Pendekar Iblis Petir

Pendekar Iblis Petir
Sekte Pedang Suci


__ADS_3

Lin Yu baru terbangun setelah pagi harinya, dirinya yang entah sejak kapan telah berada di kamarnya, langsung teringat akan kakek tua yang kemarin membantunya untuk membangkitkan potensi. Dan dapat dia rasakan sekarang, tubuhnya saat ini seperti dipenuhi energi esensi spiritual yang walaupun masih belum tahu tingkatan dan seberapa dia bisa menggunakannya bocah itu tampak sangat bersemangat.


Bocah ingusan itu langsung bergegas keluar dari kamar, dirinya kemudian mencari kakek tua ketempat kesukaannya saat pagi, yah ini agak aneh untuk seorang kultivator alam penyucian Roh tahap menengah yang hobinya suka memasak. Namun hal ini diwajarkan saja sebab dia memang lebih suka hidup menyendiri dan tidak mau ditemani oleh para dayang.


Lin Yu bocah itu dapat mencium aroma harum dari jamur spiritual yang berada diatas tungku milik kakek tua tersebut.


"Jamur yang harum seka-!"


Plak!


"A-aduh!" keluh Lin Yu yang langsung dipukul menggunakan spatula kayu sebelum dirinya mendekat hendak mengambil jamur itu. Hal ini adalah hal biasa dan sudah menjadi ritual pagi bagi mereka berdua, hampir selama semingguan ini.


"Cuci dulu muka dan mulutmu yang bau itu.. baru makan!" sergah kakek tua itu sambil mengeluarkan jamur dari dari atas tungku.


Lin Yu tentu saja meringis kesakitan akibat pukulan yang membuat keningnya memerah setiap pagi ini, namun entah bagaimana ceritanya bocah itu malah merasakan kebahagiaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


***


Setelah usai melakukan beberapa latihan pagi diawal musim semi! Liu Wei untuk pertama kalinya mengajak bocah ingusan itu pergi ke sekte setelah dua tahun lebih menyembunyikannya di dalam rumah. Namun bukan dengan cara terbang atau mengendarai pusaka ajaib! melainkan dengan cara berjalan kaki saja.


Liu Wei tahu bahwa dirinya mungkin tidak bisa mengajari Lin Yu jurus beladiri untuk pemula, sebab dia sudah jarang melatih orang dengan cara pemula hingga egonya membuatnya menjadi malas.


Liu Wei orang tua itu hanya memberikan manual darah kelas menengah kepada Lin Yu dan juga hanya memberikan penjelasan teori saja, dia bilang untuk menjadi hebat seseorang harus meninggalkan ego dan mencari pengalaman sendiri. Sungguh tidak masuk akal! itulah dipikiran Lin Yu yang sebenarnya sudah tampak jelas dari wajahnya yang sebenarnya ingin di ajari langsung oleh si Kakek tua.


Tapi yah sudahlah! dia memang harus berdamai dengan itu.


Gluduk-gluduk!


Ratusan batu gunung berukuran sedang, mungkin sebesar kepala tampak menggelinding berjatuhan dari tebing diatas Lin Yu dan Liu Wei.

__ADS_1


Lin Yu pemuda itu tampak panik, sedang Liu Wei nampak biasa saja.


"Kakek tua!" teriak Lin Yu yang hanya dipandang dengan datar oleh Liu Wei orang tua itu.


Gluduk-gluduk!


Swosh!


Dalam satu lambaian tangan dari jubahnya membentuk seperti kubah aura yang terlihat samar membuat aliran batu berpindah jalur, melayang diatas Lin Yu.


Lin Yu yang melihatnya tampak terkejut juga terkesan, bayangan dalam satu lambaian tangan saja sudah bisa menyelamatkan satu nyawa, bagaimana jika dia memiliki kekuatan yang lebih kuat?


Orang tua Liu Wei itu melihat kekaguman Lin Yu pada jurusnya, dan inilah yang dia inginkan ketika mengajak Lin Yu turun gunung dengan berjalan. Sebab kadang memang gunung itu longsor cukup sering, orang tua itu ingin membuktikan pada Lin Yu bila dia mengatakan bukan hanya sekedar teori saja, namun benar-benar kenyataannya dia memang hebat.


***


Beberapa menit setelah melewati jalanan batu menurun dan hutan. Mereka berdua akhirnya sampai di halaman luar perguruan, yang tampak bagian bawahnya dilapisi balok batu yang kokoh.


Banyak dari mereka murid-murid yang tampak memberi hormat dengan tinju sambil membungkuk ketika kakek tua itu lewat.


Bahkan beberapa murid penjaga yang melihat tetua itu memasuki pintu gerbang, sudah berlari dulu kebelakang untuk memberitahukan ketua murid, bahwa orang tua dari tebing Utara itu datang berkunjung.


Benar-benar aneh ketika dirimu tinggal di satu lingkaran namun jarang bertemu dan mengunjungi, itulah suasana berumahtangga Liu Wei dan orang-orang sekte Pedang Suci. Karena dalam hatinya orang tua itu ada dan tiada sekte ini tidaklah penting, sebab orang yang dia kenal sebagai teman dan juga pemimpin sekte pertama ini telah dibunuh dengan cara dijebak di pertempuran. Dan orang tua itu mencurigai beberapa orang yang dia rasa ada kaitannya dengan tragedi itu.


Orang-orang lain mungkin hanya mendengar desas-desus adu domba sekte ini dengan Kaisar Golok Suci, namun Liu Wei tahu walaupun Kaisar itu sering mengancam temannya itu pada dasarnya mereka bertiga adalah teman yang sesungguhnya, adalah tidak benar jika dibilang Kaisar itu menghabisi teman sendiri.


Dan sejak saat itu hubungan Liu Wei dan orang-orang sekte menjadi renggang, bahkan orang tua ini telah mencapai tahap awal alam roh sejak lama, namun dia selalu menyembunyikannya dan mengaku masih tidak mampu menerobos ke alam itu karena suatu halangan.


***

__ADS_1


Sesampainya di gapura dalam paviliun yang tampak megah, dirinya sudah disambut oleh beberapa ketua paviliun yang bekerja keras di sekte itu. Dan salah satunya adalah Qian Rou ketua paviliun pemusik yang juga merupakan murid keduanya setelah hampir 70 tahun menjadi pendekar.


"Qian Rou memberi hormat kepada guru!" ucap wanita berumur tiga puluhan namun masih nampak sangat cantik dengan dandanan sanggul yang elegan itu, kepada kakek tua yang juga membuat Lin Yu menganga.


"Orang tua ini memiliki murid secantik itu?" batinnya namun tidak dapat dia tutupi yang malah membuat orang tua yang melihatnya tersenyum mengejek.


Dibelakang Qian Rou tampak juga seorang murid perempuan yang tampaknya seumuran dengan Lin Yu maju sambil memberi hormat juga kepada Liu Wei.


"Qian Bing! memberi hormat pada kakek guru!" gadis kecil itu dengan tegas sampai membuat Lin Yu yang berada dibelakang Liu Wei terkejut.


"Hehe, jadi aku punya cucu murid juga? bagus, bagus!" kata Liu Wei sambil mengusap rambut murid gadis kecil itu pelan.


Gadis kecil bernama Qian Bing itu tentu melihat siluet anak laki-laki yang bersembunyi di bokong Liu Wei lantas bertanya pada gurunya.


"Guru dia siapa?" tunjuk Qian Bing kepada bocah ingusan itu yang membuat Qian Rou seketika ikut menatap bocah yang bersembunyi itu.


"Eh benar! kenapa aku tidak menyadarinya tadi? Guru anda-?"


"Nanti aku jelaskan! aku ingin menemui Gu Yanlang dulu untuk membahas sesuatu hal." sergah Liu Wei yang hanya bisa diangguki oleh Qian Rou muridnya itu.


***


Beberapa saat kemudian di aula kemuliaan pedang sudah dipadati oleh para ketua divisi paviliun dan ketua sekte juga tampak sudah berada disana. Hal ini sungguh langka mengingat sudah lebih dari 5 tahun, sejak orang tua itu mengatakan ingin menutup diri dalam pelatihan pembebasan dan dirinya berkunjung dengan membawa seorang bocah?


Hal ini tentu menjadi pertanyaan bagi beberapa ketua dan tetua yang hadir disana, apakah orang tua ini dulu benar-benar ber-kultivasi tertutup atau sedang pergi kelayapan.


"Kami junior sekte memberi hormat kepada Tetua Agung Liu dari istana Utara! harap terima hormat kami Tetua Agung!" ucap mereka serempak sambil menangkupkan tinju.


Sungguh dia tidak menyangka dirinya masih sangat dihormati ditempat ini walaupun tidak berkontribusi apapun, eh tunggu jika bisa dibilang kontribusi maka kontribusi terbesar Liu Wei adalah membuat sekte-sekte lain segan kepada sekte ini.

__ADS_1


Sebab setelah bencana pembunuh ratusan kultivator yang dipercaya terjadi 500 tahun lalu oleh legenda pendekar suci! lebih dari 200 kultivator alam roh dan puluhan orang suci mati dengan mendadak! bahkan kematian terbesar juga dari kalangan alam Kaisar martial yang tidak terhitung. Membuat ratusan manual-manual kuno yang ajaib menjadi punah sebelum diturunkan.


Dalam hal ini, berkat pendekar suci itu dunia kultivator abadi di Benua Mistik timur menjadi merosot jauh!


__ADS_2