Pendekar Iblis Petir

Pendekar Iblis Petir
Gulungan Misterius


__ADS_3

Didalam sudut ruangan pagoda tersebut, tampak Lin Yu tenggelam dalam meditasinya hingga sesuatu terjadi dan mendapati perasaan yang aneh muncul dalam dirinya.


Tubuh bocah itu tampak bercahaya dan beberapa sisi tubuhnya sedikit berkedut.


Swosh!


Sebuah cahaya hijau tampak menyala ditubuh Lin Yu dan seketika membuatnya tersadar dan memegang perut dan pergelangan tangannya.


"Aneh sekali, aku merasakan ada aliran Qi murni yang bebas dalam diriku. Dan tampaknya aku telah membuka penghalang dan membuka 3 titik Meridian lagi?" gumam pemuda itu melihat perubahan pada fisiknya yang dia rasakan semakin berenergi.


Dan setelah beberapa waktu kemudian dia baru menyadari bahwa sudah tidak ada satupun murid disekitarnya.


"Gawat!! sudah berapa lama tadi aku bermeditasi?" batin bocah itu panik dan segera berkeliling untuk mencari manual yang dia butuhkan.


Namun, setiap baris buku yang dia lewati tampaknya tidak memenuhi kriterianya, hingga dia melihat disudut sebuah rak terdapat sebuah gulungan aneh yang dari dia lihat mengeluarkan sebuah aura misterius.


Karena penasaran, Lin Yu meraih gulungan tersebut dan membukanya sekilas. "Aneh, kenapa dari puluhan ribu buku yang ada disini malah ada gulungan tua seperti ini?" batin anak itu, tapi karena merasa dirinya tidak menemukan jurus yang cocok, maka dia mengambil gulungan yang memiliki aura hijau tersebut untuk dia pelajari nanti.


"Sudahlah, yang terpenting keluar dulu dari sini, aku tidak bisa membuat senior Huang menjadi kejenuhan menungguku." batin pemuda itu lalu bergegas mencari tangga jalan keluar.


***


Dilantai bawah, beberapa murid yang menantikan Lin Yu turun sudah banyak yang pergi, dan hanya tersisa beberapa murid saja yang masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan murid baru tersebut.


Sedang dari sudut Huang Yi saat ini, dia benar-benar tampak sangat cemas.


"Tetua Gu.. apa anda yakin Lin Yu akan baik-baik saja?" tanya perempuan muda itu kepada Gu Ansheng yang tampak berpikir sambil mengelus janggutnya yang panjang.


"Anak ini benar-benar aneh, aku adalah salah satu ahli Talisman dan perasa aura terbaik di sekte ini. Dan tadi aku sama sekali tidak bisa merasakan dia memakai jimat, bagaimana dia bertahan sampai 6 jam diatas sana?" batin pria tua itu yang juga sedikit bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Namun, tidak lama kemudian Lin Yu menuruni tangga lantai dua tersebut dengan baik-baik saja, dan hal ini semakin membuat Gu Ansheng dan lainnya makin penasaran dengan bocah tersebut.


"Kau! Ini.. 6 jam diatas sana apa yang sedang kamu lakukan, membuat orang panik saja!" barusaja Lin Yu turun dan Huang Yi langsung memarahinya dengan habis-habisan.


Sedang bocah itu lagi-lagi hanya bisa tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Namun berbeda dengan Gu Ansheng yang langsung mendekati Lin Yu dan meminta bocah itu untuk mengulurkan tangannya.


Deg!


Gu Ansheng orang tua itu sedikit terkejut, setelah memeriksa nadi bocah itu. Namun kemudian dirinya menormalkan kembali penampilannya dan tersenyum kepada bocah ingusan dihadapannya sekarang.

__ADS_1


"Hehe.. murid Lin selamat karena telah membuka meridian keempat dan naik ke tingkat akhir alam kesembilan pembentukan Qi." kata pria tua itu sambil menepuk pundak bocah itu pelan.


Huang Yi dan murid lainnya yang masih ada disitu yang tadi mendengar penuturan tetua Gu menjadi terbelalak, "Eh bukannya dia masih belum bisa ber-kultivasi, kenapa malah sudah mencapai ranah pembentukan Qi level 9?" batin Huang Yi bertanya-tanya tentang keanehan ini, namun setelahnya dia mencoba untuk menenangkan diri.


"Junior Lin selamat ya.. kenapa kamu tidak bilang jika sudah bisa ber-kultivasi?"


Sayangnya sebelum Lin Yu menjawab pertanyaan seniornya itu, Gu Ansheng lebih dulu meminta Lin Yu untuk memperlihatkan manual yang dia pilih untuk dirinya pelajari. Namun, lalu lagi-lagi Gu Ansheng dibuat terkejut dengan pilihan bocah itu dan setelah semuanya dianggap beres, Lin Yu segera pamit kepada Gu Ansheng Tetua itu dan bergegas mengikuti Huang Yi keluar.


Gu Ansheng mengikuti mereka sampai didepan pintu Pagoda, dan dia dibuat bingung dan bertanya-tanya tentang kejadian membingungkan pada hari ini.


"Bagaimana bocah itu bisa melihat Manual Kuno tidak jelas itu, dan kenapa dia malah memilihnya? dan peningkatan ranah kultivasinya yang benar-benar aneh itu..."


"Aku tidak salah, memang tadi ranahnya memang ditahap pembentukan Qi lvl 1, tapi bagaimana dia bisa naik tingkat dan bertahan di pagoda begitu lama?"


"Hahh tetua Utara memang penuh dengan misteri." batin pria tua itu sambil menghembuskan nafas dan akhirnya memilih kembali ketempat duduknya.


Ditempat lain...


"Ahh kakak senior Huang! kita mau kemana? kenapa tergesa-gesa sekali." teriak Lin Yu yang melihat Huang Yi seniornya itu berjalan dengan cepat.


Huang Yi berhenti sejenak dan menatap Lin Yu dengan tajam, yang membuat bocah itu kebingungan.


Namun, perkiraan bocah itu salah.


Beberapa saat kemudian...


"Grooarh! ahh!! kenyangnya" kata Huang Yi sambil bersendawa dengan bebas sambil memegangi perutnya yang membuncit, dan juga murid lainnya yang juga makan disana tampak merasa terganggu dengan gaya bebas perempuan muda itu.


Bahkan Lin Yu pun tidak habis pikir dengan kakak senior ini, sebab sebagai seorang perempuan menurut Lin Yu dia ini benar-benar sungguh berbeda.


Huang Yi lalu melirik Lin Yu dengan satu matanya dan tersenyum. "Hei adik junior bagaimana? makanan disini sangat enakkan?" kata perempuan muda itu yang setelahnya meregangkan tubuhnya sejenak.


Ahhh!!


"Baiklah setelah ini aku akan mengantarmu ketempat tinggalmu, besok aku akan mengajakmu kehutan tempat latihan murid luar."


***


Setelah membayar tagihan dll dan apesnya Huang Yi kekurangan uang dan harus meminjam tabungan Lin Yu. Mereka pun berjalan menuju tempat tinggal bocah tersebut dan sesekali Lin Yu tampak terkagum dengan pemandangan gunung-gunung tinggi dan menjulang yang membentengi sekte tersebut.

__ADS_1


"Dunia ini benar-benar indah, aku tidak sabar untuk segera menjelajahinya." batin bocah ingusan itu yang tanpa sadar dirinya telah ditatap oleh Huang Yi.


Seniornya itu tersenyum sekilas dan berpikir. "Dasar bocah kampungan, tunggu sampai kamu melihat kejamnya dunia, pandangan mu itu mungkin akan berubah." kata Huang Yi yang langsung mendapatkan pertanyaan oleh Lin Yu namun perempuan itu enggan menjawab dan malah memberitahukan beberapa hal yang harus Lin Yu pahami dan batas-batas sekte.


"Sekte Pedang Suci memiliki tiga area sekte."


"Area pertama adalah area murid luar, tempatnya jauh diluar wilayah sekte yang berbatasan langsung dengan hutan, tapi jangan salah tempat ini adalah wilayah terluas milik sekte."


"Kedua adalah wilayah murid dalam, didalam wilayah murid dalam. Para murid dalam mendapatkan sumberdaya dan fasilitas yang lebih baik, mereka juga akan dibimbing langsung oleh para tetua divisi murid."


"Sedang untuk murid utama, haah.. tidak usah dibayangkan, mereka bahkan hampir sejajar dengan para tetua. Saat ini ada 99 murid utama dan yang 10 besar adalah yang paling disegani dari semuanya." kata Huang Yi menjelaskan dengan panjang lebar beberapa wilayah yang tidak boleh dimasuki dan aturan penting yang harus dipatuhi bocah itu.


"Ohh lihat kita sudah sampai!" pekik Huang Yi saat mereka berdua tiba disebuah paviliun kecil dipinggir hutan bambu.


"Baiklah bocah! paviliun itu adalah milikmu sekarang, jika butuh apa-apa cari saja aku di paviliun penerimaan murid, ingat besok pagi-pagi aku akan membawamu ke hutan pelatihan jangan sampai terlambat." jelas Huang Yi, lalu dengan segera perempuan muda itu pergi meninggalkan Lin Yu sendirian di paviliun kecil tempat tinggalnya tersebut.


***


Setelah kepergian seniornya itu, Lin Yu segera memasuki paviliun kecil namun sangat rapi tersebut dan segera mengambil sikap lotus. Tak disangka hampir semua makanan di sekte Pedang Suci berasal dari bahan-bahan kultivasi seperti daging beast dan tumbuhan ajaib lainnya.


Namun Lin Yu tampak sudah biasa dengan ini, dan sekarang ketika keempat Meridian-nya telah terbuka, bocah tersebut mampu lebih banyak menyerap dan memurnikan Qi murni yang dia konsumsi.


Baru diketahui oleh Lin Yu selama ini, bahwa jamur yang selalu dikonsumsi olehnya setiap hari dikediaman tetua utara, ternyata adalah salah satu jenis tanaman ajaib yang membantu pembentukan tubuh. Namun Lin Yu malah hanya memahaminya sebagai tanaman murah yang dipetik dipinggir gunung.


Dan setelah penyerapan dan pemurnian telah selesai, pemuda itu kemudian mengeluarkan kitab berupa gulungan yang tadi dia ambil dari pagoda suci. Akan tetapi setelah bocah itu membuka ikatan talinya, ternyata yang terjadi adalah tidak ada tulisan atau gambar apapun didalam gulungan tersebut, yang ini tentunya membuat Lin Yu menjadi kebingungan.


Lin Yu tampak membolak-balikan gulungan itu beberapa kali dan menyinarinya dengan sorot lilin, namun tetap percuma. Tidak ada satupun tulisan ataupun petunjuk dari gulungan yang terbuat dari kain tersebut.


"Kenapa tidak ada tulisan sama sekali! apakah mungkin aku salah mengambil manual?" geram bocah itu dengan frustasi, tidak menyangka dirinya akan salah memilih manual. Apalagi tetua paviliun itu hanya bilang boleh mengambil satu manual saja bagi semua murid, tidak mungkin baginya sekarang untuk menukarnya lagi.


"Ahh sial!! bagaimana ini dapat terjadi?"


Dan ketika Lin Yu sedang dalam frustasinya, dirinya tiba-tiba teringat akan manual penyerapan darah yang pernah dia pelajari saat masih bersama si kakek tua.


Bocah itu kemudian kembali mengambil manual yang dia taruh disamping tempat tidurnya itu, dan segera melukai jarinya untuk mendapatkan sedikit darah.


"Dulu manual penyerapan darah perlu darah juga untuk melihat setiap syairnya, apakah mungkin juga cara itu dapat digunakan untuk gulungan aneh ini?" batin pemuda itu dan langsung meneteskan beberapa tetes darahnya diatas gulungan manual tersebut.


Namun tetap saja, gulungan tersebut tidak bereaksi sedikitpun dan membuat Lin Yu benar-benar tidak habis pikir saat ini.

__ADS_1


__ADS_2