
Pendaftaran administrasi hari itu telah selesai, biasanya pendaftaran baru di akademi murid baru berlangsung selama satu minggu. Dan pengujian akan berlangsung selama 1 hari penuh dengan kuota tidak terbatas dalam setahun, sayangnya hanya sedikit murid yang terpilih dalam waktu tersebut.
Jadi biasanya pendaftar yang kurang beruntung harus menunggu di tahun depannya lagi untuk mengikuti pendaftaran ulang, para murid juga akan di uji sedemikian rupa sebelum dinyatakan resmi menjadi murid.
Setelah mendaftar para murid diberikan token antrian berupa nama dan nomor pendaftaran. Murid-murid itu akan di uji menggunakan sebuah batu spiritual misterius. Dimana saat telapak tangan peserta menyentuh bagian bawah batu itu, batunya akan bersinar dan akan mengukir nama seseorang murid berdasarkan kekuatan dan akar spiritualnya. Namun sayangnya ketika ada calon murid tidak sesuai kualifikasi jangankan batu itu akan memunculkan cahaya nama murid, bereaksi pun tidak.
Batu itu memiliki tinggi lebih dari 15 meter, dan terbentuk dari batu giok hitam misterius yang bentuknya serupa dengan pedang. Dan setelah pendaftaran hari terakhir yaitu hari ini telah berakhir, maka pengujian calon murid akan dilakukan besok pagi sesuai urutan nomor yang didapat.
Lin Yu dan Qian Bing mendapatkan nomor urutan masing-masing 77 dan 78 karena guru mereka yang mendaftarkan secara bersamaan.
***
Pagi harinya para calon murid tampak sedang berbaris dihalaman depan sekte itu. Jumlah calon murid kali ini lebih dari 700 orang peserta, dari berbagai desa dan kota disekitaran wilayah kekuasaan sekte Pedang Suci.
Tampak pula 10 ketua divisi dan ketua sekte, beserta juga beberapa orang murid inti tampak sudah berada diatas panggung tetua. Mereka tidak sabar untuk melihat potensi para calon murid tahun ini.
Dari sepuluh ketua divisi ada tiga ketua paviliun yang cukup terkenal dan yang juga membawa murid baru untuk diuji di tahun ini. Salah satunya adalah Qian Rou yang mendaftarkan Qian Bing dan mewakili gurunya sendiri tetua Utara Liu Wei untuk Lin Yu.
Huang Zhen mendaftarkan muridnya dari anak kepala kota Qin yang bernama Su Jing sebagai murid barunya, mengingat adiknya merupakan istri dari kepala kota itu. Sedang Mu Nianci tampaknya membawa satu murid baru yang tampak seperti tuan muda dari kaum aristokrat itu, yang bernama Ling Jun.
GONG!!
__ADS_1
Suara nyaring saat benda ditabuh menandakan pengujian calon murid itupun dimulai.
"Baiklah! calon murid! namaku adalah Ye Shen dari paviliun pelatihan fisik. Dan hari ini aku akan menjadi pengawas sekaligus pemberi nilai bagi para peserta calon murid!"
Gemuruh suara dari para peserta juga tampaknya juga memenuhi lapangan luar itu. "Harap tenang! dengarkan baik-baik! para peserta yang menyentuh bagian bawah batu ajaib ini, jika sang batu pusaka berkenan maka namanya akan tertulis diatas dan batu akan bersinar terang"
"Kalian tidak perlu khawatir! batu ini terbuat dari giok suci kebenaran dan juga memiliki esensi pemimpin sekte yang pertama! jadi batu tidak akan berani berbohong bahkan tidak akan bisa berbohong, orang-orang diluar ini juga tidak bisa berbohong dan ikut campur!"
"Para murid kultivator diklarifikasi dengan cahaya yang muncul berserta tulisan namanya, maka kelas juga akan dibagi berdasarkan keberuntungan jalan kultivasi kalian. Terdapat sembilan warna yang akan muncul di batu ini! dan warna tertinggi kultivator adalah warna emas! dan yang terendah yang akan muncul adalah warna merah!"
"Aku Ye Shen menyatakan kembali pengujian penerimaan calon murid hari ini dinyatakan telah dimulai!" setelah ketua pengawas sekaligus juri penentu yang akan mengumumkan keberhasilan para calon murid itu mengatakan segalanya, pengujian murid baru benar-benar dimulai.
"Nomor satu maju!" para peserta maju saat ada panggilan nomor dari panitia dan penjaga lain yang membantu Ye Shen.
"Hah akhirnya berhasil juga, tapi kenapa harus merah!!" teriak pemuda itu yang senang sekaligus sedih dalam waktu yang bersamaan. Namun sayangnya dia tidak memiliki banyak waktu untuk meratapinya, sebab dia harus segera menyingkir karena akan ada peserta lain yang maju.
"Selanjutnya!"
"Peserta nomor 2!"
***
__ADS_1
Di atas panggung ketua sekte, tetua dan para murid inti lainnya, tampak menyaksikan acara penerimaan ini dengan antusias. Qian Rou juga tampak sangat bersemangat, dia benar-benar sangat tidak sabar saat menunggu tes batu dari dua orang, siapa lagi jika bukan yuniornya Lin Yu dan muridnya Qian Bing.
Huang Zhen yang melihat calon tunangannya itu tampak sangat serius kemudian menyapanya agar tidak tegang pikirnya. "Sayang! jangan terlalu tegang aku benar-benar penasaran dengan adik seperguruan mu itu, bagaimana bisa tetua tebing Utara mengangkat murid kecil semuda itu?" kata Huang Zhen yang tidak dijawab oleh Qian Rou, bahkan wanita itu pelipis kepalanya sudah berkedut pertanda marah sedari tadi.
Huang Zhen yang melihatnya juga tampak terkejut, dia sepertinya salah menyapa yang membuat Qian Rou marah serta beberapa ketua dan tetua lainnya tampak tertawa cekikikan.
"Sayang, sayang kepalamu! tidakkah dirimu tahu waktu dan batasan untuk mengatakan itu." kata Qian Rou pada akhirnya dengan suara gigi yang gemeretak. Sedang Huang Zhen sendiri tampak malu karena memang disaat tertentu kita harus kesampingkan perasaan dan kebiasaan kita. Laki-laki dewasa berumur 35 tahun itu hanya bisa tersenyum canggung dan memberikan tinju kepada tetua lainnya yang tampak tersenyum, berbeda dengan satu ketua lainnya yaitu ketua kepengurusan senjata Mu Nianci yang tampak mendengus sebal, sebab dirinya dari dulu sebenarnya sudah menyukai laki-laki polos ini. Sayangnya perasaan suka di hati pria itu berlabuh pada Qian Rou wanita yang sejak berada di yunior beladiri sudah menjadi rivalnya.
Qian Rou tampak fokus kedepan, dirinya tidak mau terkecoh dengan kata-kata bodoh tunangannya itu lagi.
Kepala sekte yang juga hadir dan ikut menyaksikan pengujian penerimaan kali ini tampak juga sangat serius, namun keseriusannya bukan karena bersemangat karena akan ada calon-calon peserta baru yang akan membuat sektenya itu semakin berkembang, namun karena satu anak yang sedari tadi tidak luput dari pengawasannya.
Lin Yu.
Gu Yanlang sebenarnya tidak mempermasalahkannya tentang siapa saja murid yang akan mendapat penghormatan tertinggi, namun untuk satu murid yang ditunjuk langsung oleh tetua tebing Utara itu membuatnya sedikit tidak nyaman.
Pasalnya dari ketiga tetua sekte sebelumnya Liu Wei adalah yang terkuat dan bahkan lebih kuat dari pendiri sekte, dia dan dua lainnya merupakan tiga orang pendiri sekte ini 50 tahun lalu. Dan juga yang paling mencurigai dirinya dan gurunya yang kemungkinan terlibat dengan pembunuhan pemimpin sekte pertama, sebab gurunya adalah pemimpin kedua setelah sekte itu terbentuk dan yang paling dia curigai.
Pada awalnya gurunya itu menekannya dengan membangunkan sebuah istana megah di tebing batu Utara, berharap dia pensiun dari urusan sekte hal itu tampaknya berhasil. Hanya saja mala petaka dan karma buruk tidak pernah lepas dari manusia.
Guru Gu Yanlang itu gagal dalam fase pemurnian roh karena diserang seseorang misterius yang membuatnya tewas, dan setelah gurunya itu mati dirinya yang paling di curigai oleh orang itu.
__ADS_1
sedang Liu Wei masih hidup sampai sekarang bahkan baru-baru ini memamerkan kekuatan barunya di alam penyucian roh, tentu saja hal itu membuat orang ini was-was ketika dia mengangkat murid dan menaruhnya di sekte.
Beberapa tahun terakhir dia mencoba segala cara secara diam-diam dan menikam harta sekte untuk menerobos dan mampu berada dalam tahap alam kaisar secara sembunyi-sembunyi. Namun dia gagal memasuki tahap kedua karena kesalahan pada awal penerobosan nya, saat ini yang dia khawatir adalah ketika murid Liu Wei itu tumbuh besar dia takut, bocah itu akan secara diam-diam menggulingkan dirinya dari atas awan dan hal itu tidak boleh terjadi.