Pendekar Iblis Petir

Pendekar Iblis Petir
Ujian Penerimaan 2


__ADS_3

"Peserta nomor 59! silahkan maju!"


Pengujian penerimaan calon murid masih saja berlangsung dan sudah semakin banyak murid yang terpilih, dari peserta yang telah mencoba peruntungannya sudah ada sekitar 13 orang yang telah menjadi murid terdaftar.


Para tetua dan kepala divisi lainnya tampak sangat bersemangat karena pada tahun ini jumlah yang terpilih dari tahun lalu tampaknya cukup meningkat. Padahal tahun lalu ada lebih dari seribu peserta dan hanya bisa terpilih 35 orang murid saja, sedang saat ini rasio penerimaan siswa lewat giok tugu pusaka sudah melebihi perkiraan mereka, padahal jumlah pendaftar tahun ini jauh lebih sedikit dari tahun kemarin yang itu menunjukkan adanya perkembangan dan tekad yang cukup kuat.


Pada dasarnya memang tidak semua orang dapat mengembangkan kultivasi abadi, hanya mereka-mereka yang terpilih karena memiliki akar spiritual langka atau bawaan darah saja yang memungkinkan dapat ber-kultivasi dengan lancar.


Sedang beberapa dari jenis manusia tidak memiliki akar spiritual yang kuat, hal ini terjadi karena faktor keturunan. Atau jika memiliki akar spiritual, namun mereka tidak memiliki attribute atau attribute dan darah keturunan yang berbahaya. Ada banyak hal seperti ini juga yang membuat sebagian orang lebih memilih menyerah sebelum mencoba dan ada pula yang gagal ditengah jalan.


Dan juga, garis darah dari keturunan klan atas yang memiliki darah langsung dari para pendahulunya jauh lebih tinggi kualifikasi mereka untuk menjadi seorang kultivator abadi. Sebab gen dalam darah para kultivator yang sudah mencapai alam tertentu dan disaat tersebut mereka mempunyai keturunan, gen baru dari darah mereka yang telah berada di alam atas akan ikut terbawa.


Maka dari itu juga, walaupun ada beberapa kultivator yang memiliki garis keturunan yang sama, namun karena perbedaan keturunan saat masa awal leluhur keluarga mereka terlahir di dunia.


Juga ketika mengklasifikasi mereka berdasar dalam sub dan darah dari kelahiran tersebut, maka tidak heran jika didunia ini banyak orang-orang mendengar dalam satu keluarga ada yang mewakili keluarga atau klan ini di puncak rantai kehidupan, dan klan keturunan bawah yang lahir tetap diberikan hak dan diakui sebagai sub klan, namun biasanya mereka hanya menempati kota-kota kecil atau desa-desa dan tidak terlalu dianggap.


\\*


Peserta nomor 71!"


Kembali lagi para panitia dan pengawas memanggil murid-murid sesuai dengan nomor mereka masing-masing, dan kali ini tampaknya adalah giliran dari Su Jing! murid sekaligus keponakan Huang Zhen si ketua divisi paviliun peracikan obat itu.


Namun ketika bocah itu maju kedepan tugu batu, Huang Zhen bukannya senang tapi malah badannya saat ini dibanjiri oleh keringat dingin.


Karena didalam hatinya dirinya pada awalnya sangat ragu menerima keponakannya itu untuk memasuki dunia kultivator yang kejam ini. Sebab keluarga dari ayahnya hanyalah orang biasa yang kebetulan adalah kaum aristokrat, walaupun bocah itu memiliki garis keturunan kultivator dari ibunya namun yang menjadi masalah adalah dia tidak memiliki akar spiritual kuat dan garis darah juga belum diaktifkan seperti yang lainnya dan Huang Zhen, pria itu benar-benar tidak yakin sekarang ini.


Gu An Sheng yang merupakan ketua paviliun divisi pemeliharaan manual melihat ke arah ketua muda itu, dia tahu anak muda ini sebenarnya sangat panik dan was-was.

__ADS_1


"Ketua paviliun obat tidak usah khawatir seperti itu, takdir manusia sudah ditentukan sejak diri mereka lahir. Lebih baik tenang saja menyaksikan pertunjukan." ucap tetua yang merangkap juga sebagai ketua divisi, yah walaupun dia bermarga Gu dan menjadi orang kedua yang paling senior di sekte itu setelah Liu Wei, namun sifatnya jauh berbeda dari Gu Yanlang yang selalu haus kekuasaan.


Huang Zhen tersenyum dia tahu orang tua ini hanya memberikan nasehat yang bagus untuknya, dia juga sangat menghargainya. "Tetua Gu sangat bijak! junior sudah cukup paham!" kata Huang Zhen itu lagi sambil menangkupkan tinjunya.


Kong Xuan menatap kepada murid pilihan Mu Nianci yaitu anak yang bernama Ling Jun, dia tampaknya cukup berminat dengan anak itu daripada murid Liu Wei yang satu tahun lebih muda dari anak keluarga aristokrat tersebut.


Kong Xuan dapat merasakan salah satu aura kuat terpancar dari tatapan mata anak muda itu.


"Ketua Mu mendapatkan calon murid yang bagus! apakah bisa memasukkan dirinya ke paviliun divisi penegak hukum? aku bisa melihat potensi masa depannya yang cemerlang!" tanya Kong Xuan orang tua itu kepada Mu Nianci yang dulunya adalah murid dari sahabatnya.


Mu Nianci tersenyum pertanda dia sangat puas, apalagi murid barunya itu mendapat tanggapan yang positif dari salah satu tetua yang paling terpandang.


"Senior Kong tenang saja, aku Mu Nianci memang guru dari Ling Jun. Tapi untuk kemana dia memilih divisi keterampilan untuk menunjang masa depannya, itu tergantung pada kemauan dirinya sendiri." kata Mu Nianci yang membuat kesempatan ini sebagai hal baik, dimana jika muridnya itu nantinya memiliki jabatan tinggi di sekte. Tentu saja dia juga akan mendapatkan keuntungan yang besar.


Mendengar semua hal baik itu, Kong Xuan menjadi senang. Dirinya benar-benar tidak menyembunyikan ketertarikannya pada anak itu, dan lagi pula dia adalah anak keturunan dari bangsawan.


\\*


Slash!


Cahaya ajaib dari batu bertuliskan Su Jing nampak muncul setelah bocah itu menapakkan telapak tangannya di bagian bawah batu giok tersebut.


Bocah itu tersenyum kegirangan sampai melompat-lompat, akhirnya keinginan dirinya dan ayahnya itu dapat terkabul dan dirinya bisa menjadi murid sekte.


Dengan bahagianya bocah itu memandang kearah panggung ketua dan melambai-lambai dengan riang kearah Huang Zhen dengan bangga. Namun tidak dengan Huang Zhen itu sendiri, dia hanya tersenyum kikuk sambil menutupi wajahnya dengan satu tangan setelah mengelap keringat.


Yah jika itu bukan Huang Zhen mungkin reaksinya akan biasa saja, sayangnya Huang Zhen orang itu adalah ketua divisi peracikan obat. Ketika bocah itu memegang batu itu memang namanya mampu tertulis dan terbukti dirinya bisa menjadi Kultivator.

__ADS_1


Sayangnya warna cahaya tulisan itu merah yang artinya itu adalah poin terendah dari segala tingkatan kultivator yang dicantumkan, tidak akan hanya mendapatkan poin terendah dan tidak dapat memilih kelas untuk berlatih manual terbaik, dia juga harus berjuang lebih keras untuk masuk dan menerobos tahap yang selanjutnya diwilayah sekte luar yang berbahaya.


"Hehe lihat junior Huang rasa takutmu terbukti keliru, bocah itu bisa menjadi Kultivator." kata Gu An Sheng yang ditanggapi senyuman oleh ketua paviliun peracik obat itu.


Sedang ketua lain disebelahnya hanya mendengus pertanda bosan, bahkan ada yang mencibir lebih baik tidak menerima murid sekalian daripada harus mengasuh murid beban. Dan hal itu entah mengapa membuat Huang Zhen tiba-tiba naik pitam.


Qian Bing menyemangati Huang Zhen, pria itu tentu marah ketika murid sekaligus keponakannya diejek seperti itu, yah walaupun kebenaran memang kadang menyakitkan, tetapi terkadang takdir manusia itu tidak dapat diukur dari selintas pandang saja.


\\*


"Peserta nomor 75!"


Pengawas memanggil nama lagi kali ini, dan saat ini adalah giliran Ling Jun! tuan muda dari kalangan aristokrat itu untuk maju untuk menunjukkan kejeniusannya.


"Hohoho! yang aku nantikan akhirnya datang juga, yunior Mu.. menurutmu cahaya warna apa yang akan bisa dimunculkan oleh nak Ling Jun ini?" tanya Kong Xuan penasaran, bahkan beberapa tetua dan ketua divisi yang ada disana juga ikut penasaran. Sebab Kong Xuan orang penegak hukum itu jarang bersemangat seperti ini dengan seorang murid.


Mu Nianci tersenyum lalu menjawab perkataan Kong Xuan ini dengan bangga. "Junior ini tidak begitu terampil dalam meneliti nadi, tapi dari akar spiritual kekacauan dengan atribut api dan angin yang dimiliki tuan muda ini. Dan juga sudah belajar kultivasi selama 4 tahun sebelum pengujian, tentu saja cahaya warna ungu, mungkin saja dapat menyala menerangi namanya." kata Mu Nianci dengan yakin.


Sedang beberapa ketua dan murid utama yang tidak sengaja mendengar percakapan dibuat sedikit terkejut. Pasalnya sudah sangat jarang mereka mendengar akar spiritual langka tersebut, dan mungkin saja akan ada jenius baru dalam sekte untuk beberapa tahun yang terbuang ini.


Qian Bing dan Huang Zhen saling pandang, memang tidak terdengar suara apapun tapi tampaknya mereka juga sedikit gelisah. Jika saja tuan muda aristokrat ini memiliki basis dasar kuat seperti itu, karena jelas beberapa orang haus kekuasaan ini kapan saja dapat membuat hal buruk terjadi pada sekte itu dimasa depan.


Gu Yanlang ketua sekte itu juga mendengar dengan jelas percakapan Kong Xuan dan Mu Nianci. Dan tampaknya dengan akar spiritual langka dan dua atribut bisa dibilang jenius bahkan sebelum mereka melakukan kultivasi.


Orang itu Gu Yanlang berpikir, jika saja dia bisa menarik Ling Jun ini dimasa depan, bukanlah hal yang buruk dia bisa mempertahankan kekuasaan dan semakin kokoh.


Apalagi dirinya memang sedikitnya dekat dengan Kong Xuan dan Mu Nianci ini, tidak buruk! tidak buruk, adalah hal bagus untuk memberikan beberapa hal istimewa pada tuan muda ini.

__ADS_1


"Memang tidak buruk!" batin Gu Yanlang itu sambil tersenyum penuh arti.


__ADS_2