Pendekar Naga Hitam

Pendekar Naga Hitam
Kitab Rahasia Semesta


__ADS_3

Suasana di kediaman Resi Gambut dan Resi Menggolo begitu tenang, kedua resi yang telah berumur lebih dari tiga ribu tahun tersebut sedang mengadakan hening raga dan hening cipta. Tiba-tiba Resi Gambut membuka matanya dan melihat kearah Resi Menggolo.


"Resi Menggolo, sepertinya kita akan kedatangan teman lama yang akan berkunjung kesini, bersiaplah menyambutnya" Ucap Resi Gambut.


"Iya Resi, aku juga merasakan pertanda yang muncul" Jawab Resi Menggolo.


Belum selesai mereka berdua berbicara tiba-tiba di dalam ruangan tersebut berhembus angin yang kencang disertai dengan membentuk sesosok tubuh tinggi besar.


"Raja Siluman, kiranya kau yang datang mengunjungi kami" Sapa Resi Gambut.


"Resi berdua, bagaimana keadaan kalian?, sudah tiga ribu tahun tidak bertemu" Jawab sosok tersebut yang ternyata Raja Siluman.


"Kami tetap seperti dulu, tidak ada kekurangan apapun, bagaimana keadaanmu?" Jawab Resi Gambut.


"Sama sepertimu, kutuk yang menimpahku sudah musnah, Namun yang menjadi kegelisahanku akan ada suatu kejadian besar yang akan menimpa dunia kita berdua" Jawab Raja Siluman.


"Iya, prahara besar akan terjadi lebih dahsyat dari tiga ribu tahun lalu" Jawab Resi Menggolo yang dari tadi diam.


"Ini semua salahku, andai tiga ribu tahun lalu aku tidak tergoda oleh kecantikan maka kejadian seperti ini tidak akan terjadi" Jawab Raja Siluman menyesali.


"Tak perlulah menyesalinya, semuanya sudah ada suratan masing-masing" Jawab Resi Gambut bijaksana.


"Iya resi namun tetap saja rasa bersalah itu menghantuiku selama tiga ribu tahun ini, Apakah resi berdua sudah bertemu dengan yang terpilih?" tanya Raja Siluman.


"Sudah, kami juga sudah memberikan mustika sumpah namun yang terpilih belum pernah menggunakannya" Jawab Resi Menggolo.


Raja Siluman hanya tersenyum mendengar penjelasan dari kedua resi tersebut.


"Apakah resi berdua sudah mendapat petunjuk bagaimana kita mengatasi semua ini, selain berharap pada yang terpilih?" Tanya Raja Siluman.


"Sebenarnya petunjuk demi petunjuk masih samar, namun berdasarkan petunjuk yang kami dapatkan kekuatan yang terpilih dan beberapa orang masih akan kesulitan menghadapi ratu durjana tersebut, hanya saja ada satu kekuatan yang berada diatas kekuatan apapun yang ada di dunia ini, kekuatan tersebut tercatat dalam sebuah kitab yang bernama Kitab Rahasia Semesta" Jelas Resi Menggolo.


"Apakah kita harus mencari kitab tersebut?" Tanya Raja Siluman.


"Tidak perlu, yang harus menguasai kitab tersebut haruslah yang terpilih, jika yang terpilih bisa menguasai isi kitab tersebut maka seluruh kekuatan apapun baik di alam manusia dan siluman akan hancur di hadapan yang terpilih tanpa harus menyatukan kekuatan dengan yang lain" Jawab Resi Gambut.


"Namun yang menjadi kebingungan kita bagai mana menghubungi yang terpilih" Tambah Resi Menggolo.


"Apakah resi berdua tahu keberadaan dari kitab tersebut?" Tanya Raja Siluman.


"Berdasarkan petunjuk, kitab tersebut berada di pertemuan antara dua muara sungai, di dalam sebuah goa yang berada di bawah sungai tersebut, namun karena kitab ini sudah berumur hampir sama dengan umur dunia kita, kitab ini di jaga oleh tujuh mahluk yang berbentuk naga, dan tujuh lapis kekuatan lain, dan juga kitab ini berada di dalam sebuah mulut mahluk yang berasal dari alam lain" Jelas Resi Gambut.


"Apakah yang terpilih akan mampu mengambilnya?" Tanya Raja Siluman lagi.


"Selalu ada jalan kalau ingin mencoba, kitab ini bukan hanya bisa diambil oleh orang yang berilmu tinggi tapi oleh orang yang mempunyai kemurnian hati untuk membela kebenaran, kuncinya adalah kemurnian hati" Jelas Resi Gambut.


"Baik resi terima kasih penjelasannya, mungkin kita tidak bisa menemui yang terpilih, tapi ada satu makhluk alam siluman yang bisa menemui yang terpilih, aku akan memintanya untuk menemui yang terpilih" Jawab Raja Siluman.


Setelah berkata begitu Raja Siluman segera duduk bersila dan memejamkan matanya.

__ADS_1


"Penghulu Siluman, datanglah aku memerlukan bantuan" Bisiknya


Tak lama kemudian sebuah angin lembut berhbus di dalam ruangan itu beserta kemunculan penghulu siluman. Penghulu Siluman yang datang langsung berlutut.


"Ada apa yang mulia memanggil hamba?" Tanya penghulu Siluman sopan.


"Bagaimana keadaan di alam Siluman?" Tanya Raja Siluman.


"Lapor yang mulia beberapa siluman menghilang dari alam kita, dan di tambah Penasihat Siluman menentang kita untuk menyiapkan kekuatan" Jawab Penghulu Siluman.


"Teruskan saja rencana, siluman yang hilang sudah pasti bergabung dengan permaisuri durjana, mengenai ketidak setujuan penasihat biar aku yang menyelidiki, tetap rahasiakan jika kekuatanku sudah pulih, aku akan masuk alam siluman dengan diam-diam" Jawab Raja Siluman.


"Baik yang mulia, apakah ada tugas lain yang harus hamba laksanakan?" Tanya Penghulu Siluman.


"Kau temui yang terpilih, jelaskan padanya tentang Kitab Rahasia Semesta dan beri petunjuk bagaimana cara mengambilnya" Jawab Raja Siluman.


Kemudian Raja Siluman menjelaskan, apa yang dia dengar dari Resi Gambut dan Resi Menggolo. Setelah mendengar penjelasan dari Raja Siluman kemudian Penghulu Siluman segera pergi.


"Resi berdua, aku akan pamit juga untuk kembali kekerajaan siluman Namun sebelum pergi aku memerlukan bantuan resi berdua" Ucap Raja Siluman.


"Bantuan apa kira-kira yang bisa kami berikan?" Tanya Resi Gambut.


"Aku memerlukan bantuan kekuatan kalian, agar aku bisa menyembunyikan hawa siluman di tubuhku dan juga mengubah wajahku, supaya tidak ada warga siluman yang mengenaliku kecuali para siluman yang aku kehendaki, karena aku harus menyelidiki apakan ada siluman di istanah yang sudah bergabung atau menjadi mata-mata permaisuri durjana, setahuku kalian berdua mempunyai kekuatan lenyap rasa lenyap rupa" Jawab Raja Siluman.


"Baiklah, kami akan membantumu" Jawab kedua Resi tersenyum setelah tahu rencana Raja Siluman.


Kemudian kedua resi tersebut segera menyatukan kekuatan, selarik sinar berwarna kuning menyelubungi badan Raja Siluman dari ujung rambut sampai ujung kaki, perlahan-lahan sinar tersebut seperti tersedot masuk ke dalam tubuh Raja Siluman.


"Iya, jangan lupa untuk sabung rasa jika ada yang mendesak diantara kita" Jawab Resi Gambut.


Setelah kepergian Raja Siluman, Resi Gambut dan Resi Menggolo segera masuk kesebuah ruangan.


"Resi Menggolo, kita harus mempersiapkan diri untuk hal-hal yang akan datang" Ucap Resi Gambut.


Kemudian mereka berdua segera mengosongkan pikiran mereka dan melakukan semedi kembali.


...****...


Di sebuah hutan yang lebat Suro beristirahat di bawah salah satu pohon besar, bersandarkan batang pohon dia menikmati suasana yang damai.


Sudah dua hari dia pergi dari tempat guru Laras, setelah panjang lebar bercerita mengenai mustika naga Suro pun pamit, sementara Laras masih harus berada di tempat gurunya untuk menyempurnakan latihan dan tenaga dalamnya dalam menguasai Senjata Konde Naga Hitam.


Suro cukup senang sebab dia telah bertemu dengan salah satu senjata yang bisa menghancurkan kekuatan siluman selain senjata mustika yang dia pegang, berarti tinggal satu senjata lagi yang belum diketahui siapa yang pemegangnya.


Sambil bersandar Suro memejamkan matanya membayangkan wajah Laras yang berganti-gantian muncul dengan wajah Bidadari Merah. Suro hampir terlena oleh kantuknya sambil tersenyum-senyum, tapi tiba-tiba dia di kagetkan oleh sebuah suara.


"Perkara cinta, kadang menguatkan namun tak jarang menghancurkan, orang yang jatuh cinta hampir sama dengan orang gila terkadang senyum-senyum sendiri"


Mendengar suara tersebut Suro kaget dan membuka matanya, dia melayangkan pandangannya berkeliling mamun tidak ada orangnya.

__ADS_1


"Suara apa itu, suara hatiku atau suara dedemit" Suro bergumam


Suro menyandarkan lagi badannya ke pohon besar tersebut namun sebelum matanya terpejam tiba-tiba sebuah suara muncul lagi.


"Begitu besarnya akibat jatuh cinta, sampai matapun tidak bisa melihat apa yang ada di sekitar" Suara tersebut ternyata berasal dari atas pohon tempat Suro Berasandar.


"Astaga naga, aku kira dedemit, ternyata dirimu kakek" Ucap Suro kaget begitu melihat Penghulu siluman duduk ongkang-ongkang kaki diatas pohon.


"Hehehehe...." Penghulu Siluman meloncat dari pohon sambil tertawa.


"Maaf kakek aku tidak melihat kedatangan kakek, ada keperluan apa kakek menemuiku?" Tanya Suro.


"Anak muda, ada hal penting yang harus aku sampaikan kepadamu" Jawab Penghulu Siluman yang langsung duduk seenaknya di hadapan Suro.


"Perkara apa kakek?" Tanya Suro Penasaran.


"Kejadian-kejadian yang terjadi akhir-akhir ini selalu melibatkan bangsa siluman, dan kemungkinan akan datang kehadiran satu kekuatan besar dari gabungan siluman dan manusia, ada beberapa kemungkinan menghentikannya selain gabungan kekuatan penguasaan ajian siluman dan sejata naga" Jelas Penghulu Siluman.


"Apakah kiranya yang bisa menghentikannya kakek?" Tanya Suro.


"Pada awal dunia ini tercipta ada satu kitab rahasia yang didalamnya terdapat rahasia kekuatan-kekuatan, di dalam kitab ini mempunyai rahasia kekuatan yang lebih kuat dari yang ada sekarang ini, kitab tersebut bernama Kitab Rahasia Semesta, tugasmu mencarinya dan menguasai isinya" Jelas Penghulu Siluman.


"Bagaimana caranya mencari kitab tersebut kakek?" Tanya Suro Lagi


"Kau pergilah di pertemuan antara dua muara sungai, cari goa di situ sebab kitab tersebut berada di dalam sebuah goa yang berada di bawah sungai tersebut, namun kitab ini di jaga oleh tujuh mahluk yang berbentuk naga, dan tujuh lapis kekuatan dari tujuh unsur, dan juga kitab ini berada di dalam sebuah mulut mahluk yang berasal dari alam lain, bagai manapun caranya kau harus mendapatkannya" Jelas Penghulu Siluman.


"Astaga naga, bagaimana aku bisa mendapatkannya kakek, kekuatanku mana sanggup mengalahkan semua itu" Jawab Suro bingung.


"Suro, ada hal-hal yang harus dilawan dengan kekuatan dan ada hal-hal yang harus di lawan dengan kemurnian hati, pergunakan akalmu dan buka pikiranmu maka masalah sebesar apapun akan bisa kau hadapi" Jawab Penghulu Siluman.


"Iya kakek" Jawab Suro


"Dan satu lagi, kau bisa memanggilku jika memerlukan bantuan atau" Penghulu Siluman lama terdiam mandang menembus pakaian Suro "Di balik pakaianmu aku melihat ada mustika sumpah, itu bisa menjadi bantuanmu"


Suro gelagapan dan segera meraba pakaiannya dia menemukan satu benda bulat di balik pakaiannya.


"Astaga ini di kasih oleh Resi Gambut dan Resi Menggolo"


Suro seperti baru sadar kalau benda itu ada di balik pakaiannya.


"Aku pergi dulu Suro jangan lupa segera cari dan segera pergi ke pertemuan dua muara sungai, segera kuasai kitab tersebut" Ucap Penghulu Siluman Sebelum pergi.


Begitu penghulu siluman pergi, suro duduk termenung memikirkan semuanya.


"Bagaimana aku mendapatkan kitab tersebut, waduh mana penjagaannya begitu banyak, bagaimana kalau aku mati mana belum kawin lagi, Laras atau Bidadari Merah, aduh pusing biyung tolong aku" Suro menyeracau Sambil melangkah pergi dari tempat itu.


...####...


terima kasih support terus kita ya vote, comen kasih masukan dan jadikan favorit.

__ADS_1


follow ya IG: @yoyong_amilin_


__ADS_2