
Siang sudah beranjak malam, di sertai gerimis yang turun perlahan dari langit. Setelah gerimis benar-benar berhenti semua orang yang ada di Danau Ulak Libok menunggu dengan perasaan was-was akan apa yang terjadi, termasuk Suro dan Laras.
Sesekali Suro dan Laras memandang kelangit menanti apa yang akan terjadi, namun di langit belum nampak sepotong bulanpun sebab awan hitam masih bersemayam di sana.
"Mulai sekarang harus hati-hati, jangan dulu keluar dari sini sebelum keadaan benar-benar pasti, aku merasa kejadian besar akan terjadi disini" Bisik Suro kepada Laras.
"Iya, aku juga merasakan ada hawa jahat yang berputar-putar di sekitar sini" Jawab Laras.
"Pasang telinga yang lebar, hati-hati dengan apapun yang dilihat mata, aku merasa mengenal aura ini, namun entahlah aku tidak bisa mengingatnya" Jawab Suro
Laras hanya menganggukan kepalanya, baru saja mereka selesai berbicara tiba-tiba terdengar lolongan srigala bersahut-sahutan, semua orang yang ada di sana bersiaga. Selesai lolongan srigala, perlahan-lahan angin bertiup lembut menyingkirkan awan hitam yang menggantung di langit.
Suro memperhatikan pemandangan berkeliling, di sekitar Danau tersebut mungkin ada lebih dari lima puluh orang mendekam disitu, bukan hanya golongan putih dari golongan hitam juga ada.
"Apa yang akan terjadi, mengapa aku merasa akan ada kejadian besar di sini, namun apa yang akan terjadi semuanya belum pasti, kekuatan apa yang akan muncul disini?" Suro berkata dalam hati.
Mendekati tengah malam tiba-tiba terdengar lagi lolongan srigala yang bersahut-sahutan, kali ini lebih panjang dari sebelumnya, suara lolongan srigala menambah suasana tegang menjadi semakin tegang. Semua mata yang tadi awas dan siaga semakin siaga.
Tepat tengah malam tiba-tiba bulan purnama muncul di langit, namun bukan bulan seperti biasanya bulan purnama berwarna biru terang, sinarnya sangat terang sampai semua kawasan Danau Ulak Libok menjadi Biru.
Dari dalam Danau tiba-tiba muncul seperti cahaya yang mengelilingi pulau di tengah danau, pertama muncul cahaya tersebut seperti berada di dalam air, namun secara perlahan cahaya tersebut bergerak naik keatas sampai membentuk seperti kubah menutupi permukaan pulau.
Begitu cahaya tersebut terkena sinaran bulan biru, cahaya tersebut langsung berubah menjadi warna biru yang berpendar seperti kubah maha besar.
"Pusakanya muncul di tengah danau, cahaya tersebut pasti cahaya dari pusaka yang ada di danau, ayo segera rebut sebelum orang lain mengambilnya" Teriak sebuah suara di sertai sekitar lima belas orang segera berhamburan menuju pulau di tengah danau.
Setelah bayangan tersebut berlari kearah danau, yang lain juga menyusul seakan takut terlewatkan dalam perebutan pusaka tersebut, Perahu-perahu yang tertambat di pinggir danau semuanya bergerak nenuju ke pulau yang ada di danau.
"Ayo Suro, kita bergerak kesana" Ajak Laras yang bangkit dari duduknya menuju kearah danau.
__ADS_1
Suro segera memegang tangan Laras supaya jangan beranjak dulu dari sana.
"Jangan beranjak dulu, perhatikan dulu situasi yang ada jangan sampai terbawa nafsu" Jawab Suro.
Mau tidak mau Laras yang sudah siap melompat membatalkan gerakannya dan memperhatikan kejadian di tengah Danau.
Di tengah danau tiba-tiba terdengar jerit kesakitan dan kematian bersama dengan berapa orang tubuh yang berjatuhan kedalam air, dari semua orang yang tadi bergerak ketengah danau kira-kira tinggal separuh yang masih ada di tengah danau yang lainnya telah menjadi korban dari cahaya tersebut. Kejadiannya begitu cepat begitu orang-orang yang terburu-buru ketengah danau menyentuh Cahaya yang berbentuk kubah, tiba-tiba mereka merasa tubuhnya terbakar dan meledak, ada juga yang tubuhnya langsung terpotong-potong.
Melihat kejadian di tengah danau beberapa orang yang tadi belum sempat bergerak menjadi bergidik ngeri, dan satu-persatu mereka segera meninggalkan tepi danau untuk pergi, takut menjadi korban selanjutnya, di pinggir danau hanya tinggal Suro dan Laras nampak gelisah. Sementara orang yang berada di tengah danau sebagian ada yang kembali dan segera pergi namun sebagian lagi ada yang nekad, mereka menghantam kubah tersebut menggunakan senjata dan pukulan tangan kosong. Tapi hasilnya sama, setiap apapun yang terkena kubah langsung hancur dan meledak.
Kejadian tersebut hampir membuat semua orang menyerah dan meninggalkan tepian danau, namun ada juga yang masih beristirahat di tepian danau. Suro yang dari tadi mengingat-ingat aura apa yang terjadi tiba-tiba dia mengingat sesuatu yang membuat matanya bersinar.
Suro segera melompat dari tempat persembunyiannya, melewati orang-orang yang baru kembali dari danau dan nampaknya tidak berminat lagi dengan pemburuan pusaka. Melihat Suro melompat kearah danau Laras segera menyusul.
"Suro, apa yang ada di pikiranmu, bukankah kamu lihat apa yang terjadi dengan orang-orang" Laras langsung berseru.
"Kita lihat saja..." Suro menghentikan langkahnya yang sudah sampai di tepi danau, perlahan dia merasakan aura yang terpancar melalui air.
"Aku harus mencoba mengancurkan kubah tersebut, aku merasa ada sesuatu di tengah pulau" Jawab Suro.
"Tapi bagaiman caranya?" Tanya Laras bingung.
"Belum tau..." Jawab Suro sekenanya.
Laras melihat kearah Suro dengan bingung, tiba-tiba dia merasa sedih melihat Suro sepertinya nekat begitu, bagaimana kalau Suro menemui kematian seperti yang lain, Bagaimana kalau terjadi apa-apa?, berbagai pertanyaan muncul di benarnya bercampur kekhawatiran.
"Ahhh kenapa aku harus menghawatirkan pemuda ini" Gumamnya.
"Hati-hati Suro" Hanya itu kata yang keluar dari mulutnya.
__ADS_1
"Kamu tunggu disini jangan melakukan sesuatu" Jawab Suro sambil tersenyum.
Suro segera menaiki satu perahu yang berada di samping danau, dengan pasti di kayuhnya perahu ketengah danau. Beberapa orang yang memperhatikan menggelengkan kepalanya. Suro yang semakin dekat dengan kubah tersebut semakin merasakan aura dari kubah, dilihatnya kelangit bulan biru masih bersinar.
"Aura ini, merupakan aura siluman, ada apa sebenarnya yang terjadi disini?" Suro bertanya dalam benaknya.
Setelah dekat dengan kubah cahaya yang kini telah utuh berwarna biru, dia bisa merasakan aura panas lembut namun membunuh. Dengan pasti di keluarkannya pedang mustika dari pinggangnya. perahu yang dipakainya di mundurkan dua tindak, setelah menimbang-nimbang dia segera meloncat.
"ajian raja siluman...." Teriaknya sambil melompat.
Kemudian kedua tangan Suro beserta pedang berubah menjadi sinar putih, dikeningnya muncul cahaya putih, kemudian pedang di tangannya beserta seluruh tubuhnya yang telah memakai ajian raja siluman yang di dapat dari penghulu siluman segera menghantam kubah cahaya. Suara benturan tersebut menyebabkan ledakan yang mengguncang seluruh yang ada disana, kubah cahaya meledak dan hilang dari pandangan mata, air danau muncrat sampai berpuluh meter keatas, karena benturan tersebut Suro merasakan tubuhnya lemas, pedang mustika masih tergenggang erat di tangannya, semua mata melihat badan Suro meluncur deras kedalam air danau termasuk Laras.
"Surooooo" Teriak laras bergema airmatanya jatuh menetes tanpa ada yang bisa dia lakukan untuk membantu Suro.
Suro yang terjatuh deras makin lama merasakan tubuhnya makin kehilangan tenaga. sehingga dia tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghindari tubuhnya terjatuh kedalam air, sedetik kemudian Suro hilang kesadarannya dan segera meluncur kedalam air.
Disertai ledakan kedua yang berasal dari mulut gua yang ada di tengah pulau, terdengar satu suara berteriak.
"Resi Menggolo, selamatkan yang terpilih..." Teriak suara lembut.
Disertai teriakan suara tersebut tanpa ada yang melihat dari seberang danau, sebuah benda hitam mengejar tubuh Suro yang hampir jatuh kedalam air, Benda hitam yang ternyata berwujud buaya tersebut segera membawa tubuh Suro di mulutnya menuju kedalam Goa di tengah pulau. Begitu sampai di pintu goa buaya tersebut berubah menjadi seorang lelaki tua dengan pakaian serba putih, tasbih besar berwarna hitam melingkar di lehernya.
Suara yang berteriak tadi keluar menyambut tubuh Suro, ternyata dia juga seorang pria yang berpakaian serba putih dengan selempang warna putih dan di lehernya juga terkalung tasbih namun berwarna hijau giok.
"Yang terpilih....yang terpilih... untung tidak ada cidera...."
Segera dia berjalan memasuki goa sambil tangannya menggendong tubuh Suro, di ikuti oleh pria yang tadi berubah menjadi buaya. Sementara di langit bulan biru perlahan menghilang dan berganti bulan seperti biasa. Di sekitar Danau Ulak Libon tiba-tiba menjadi sepi.
...####...
__ADS_1
terima kasih support terus kita ya vote, comen kasih masukan dan jadikan favorit.
follow ya IG: @yoyong_amilin_