
Malam terasa dingin di muara rawas, Suro yang sendari tadi duduk di bangku depan penginapan memandang orang yang berdatangan. Dari siang tadi sampai malam ini begitu banyak orang yang lalu lalang, banyak juga orang luar yang datang kesini, dari pakaian mereka kelihatan kalau mereka rata-rata dari rimba persilatan.
"Hei, nggak baik malam-malam melamun" Satu suara merdu terdengar dari belakangnya.
"Ehhh...enggak" Jawab Suro gelagapan, dilihatnya Laras berdiri dengan senyum di belakangnya.
"Apa yang kamu lamunkan?" Tanya Laras
"Ahhh nggak, aku cuma memikirkan, kenapa banyak sekali orang rimba persilatan kesini, dari sore tadi berlalu lalang orang-orang yang datang" Jawab Suro
"Heeh....aku juga berpikir tentang itu, bagaimana kalau kita tanya sama pemilik penginapan?" Usul Laras
"Boleh juga..." Jawab Suro singkat.
Mereka berdua menuju kedalam penginapan melewati orang-orang yang sedang makan di kedai penginapan. Berbagai macam orang kelihatan di sana sedang menikmati santapan. Mereka datang dari wilayah yang jauh dan sepertinya sengaja datang kesini.
"Pak...." Panggil Suro ke pemilik penginapan yang sedang sibuk melayani tamu.
"Ada apa anak muda, kursi sudah terisi semua, tunggu sebentar barang kali ada yang selesai" Jawab Pemilik penginapan singkat.
"Kita bukan mau makan pak, hanya mau bertanya" Laras menimpali.
Pemilik Penginapan memandang kearah Suro dan Laras.
"Bertanya apa?, Kalian dari rimba persilatan kan?, tujuan kalian kesini sama seperti mereka kan?" Tanya pemilik penginapan bingung.
"Bukan pak, justru kita bingung kenapa banyak orang rimba persilatan datang kesini" Jawab Suro.
"Ohhh, saya juga tidak tahu pasti kenapa mereka datang, namun dari kabar yang beredar mereka datang karena memperebutkan sebuah pusaka yang ada di pulau yang berada di tengah Danau Ulak Libok, entah kabar itu benar atau tidak yang pasti setelah kabar tersebut beredar penginapan beserta kedai saya tidak pernah sepi" Jawab Pemilik penginapan.
"oooo baik pak, terima kasih" Jawab Suro dan Laras berbarengan, mereka berdua segera pergi, Kepergian mereka di sertai tatapan bingung pemilik kedai, yang kemudian geleng-geleng kepala.
...****...
Danau Ulak Libok merupakan danau yang tenang, air danau yang berwarna kuning kehijau-hijauan menambah keindahan danau ini, di tengah danau dari jauh kelihatan seperti sebuah pulau, Di atas pulau tersebut sangat banyak pohon-pohon besar yang tumbuh.
Tepat di sela akar sebuah pohon besar terdapat sebuah pintu goa, dilihat dari pintu masuknya dan tidak ada gundukan di belakangnya jelas goa tersebut mengarah ke dalam tanah, dan di pastikan di dalam tanah terdapat ruangan dari pintu tersebut.
__ADS_1
Di atas sebuah pohon yang rimbun Suro bersama Laras duduk memperhatikan keadaan di sekitar danau, dari tempatnya duduk Suro dapat melihat sebenarnya banyak orang yang bersembunyi di sekitar danau. Orang-orang yang berada di sekitar danau sepertinya ada yang bermalam di sana.
Dari arah jauh kelihatan dua buah kuda yang datang dengan tergesah-gesah. Begitu sampai di tepi danau penunggangnya segera turun dari kuda dan melepaskan kudanya.
Kedua orang yang datang tersebut merupakan satu orang laki-laki dan perempuan yang menggunakan pakaian berwarna kuning dengan lambang rantai di dada masing-masing pakaiannya, mereka terkenal dengan julukan sepasang rantai emas dari utara.
"Semoga kita tidak terlambat kakang" Suara perempuan tersebut berkata.
"Iya, semoga saja belum ada yang mengambil pusaka tersebut" Jawab yang pria.
"Sepertinya sebentar lagi akan banyak yang datang kesini, ada baiknya kita mencari tempat bersembunyi sambil melihat situasi, sebelum senjata tersebut keluar" Jawab Yang perempuan
"Aku merasa sekarang juga sudah banyak orang yang berada disini" Jawab yang pria
Dengan gerakan yang ringan mereka meloncat ke salah satu cabang pohon.
Makin siang makin banyak orang yang datang, namun semua orang yang datang belum ada yang menyeberang menuju pulau di tengah danau. Mereka semua berkumpul di pinggir danau, ada juga beberapa orang yang sulit di jajaki tingkat ketinggian ilmunya sedang bersembunyi.
"Kenapa tidak ada yang menyeberang?" Tanya Laras bingung
"Sepertinya mereka menunggu sesuatu, kita lihat saja" Jawab Suro.
Di sudut sebelah selatan dari danau kelihatan orang satu perguruan sedang berkelahi dengan salah satu kelompok.
"Kalian rampok sungai rawas, hari ini kematian kalian akan tiba" Bentak salah satu dari orang-orang perguruan tersebut.
"Orang-orang perguruan ruyung angin, biasanya hanya sesumbar" Ejek orang yang di panggil rampok sungai rawas.
Perkelahian diantara mereka tidak terelakan, pekik kematian sahut-sahutan dari perkelahian tersebut. Orang-orang tidak ada yang mencampuri, mereka pada menonton perkelahian tersebut.
Cukup lama perkelahian itu terjadi banyak dari orang-orang perguruan ruyung angin yang terluka, namun di kubu rampok sungai rawas lebih mengenaskan lagi, semua anggotanya mati di bantai perguruan ruyung angin.
Melihat banyak teman-temannya yang terluka salah seorang dari mereka berkata.
"Sepertinya kita tidak bisa meneruskan misi ini, sebaiknya kita pulang ke perguruan untuk mengobati saudara kita yang terluka" Ucapnya.
"Iya sebaikya kita pulang ke perguruan, aku yakin guru tidak akan marah, lagian membasmi rampok sungai rawas juga merupakan misi kita" Jawab yang lain.
__ADS_1
Tanpa menunggu lebih lama mereka semua segera putar haluan pergi dari tempat itu untuk pulang keperguruan mereka. Suro dari persembunyiannya melihat kejadian itu dengan menggeleng-gelengkan kepala.
...****...
Setelah kepergian orang-orang dari perguruan ruyung angin suasana di sekitar danau ulak libok menjadi sunyi, semua orang terdiam sambil menunggu, yang membuat Suro dan Laras yang memang tidak tahu apa-apa menjadi bingung apa yang di tunggu orang banyak.
Suasana yang sunyi tiba-tiba di pecahkan oleh suara teriakan burung elang di udara, semua mata memandang elang tersebut, burung elang berwarna putih namun di kepalanya hitam legam berputar-putar, belum habis kekagetan semua orang karena kehadiran burung elang tersebut, tiba-tiba terdengar suara tawa membahana dan bentakan keras.
"Hahahahhaa....Orang-orang keblinger untuk apa berada disini, apakah kalian semua mencari mati"
Bentakan suara tersebut berasal dari orang tua yang baru datang, dengan gerakan ringan dia berdiri di samping danau, matanya tajam berputar-putar liar, orang tua yang bertubuh kurus tersebut memegang tongkat yang berasal dari tulang manusia yang disusun sedemikian rupa, dengan pegangan atasnya berasal dari tengkorak manusia, dilihat dari cirinya orang tersebut tak lain dan tak bukan merupakan Datuk Lembah Tengkorak yang sudah dipenuhi dendam.
...****...
Bagaimana datuk lembah tengkorak bisa berada di Danau Ulak Libok?. Setelah keluar dari lembah tengkorak dia berjalan menyusuri jalanan mengikuti penglihatan dari elang yang di beri makhluk berwujud air.
Dalam perjalanan demi memendam dendam yang dia rasakan atas kematian murid-muridnya, dia membantai siapa saja yang di temui di jalan baik golongan hitam maupun putih semua dia bantai, demi memuaskan dendam di hatinya. Setelah mendengar kabar kematian muridnya dan berkat hasutan dari makhluk berwujud air, di hatinya di penuhi dendam membara terhadap semua orang yang berasal dari rimba persilatan, yang membuat dia membantai siapa saja dari rimba persilatan yang dia temui.
Tiba suatu ketika burung elang menuntunnya menuju wilayah muara rawas ini, dan di saat orang-orang berkumpul di Danau Ulak Libok dia muncul mengagetkan semua orang.
"Siapa diantara kalian yang bergelar Pendekar Naga Hitam, sebaiknya segera berlutut dihadapanku untuk minta pengampunan, biar kepalanya aku jadikan pegangan tongkat...Hahahaaha"
Kembali bentak Datuk Lembah Hitam membahana menerpa tempat tersebut. Mendengar bentakan tersebut Suro menjadi kaget.
"Siapa orang ini?, ada dendam apa dia mencariku" Batin Suro nampak berpikir.
Datuk Lembah Tengkorak yang sendari datang sudah menunjukan amarahnya tak tunggu lama-lama, segera memukulkan tongkatnya kesegala penjuru tempat orang bersembunyi.
"Orang-orang keblinger aku akan membunuh kalian semua...hahahaha" teriak Datuk Lembah Tengkorak sambil memukul-mukul kan tongkatnya.
Ditempat persembunyian Suro yang sudah mau meloncat kearah Datuk lembah tengkorak menghentikan gerakannya, mendengar sebuah bentakan tak kalah kerasnya di sertai dua pasang tubuh yang meloncat kearahnya.
"Orang tua keparat, kau mencari mati disini..." Bentakan keras membahana tersebut membuat semua orang yang ada di situ terdiam.
...####...
terima kasih support terus kita ya vote, comen kasih masukan dan jadikan favorit.
__ADS_1
follow ya IG: @yoyong_amilin_