Pendidikan Itu Penting

Pendidikan Itu Penting
Tugas lagi


__ADS_3

"Bagaimana sudah datang semuanya?" tanya Niken yang sebenarnya juga masih ragu


"Belum" kata HAZRI singkat


"kalian semua bawa uang kan" tanya Robin yang sebenarnya takut kalau teman-temannya berhutang


"Bawa kok santai saja" kata Bertina yang seakan membuat rasa khawatirnya Robin menghilang


"Mau makan harus bayar dong" kata Rusman yang memegang tangannya Fika


"Ya harus itu" kata Robin yang merapikan pakaian, rambut dan jam tangan nya


"Tenang aja Bin, kau tidak akan bangkrut kok" kata Ambran


"Amin" kata Robin


"Udah lumayan banyak nih Bagaimana kalau kita kerjakan sekarang saja biar kita cepat pulang plus nonton aku mau lanjut nonton Spiderman" kata pither


"Ya pither apaan sih kerja tugas nya saja belum mulai tiba-tiba kepikiran soal Spiderman pula" kesal Gresya


"Namanya juga anak cowo" kata Niken yang mengerti bahwa setiap cowok itu punya kesukaan yang berbeda beda


"Niken tumben sendiri tidak mengajak pacarmu ya atau kakakmu, kau kan tidak pernah jalan sendiri" pancing kila agar Niken terbawa emosi tapi nyatanya Niken mah santai orang nya


"Kakakku sibuk dengan tugas kuliahnya, pacarku siapa lagi?


Sovtan" kata Niken yang ceplas-ceplos kalau bicara sama kila yang seolah-olah lupa kalau sekarang dirinya sedang ada di restoran dan lupa di restoran sedang banyak orang


"Nah siapa itu?" kata Joyril menakutkan


"Bukan siapa-siapa" kata Niken dengan wajah datar


"Yakin" wajah Joyril menatap wajah Niken yang seolah-olah tidak percaya dengan perkataan Niken


"Kenapa menatap wajah ku seperti itu?" kata Niken yang tidak terima di lihat seperti itu


"Jangan saling tatap-tatapan loh bisa-bisa kalian dua itu jodoh" kata Ambran mengolok


"Aduh cemburu lah si Tayo ni" kata kila sambil ketawa


"Memang sih buaya betina itu, tidak tau trauma incar terus cowo" kata Bertina yang ikut mengolok


"Enak saja mulutmu ya aku tetap setia sama satu cowok ya, jangan sembarang bicara deh kalau tidak tau fakta" kata Niken yang mulai kesal.


Seharusnya hubungan nya dengan sovtan di privasi itu sebabnya Niken punya dua wa satu untuk tugas, satu untuk bucin.


"Sudah ah kalau bicara terus kapan kita kerja tugasnya?" tanya Niken kesal karena belum makan dari tadi pulang sekolah


"Nah pasti lupa bawa uang ni, ya udah ayo kita kerjakan tugasnya biar cepat selesai!" kata Gresya yang paling cepat kalau soal cafe, soal restoran dan soal apapun yang berbau ke kota-kotaan


"Ya habis itu kalian semua langsung pulang ya!" kata Robin


"Mengusir ya loh Bin" kata Ambran yang tidak terima karena masih mau nongkrong


"Udah ni kita kerja kan tugasnya sekarang" kata Hazri


"Kita sambil satu perusahaan restoran nya Robin, dua perusahaan restoran nya kakakku, tiga perusahaan cafe di samping bandara, empat perusahaan di cafe zone sebelah kantor polisi" kata Niken mengusulkan saran pada teman-teman nya


"wah kalau cafe Zone kan tidak menentu, apalagi dalam kondisi nya yang saat ini sepi" kata Ambran


"Ya bukan berarti mereka tidak harus bayar pajak ya, bayar pajak kan wajib seperti di hukum UUD pasal 23 ayat 2


Pajak merupakan hal wajib bagi setiap setiap warga negara" kata Niken yang menjelaskan tentang hukum pajak


"Ini kan ekonomi udah deh jangan bahas pkn" kata Ambran yang ikut pusing


"Tapi kan kaitannya ekonomi dan pkn kan ada apalagi tentang pajak, materi yang kita pelajari saat ini" kata Niken yang melanjutkan perdebatan nya


"Ini bukunya kalau dia gajinya dari 500-5.000.000 berarti dia harus bayar pajak 0,5% kalau dia gajiannya dari 5.000.000-15.000.000 berarti dia harus bayar pajak sekitar 15% , kalau gajinya 15.000.000-50.000.000 berarti harus bayar pajak 25%, kalau gajinya 50.000.000 ke atas berarti harus bayar pajak 30% setiap bulannya" jelas Hazri selain ketua kelas dia juga orangnya pintar meskipun terkadang dia di cap sebagai ketua kelas tidak guna, Hazri tidak peduli dengan julukan seperti itu. Hazri selalu mendapat peringkat 1 di kelasnya bahkan pas kelas 10 dia lulus ekonomi tingkat provinsi setelah itu dia tidak lulus ke tingkat Nasional karena saingannya lebih banyak dan yang bisa masuk ke Tingkat nasional hanya yang dapat juara 1 saja


"Nah tergantung lagi kalau misalnya dia sudah menikah harus bayar pajak sekitar 30.000.000 dan di hitung lagi sampai 3 anaknya kalau lebih mah tidak di hitung 1 anak pajaknya 3.000.000 lalu di jumlah dulu semuanya dari dia nikah hingga jumlah anaknya, kemudian di bagi dengan per persen hasil yang harus di bayar kan pajaknya setelah itu di kalikan 12 kan 1 tahun ada 12 bulan" kata Niken menjelaskan.


Niken juga pintar orang nya biasalah penerusnya Dino.


"Restoran ku 1 bulan pendapat nya sekitar 60.000.000 berarti aku harus bayar 30% dong dan aku punya tiga saudara jadi 30.000.000+ 9.000.000\= hasilnya adalah 39.000.000 lalu dibagi 30% setelah itu di bagi lagi dengan 12 bulan berati hasil pajak yang harus aku bayar adalah 5.000.000 dong" kata Robin


"Jangan terburu-buru dulu seharusnya kamu jumlah kan lagi 39.000.000 dibagi 30% setelah dapat hasilnya baru di jumlah dengan 5.000.000 " kata Niken menjelaskan


"Ya ni orang kaya kok pelit amat ya" kata Ambran dan Joyril mengolok-olok Robin


"kalian berdua diam!" kata Robin marah dan tangannya mengepal seperti mau menghajar Ambran dan Joyril dengan satu tumbukan

__ADS_1


"Nah kalau sudah dapat hasilnya kita coba hitung perusahaan milik kakakku sekitar 65.000.000 perbulan, tidak jauh-jauh amat ya perbedaan nya dengan perusahaan Robin pasti hasilnya tidak jauh-jauh berbeda juga dengan pajak yang harus Robin bayar" kata Niken yang seolah-olah sudah tau jawabannya


Niken mengecek ponselnya tiba-tiba dapat telpon dari Tuyul biadab yang berati sedang menelepon dia sekarang ini adalah Dino


"Siapa itu?" kata kila kepo


"Kakakku dia menyuruh ku pulang, dan ya sekarang aku harus pulang aku sekarang semua tugasnya pada Bimo ya" kata Niken yang menyerahkan semuanya pada Bimo


"Eh apa-apa ini?" kata Bimo bingung yang tidak mengerti harus berbuat apa


"Santai aja itu semua sudah selesai kok tinggal di kasih tebal saja sama spidol dan di gambar saja aku tau kok kamu jago menggambar ya udah teman-teman ya aku cabut" kata Niken yang menjelaskan pada Bimo sekalian pamit pada teman-teman nya


"Bin aku pesan satu Ayam panggang,sayur asem, sapi rica-rica, sayur sop wortel dan salad buah ya" kata Niken memesan makanan untuk kakaknya dan juga dirinya soalnya belum sempat masak di rumah tadi


"Banyak amat pesanan mu" kata Bertina yang berharap minta di traktir


"Ya sayang banget si Niken harus pulang padahal berharap bisa makan gratis di restoran nya Robin" kata kila melihat Robin dengan wajah yang mengolok


"Enak saja gratis bayar ya sekarang tidak ada yang gratis" kata Robin kesal


"Tenang saja aku sudah bayar sama cash nya kok" kata Niken yang langsung keluar setelah pesanan nya sampai dan menuju mobilnya Dino


"Aku ikut bisa tidak?" kata kila


"Hm boleh tugasmu kan juga sudah selesai" kata Niken langsung mengajak kila


sesampainya di mobil mereka berbicara dan tentunya kila sangat senang bisa jalan-jalan dengan kekasih pujaan hatinya yang sudah lama kila menyukai Dino tapi tidak kesampaian karena umur mereka beda jauh


"Maaf ya, kakak tidak bermaksud menyuruh mu untuk cepat pulang, kakak cepat-cepat menjemput mu karena kakak ingat kamu dari pulang sekolah belum makan mandi langsung kembali lagi ke sekolah" kata Dino yang berbicara pada Niken tepat duduk di sampingnya sambil mengemudi mobil


"Jadi kakak yang bawa mobil ini kan aku tadi yang bawanya sendiri pas pulang dari sekolah" kata Niken yang masih heran Kenapa mobilnya tiba-tiba hilang


"Tepat sekali" kata Dino


"Lalu kak bagaimana dengan kuncinya?" kata Niken yang bertanya-tanya


"Ya kan kakak punya kunci cadangan nya" kata Dino


soalnya kunci yang aslinya ada pada Niken makannya Niken bertanya-tanya pada Dino


masalah mobil Dino melihat mobil itu menganggur sendirian sedangkan di parkiran restoran Robin hanya ada sekumpulan motor tidak ada mobil hanya satu saja mobil.


"Wah Dino kakak yang penuh perhatian dan pengertian ya Niken beruntung punya kakak seperti Dino" kata kila di dalam hatinya


"Kila kenapa diam saja?" kata Niken yang merasa heran kenapa bestie itu diam-diam aja sedari tadi di mobil


"Oh tidak apa-apa kok seriusan kan tugas ekonomi ku sudah selesai" kata kila yang masih tidak percaya kalau tugasnya sudah selesai


"Ya" kata Niken dan Dino datar


di situlah kila deg deg degan karena suasana perasaannya yang tidak normal


Ketika sudah sampai di rumah Dino


"Udah langsung masuk saja kakak sudah siapkan makan untuk kalian berdua, kakak tadi masak untuk kalian" kata Dino yang sangat ramah


"aduh kakak kok repot sih" kata kila yang sebenarnya mau tapi malu


"Kakak aku juga udah pesan kan kakak makanan loh" kata Niken yang juga mengerti kalau kakaknya pasti lapar juga


"Udah kamu simpan saja itu di kulkas buat bekal kamu besok" kata Dino


Mereka bertiga sama-sama makan di rumahnya Dino dan sudah jam 8.47 sudah saatnya Dino mengantarkan Kila pulang


"Aduh kak maaf tidak usah repot-repot kak" kata kila yang sebenarnya mau tapi malu


"Tidak papa tidak repot kok" kata Dino yang langsung menyiapkan kunci mobilnya dan langsung jalan menuju mobil dan di susul oleh kila


...WhatsApp...


^^^Sorry guys kita makan-makan^^^


^^^nya di restoran lain waktu saja^^^


Joyril


Sayang banget loh


tidak ikutan mana


sekalian nonton

__ADS_1


bioskop lagi


Ambran


seru banget loh


bioskop tapi kurang


seru karena tidak ada


Niken Prikitam


Aranna kemello


Vano


Tidak ada Niken


tidak seru


kami nonton bioskop


cuman 1 menit saja kok


setelah itu kami semua


pulang


Bimo


Betul kami tidak betah


banget kalau tidak


ada Niken


^^^weh Agama ^^^


^^^kalian belajar^^^


^^^apa weh?^^^


Kila


belajar menjadi atheis


kalau masuk pintu


tidak ucapkan salam


ketuk pintu


ucapkan P


^^^yok join^^^


Kila


Gas


^^^Pkn kalian^^^


^^^belajar apa?^^^


Vano


belajar korupsi


^^^kalau ekonomi^^^


Ambran


belajar menghutang


^^^^^^sejarah?^^^^^^


mengingat


masa lalu bersama


mantan

__ADS_1


__ADS_2