
Suasana malam di Desa Tulung Agung sama seperti biasanya, orang-orang mengadakan jaga malam sesuai anjuran tetua kampung. Tiap malam jumlah orang yang mengadakan jaga malam diatur sedemikian rupa, sehingga semua kepala keluarga atau lelaki di dalam kampung kebagian jadwal jaga malam.
Seperti biasa sebelum mereka berjaga keliling kampung para penjaga berkumpul di pos ronda yang di buat di tengah dusun.
"Min, itu anakmu si Jaka kok belum menikah?" Tanya seorang peronda kepada kawannya.
"Gak tahu, belum ada jodohnya mungkin" Jawab orang yang di panggil.
"Kenapa kamu nggak melamar anaknya Pak Mantri, siapa itu namanya Siti, anaknya selain cantik juga Rajin" Jawab temannya yang tadi bertanya.
"Iyalah nikahin aja anakmu biar kita bisa makan-makan" celetuk temanya yang lain.
"Ahh kau ini san, hanya makan saja yang jadi pikiranmu" Yang lain menjawab.
"Kan yang palin enak makan, kalau ada yang nikah lumayan makan-makan....hahaha" Orang yang tadi di bilangin menjawab.
Suasana di pos jaga seperti ini tiap malam terjadi, untuk menghilangkan rasa ngantuk biasanya orang-orang yang jaga malam selalu mengisinya dengan bercanda.
Sedang gembira ketawa-ketawa para penjaga malam tiba-tiba di kagetkan dengan suara teriakan.
"Tolongggg....tolongggg...." Teriak sebuah suara memecah hening.
Mendengar teriakan tersebut semua orang di pos jaga kaget.
"Seperti suara minta tolong dari arah sana" Tunjuk salah satu orang diantara mereka.
Mendengar itu semua, mereka segera berlari menuju ke sumber suara, bukan hanya mereka yang berlari menuju sumber suara namun beberapa orang yang tidak ikut jaga malam juga berlari. Sesampai di tempat orang yang berteriak minta tolong warga sudah ramai berkumpul.
"Ada apa kok, bu Sumirah pingsan?" Tanya warga melihat salah satu orang pingsan.
"Si Rita, ada yang menculiknya..." Jawab satu suara menyahut.
"hah....menculik, bagaimana bisa?" Tanya yang lain.
__ADS_1
"Gak tau, tadi ada satu orang mendobrak pintu dan tiba-tiba membawa lari Rita yang sedang tidur" Jawab yang lain.
Kampung Tulung Agung yang tadinya sunyi senyap menjadi ramai, beberapa orang laki-laki yang ada di kampung tersebut segera berlari bergerombol mengejar kearah mana saja kemungkinan penculik membawa tubuh Rita Kabur.
Sampai siang hari mereka mencari namun tidak bertemu dengan Rita yang di culik, semua orang yang ada di kampung tersebut menjadi khawatir terutama yang punya anak gadis.
Kabar penculikan tersebar dimana-mana, kabar-kabar yang beredar sudah ada tujuh anak gadis yang di culik dari tujuh kampung berbeda.
"Bagaimana pak tetua, ini sangat meresahkan, jangan sampai ada lagi warga kita yang kena culik" Seorang warga menyampaikan kegelisahannya begitu ketua kampung mengumpulkan warga di siang harinya.
"Ini juga yang menjadi kegelisahanku, jangan sampai ada lagi warga kita yang di culik, kabar yang aku dapatkan ada tujuh kampung yang mengalami kejadian seperti kita" Jawab Tetua kampung berwibawa.
"Apa yang akan kita lakukan tetua?" Tanya salah seorang.
"Kita harus mengantisipasi hal serupa terulang lagi sambil mencari penculik Rita, kita harus melipat gandakan jaga malam, dan bukan hanya terfokus pada satu tempat namun harus menyebar dari seluruh kampung kita" Jawab tetua kampung.
"Baik tetua, kami akan mengatur jadwalnya" Jawab warga kompak.
"kejadian apa yang akan menimpa dunia, kenapa bisa menculik para gadis, apakah ada orang yang ngelmu sehingga hal ini harus terjadi" Gumam tetua kampung.
Kampung-kampung yang mengalami penculikan juga mengambil langkah yang sama, mereka meningkatkan kewaspadaan dengan cara menambah jumlah jaga malam, dan tiap sudut kampung di penuhi dengan penerangan sehingga kampung mereka menjadi terang benderang di tiap sudut.
Setelah warga melakukan aksi-aksi pencegahan keamanan seperti itu hari-hari selanjutnya belum terdengar lagi, ada anak gadis yang di culik.
...****...
Di dalam persembunyiannya di bawah bukit batu kapur, Srigala mengamuk mendengar laporan dari anak buahnya.
"Dasar manusia-manusia, tunggu saja saatnya kalian akan berlutut di hadapanku, aku tidak akan melepaskan kalian sebelum kalian bisa mengakui bahwa hanya aku yang harus kalian puja" Bentaknya mengandung kemarahan, tubuhnya berkali-kali memukulkan tangannya ke dinding.
"Maaf ratu, kami baru bisa menculik tujuh orang wanita, tapi kami akan mencari celah yang lain agar bisa menambah jumlah sesajen kita, sebenarnya kami bisa saja menerobos mereka yang berjaga namun seperti perintahmu jangan menampakan diri dulu di hadapan manusia, jadi kami belum berani menculik secara terang-terangan" Jelas salah satu dari mereka bertiga.
"Tidak apa-apa ini bukan salah kalian, kalian ulur dulu waktunya nanti mereka lengah baru mulai aksi lagi, bagaimana usaha kalian membujuk tokoh rimba persilatan golongan hitam untuk bergabung dengan kita" Tanya Srigala lagi.
__ADS_1
"Iya Ratu, kami sudah berhasil membujuk berapa orang, untuk bergabung bersama kita, namun masih sedikit, baru lima belas tokoh persilatan yang berhasil kami bujuk, Mungkin tidak lama lagi mereka akan bergabung dengan kita di sini" Jawab mereka lagi
"Bagus...bagus.... yang bergabung nanti kita suruh mencari orang lagi yang akan bergabung dengan kita, tambah banyak tambah bagus, tempat kita ini bisa menampung hampir seribu orang" Jawab Srigala.
"Bagaimana mungkin ratu, kalau seribu orang masuk kesini akan berada dimana mereka?" Tanya mereka bingung.
"Hihihihi....Kamu tidak tahu tempat ini di bangun tiga ribu tahun lalu, dengan menyimpan rahasia-rahasia tersendiri" Jawab Srigala sambil berjalan turun dari tempat duduknya dan menuju ke salah satu dinding yang tidak ada perabotannya.
Mereka bertiga hanya memperhatikan apa yang dilakukan srigala yang mereka panggil ratu. Tiba-tiba tangan srigala memencet tombol yang ada di dinding yang membuat dinding luas tersebut bergetar dan bergerak kesamping. Begitu dinding tersebut terbuka mereka terbelalak menyaksikan pemandangan yang ada di depan mereka. Di balik dinding tersebut terdapat sebuah ruangan yang luasnya hampir seperti lapangan sepakbola, di sekelilingnya terdapat pintu-pintu kamar.
"Tempat ini selain sebagai tempat persembunyian juga merupakan istanah, dari sinilah nanti pemerintahan kita akan diatur tentu setelah kita menguasai dunia manusia dan dunia siluman, apa lagi tempat ini tersembunyi kita bisa leluasa disini tanpa ada manusia dan siluman yang bisa tahu tempat ini kecuali mereka yang sudah bergabung dengan kita..... hihihihi" Jawab Srigala sambil cekikikan.
"Yang mulia ratu, sungguh kami terkagung-kagum melihat tempat ini" Jawab Mereka.
"Hihihi....ini baru sedikit yang kalian tahu, dan jangan lupa setiap orang yang sudah bergabung dengan kita segera beri mereka minum air Sumpah, sebab jika tidak mereka tidak akan menemukan tempat ini" Ucap Srigala.
"Iya yang mulia Ratu, kami tidak aka lupa?" Jawab mereka
"Bagus, kalian bertiga nantinya akan aku lantik jadi penasehatku jika kekuatan kita telah terbentuk" Jawab Srigala.
"Terima kasih Ratu, kapan kita akan terang-terangan muncul di hadapan manusia, bukan hanya menjadi bayang-bayang" Jawab mereka bertiga sambil berjongkok.
"Tunggu kekuatan kita menjadi kuat, sebelum aku bisa kembali ke wujudku yang sebenarnya, kekuatanku juga belum sempurnah, untuk sementara biar penasihat kerajaan siluman yang sudah bergabung dengan kita, yang membisikan kejahatan pada manusia" Jawab Srigala Tegas.
Tiba-tiba di atas mereka terdengar langkah kaki sekitar sepuluh orang, si srigala segera mendongakan kepalanya dan dia dapat merasakan siapa yang datang.
"Bagus-bagus orang yang akan bergabung sudah datang, segera jemput mereka dan ajak masuk....hihihihihi" Jawab Srigala.
ketiga orang itu segera berlari menuju keluar menyambut orang-orang yang baru datang.
...####...
terima kasih support terus kita ya vote, comen kasih masukan dan jadikan favorit.
__ADS_1
follow ya IG: @yoyong_amilin_