai ketua sekte, pria itu tentu tidak akan mengambil resiko yang mungkin merugikan untuk dirinya dan sektenya, maka jika saja kultivator tua itu bisa diajak bernegosiasi baik-baik dan mau melepaskan manual dewa miliknya, maka semua perjuangan sekte kebenaran bisa dibilang impas.


***


"Tetua Lin! harap berpikirlah dengan rasional! hidup anda berada diujung tanduk. Percuma anda mengeraskan hati dengan keangkuhan.. kami orang-orang kebenaran bersumpah atas nama langit! akan memenuhi janji kami." teriak Zhang Zhenkun lagi berharap pria tua dihadapannya itu tidak lagi mengeraskan hati.


Namun, bukan Lin Guang namanya jika dia mematuhi peraturan tersebut, kultivator tua itu jauh lebih sudi untuk mati daripada harus mengemis hidup dari anak kemarin sore.


Slasp!


Melihat negosiasinya tidak berjalan mulus, Zhang Zhenkun memutuskan untuk mundur. Dirinya tidak mau lebih banyak lagi bicara untuk dipermalukan. "Baiklah Tetua Suci! hidup dan mati mu sekarang.. bukanlah urusan kami!" kata pemimpin sekte kebenaran itu yang memerintahkan orang-orangnya untuk mundur ratusan meter.


Cahaya kubah dari mantra pelindung menutupi area paviliun dan puncak gunung, Lin Guang tampak melayang diatasnya dan mengambil sikap lotus.


Ratusan kultivator Iblis dan Netral berbondong-bondong menuju ke dekat Aray pelindung, membombardirnya dengan badai aura ditahap spiritual kaisar dan roh. Sedang para orang suci aliran hitam dan netral itu menunggu hasilnya.


Crack!


Retakan diberbagai tempat dari benteng aura pelindung mulai mengikis pertahanan Aray, seperempat hari dan mereka sudah bisa membuat segel maha kuat itu rusak.


Lin Guang orang tua itu menatap musuh-musuhnya dengan santai, kultivator tua itu tersenyum sambil menyeringai. "Hehe rupanya sudah dimulai ya." kultivator tua mengambil nafas dalam lalu menghembuskan, menelan bagian terdalam Dantian untuk mengeluarkan sungai Qi dari 8 titik Meridian utama. Hawa spiritual murni merembes dari tubuh kultivator tua itu.


Seorang kultivator lain ditahap orang suci dari aliran Netral Li Changfeng penguasa Paviliun Sembilan Matahari melayang di hadapan Lin Guang. "He-he-he Lin Guang yang hebat tanpa berani melawan telah menyerahkan nyawanya, dia tidak bergerak dari tadi. Biarkan si tua ini memberikan pukulan bagus!" ucap Li Changfeng lalu mengangkat satu lengannya membentuk energi Qi spiritual layaknya bola matahari dengan ukuran 5X lebih besar dari tubuhnya.


"Lin Guang! terimalah pukulan matahari dewa ini!"


Sebuah bola matahari berukuran agak besar itu melayang didepan Lin Guang tapi orang itu tidak bergeming, mantra sakti dari tubuhnya mengeluarkan aura lonceng Emas menahan tekanan matahari itu.

__ADS_1


Boom!!


Ledakan energi yang cukup kuat namun tidak membuat Lin Guang mundur. Kultivator tua itu tetap berada didalam sikapnya. Namun kultivator tua tiba-tiba membuka kedua mata melesat dengan cepat kearah Li Changfeng!


"Orang tua dari Paviliun Sembilan Matahari terimalah pukulan ku ini 72 konstelasi!"


Lin Guang memukulkan lengannya, Aura spiritual membentuk diagram bintang berpola berwarna ungu gelap memukul orang tua itu hingga terpental ratusan meter hingga menabrak gunung batu.


"Uhuhk! Argrhh! keparat itu memukulku hingga ranah kultivasiku turun ketahap alam muslihat!" teriak orang tua itu sambil memuntahkan banyak darah dari mulutnya.


Ketiga kultivator tahap suci lainnya yang terkuat disitu melihat penampakan Li Changfeng yang sungguh menyedihkan. Mereka tidak ingin berakhir sama dengan orang tua bodoh itu dan akhirnya memutuskan untuk menyerang Lin Guang bersama-sama.


"10 Gerakan Hewan Buas Yin!"


"Tapak Api Nirwana!"


"Seribu Panah Es!"


Dua orang pria dan satu orang wanita tahap suci itu melayangkan pukulannya ke tiga sudut tubuh Lin Guang! merasa tertekan sang kaisar penempaan memandatkan Qi nya menekan dan memborbardir ke segala penjuru!


Bamm!


Kilatan cahaya aura ungu kemerahan menjulang kelangit! membentuk sesosok mahkluk yang itu adalah raga sejati Lin Guang.


Sosok mahkluk tengkorak bertanduk dengan empat lengan itu, membantu kultivator tua menahan ketiga serangan dari tiga sudut yang berbeda.


Boom!!


Slash!


Ketiga kultivator suci terpental dan terluka! ratusan kultivator lain yang tidak sabar maju kedepan, memukuli Lin Guang dari berbagai sisi dengan memalukan. Para murid kultivator aliran kebenaran yang melihat dari kejauhan sebenarnya malu karena tidak membantu, namun mereka tidak berani bertindak sebab pemimpin memiliki pemikiran lain.


***


"Uhuk!"


Lin Guang memuntahkan seteguk darah dan tampak tubuhnya dipenuhi luka sayatan, benar-benar memalukan hanya satu manual ajaib tingkat langit! ratusan orang tahap roh dan kaisar ini mengeroyoknya.


"Hahh.. hahh! sungguh tidak ada jalan lagi, si tua ini hanya berani bertaruh!" ucap Lin Guang yang entah apa yang ingin dia lakukan melakukan gerakan yang membuat yang lain menatap heran. Kultivator tua itu memaksa esensi darah murninya untuk keluar dari ujung lengannya.


Gluk!


Tanpa rasa jijik kultivator tua itu menelan esensi darah yang langsung membuat tubuhnya serasa ingin meledak dari dalam.

__ADS_1


"Argrhhh!" teriakan demi teriakan cukup memekakan telinga, para kultivator lainnya saling pandang. Kali ini mereka berpikir jika Lin Guang telah kehilangan kewarasannya dan ingin bunuh diri dengan meledakkan Dantiannya sendiri.


__ADS_2