Pendekar Iblis Petir

Pendekar Iblis Petir
Perpisahan


__ADS_3

Orang tua itu Liu Wei membahas beberapa hal kepada orang-orang sekte. Yang seperti biasa dia ingin pergi ber-kultivasi tertutup lagi selama tiga tahun dan tidak mau diganggu dengan masalah apapun.


Dan perihal kedua adalah dia ingin menitipkan Lin Yu muridnya yang dua tahun lalu dia temukan dengan tidak sengaja, untuk menjadikannya bagian dari murid sekte itu.


Sebenarnya Liu Wei sangat malas ketika sesuatu harus berhubungan dengan sekte, tapi mau bagaimana lagi dirinya harus menemukan beberapa bahan spiritual untuk membantu murid berandal nya itu agar menjadi yang terkuat, dirinya tidak bisa diam saja melihat Lin Yu dalam masa penempaan tubuhnya yang dia anggarkan 2 sampai 3 tahun lagi akan terjadi. Maka sebagai seorang guru dia akan sangat malu jika sampai tidak memiliki bahan yang bagus untuk menunjang perjalanannya.


Yah dia memang orang yang sangat pelit jika itu orang tak berguna yang selalu membuat masalah dengannya, namun dari semua itu sikap ketidak kepeduliannya itu. Liu Wei sangat baik hati kepada semua anak yang pernah dia anggap sebagai murid.


Dan sekarang di usianya yang sudah tidak muda lagi dia mendapatkan satu lagi murid baru yang dia gadang-gadang menjadi yang terkuat dimasa depan, atau paling tidak lima orang terkuat dalam hal kultivasi di benua Mistik Timur.


"Yang mulia Tetua mengangkat murid lagi!" ucap Gu Yanlang terkejut sebenarnya bukan hanya dia saja, namun ketua lainnya yang hadir saat ini.. seperti Gu An Sheng ketua nomer dua paling senior setelah Liu Wei yang berada dalam tahap awal kaisar, Mu Nianci ketua murid divisi pengembangan senjata, Kong Xuan si divisi paviliun penegak hukum dan kepengurusan murid luar, serta Huang Zhen ketua peracikan obat sekte Pedang Suci sekaligus kekasih dari murid wanitanya Qian Rou yang juga merupakan ketua divisi pemusik dan peracik anggur sekte.


Benar peramu dan pemusik, karena anggur dan arak akan jauh lebih nikmat jika dinikmati dengan sapuan senar kecapi yang menenangkan, dulu Liu Wei lah yang mengajarinya, hanya saja setelah bertemu dengan Lin Yu orang tua itu tidak berani meminum arak atau anggur didepan bocah ingusan itu, sebab dia masih memiliki etika, jadi dia harus terbang puluhan Li untuk minum ditempat persembunyian arak spiritual miliknya.


***


Pagi harinya Lin Yu terbangun di paviliun kecapi yang terdengar suara air terjun menyapu pendengaran bocah ingusan itu.


Srak!


Bocah itu langsung bergegas berlari karena takut melewatkan sesuatu. Mungkin bagi ketua dan orang lainnya yang mendengar Lie Wei akan pergi bermeditasi tertutup akan percaya. Tapi tidak untuk Lin Yu.. bocah itu mengetahui kakek tua penolongnya yang sekarang malah menjadi gurunya itu bukan pergi untuk bertapa, tapi pergi entah kemana.


Lin Yu berlari sampai menabrak pelayan istana itu, membuat makanan tumpah kemana-mana dan dengan segera kehebohan itu membuat yang lainnya jadi penasaran.


"Hahhh!"


Lin Yu rupanya salah! Gurunya itu masih ada disitu menikmati tehnya sebelum akhirnya tumpah dan menyiram mulut dan janggutnya.

__ADS_1


Lin Yu pagi-pagi sudah disidang, Liu Wei mengatakan sangat kecewa dengan bocah itu karena tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak bersikap kekanak-kanakan! walaupun dia memang masih anak-anak.


Setelah matahari sudah mencapai tengah hari Liu Wei berpamitan, dan yang paling berat dari semuanya untuk melepaskan, adalah Lin Yu. Dua tahun berlalu begitu cepat, dia belum siap untuk ditinggal pergi penyelamatnya itu yang entah kemana dia akan bernaung.


Lin Yu si bocah ingusan itu menangis dan memeluk kaki orang tua itu berharap dia membawanya ikut pergi. Sayangnya orang tua itu tidak menggubris, baginya yang terpenting baginya adalah mendapatkan beberapa bahan untuk bocah berandal itu.


Tubuh penempaan merupakan tubuh diatas tahap penciptaan, tahap penciptaan memang tubuh yang kuat namun penempaan surgawi, merupakan manifestasi dari kesempurnaan itu.


Jika sampai pondasi saat awal pembentukannya menggunakan bahan penyatuan yang buruk, hasilnya juga akan buruk. Orang tua itu tidak akan melihat bocah yang dia angkat murid itu jatuh dalam penderitaan untuk kedua kalinya.


***


Bamm!


Lin Yu di tendang sampai terpental beberapa meter. Liu Wei menatap tajam bocah itu seakan dia membencinya, dan mengatakan dia sangat muak karena sikap kekanakannya itu. Dirinya sudah tua dan tidak mau mengurusi bocah ingusan lagi.


"Jika hebat atasi rasa takutmu itu dengan berlatih lebih keras, maka aku tidak perlu lagi berkorban nyawa untuk melindungi bocah miskin seperti mu." ucap tetua itu sambil berpamitan pada Qian Rou dan memberikan sebuah cincin penyimpanan dan kotak yang satunya diberikan kepada Qian Bing.


"Setiap tangan tidak harus selamanya menggenggam! ada pertemuan ada pula perpisahan! bocah Lin cobalah mengerti dan atasi masalah mu!"


Swosh!


Eaahk!


Letusan dan tekanan energi spiritual yang terasa membombardir seisi sekte yang terkurung lembah itu, bahkan dapat dirasakan oleh beberapa orang kultivator lain yang berada tidak jauh dari sana.


Sebuah tubuh spiritual berbentuk bangau raksasa dengan sayap putih dan kebiruan di ujungnya, tampak mengepakkan sayap spiritualnya. Aura tekanan ditahap menengah alam penyucian roh beladiri yang disembunyikan selama beberapa tahun akhirnya dilepaskan juga dengan bebas. Seakan mengatakan jangan macam-macam dengan ku, membuat ranah kultivasi para kultivator yang berada dibawahnya hanya seperti seekor semut.

__ADS_1


Aura spiritual tubuh beladiri itu akhirnya menghilang didekat tebing Utara untuk mengecoh jejak, namun sebenarnya orang tua itu sudah melesat jauh ratusan Li didepan.


"Bocah Lin tunggulah aku kembali dan bertambah lah kuat!"


***


Dua hari setelah kepergian Liu Wei, bocah ingusan berusaha mengikhlaskan orang tua itu toh dia juga akan bertemu lagi dengannya suatu hari. Namun saat ini adalah hari yang penting untuk dirinya, karena dia akan dites sebagai murid di sekte ini. Lin Yu bertemu dengan Qian Bing yang mengajaknya pergi menemui gurunya yang telah menunggu didepan.


"Kak Lin apa kakak takut?" tanya gadis imut berambut biru bergelombang itu yang hanya dibalas senyuman oleh Lin Yu.


"Apa aku orang seperti itu." jawab Lin Yu sekena-nya dan mereka berdua akhirnya melangkah pergi ketempat pengetesan dan penerimaan murid baru.


***


Lin Yu, Qian Bing dan gurunya Qian Rou sampai di tempat penerimaan murid cukup pagi, namun nampaknya sudah ada ratusan murid baru yang mengantri untuk mendaftar menjadi murid sekte Pedang Suci.


Penerimaan murid sekte Pedang Suci hampir sama dengan sistem penerimaan murid di perguruan lain, yaitu hanya menerima pendaftaran dalam jangka setahun sekali. Hal itu karena dalam perguruan ada tahap yang harus dilewati oleh setiap murid, jadi batasan pendaftaran haruslah anak diatas umur 12 tahun.


Lin Yu dan Qian Bing kebetulan juga akan baru mendaftarkan diri pada tahun ini. Qian Bing memang telah menjadi murid Qian Rou sejak tahun lalu, namun belum secara resmi masuk ke dalam sekte itu. Dan tentu saja, itu pula alasan Liu Wei mengajak Lin Yu turun gunung dengan segera.


Qian Rou mengambilkan token pendaftaran untuk Lin Yu dan Qian Bing, sedang dua anak itu tampak berkeliling sebentar kearah taman yang agak sepi karena udaranya tampak lebih lega disana.


"Wah tempat disini indah sekali yah? Kak Lin lihat ikannya juga sangat cantik" kata Qian Bing sambil melihat kolam ikan yang ada disekitar situ.


Lin Yu hanya tersenyum kikuk, sebab walaupun dia kadang memang berperilaku seperti anak-anak, tapi pada dasarnya pikirannya sudah tidak sesederhana itu.


Bahkan kadang dia berpikir aneh saat berbicara dengan Qian Bing dan jauh lebih mudah bercengkrama dengan Liu Wei.

__ADS_1


__ADS_2