
kemarin kan kisahnya Niken dan sahabat nya sekarang kisahnya Dino lagi, Karena mereka bersaudara kisah mereka hampir sama terutama di kampus
Dan di kampus internasional yang Dino ambil sebagai teknik penerbangan dan mengambil jurusan itu karena dia berharap bisa memiliki pesawat pribadinya.
Dan Dino telah bertemu dengan Brooklyn sebagai seorang mahasiswa dari Belanda dan Dino dari Indonesia mereka bertemu di colmar negeri dongeng Prancis dan mereka juga satu kelas, dari semester awal hingga sekarang mereka semester 4 dan sebentar lagi mereka lulus kuliah dan ada juga yang sudah kerja dan menjadi magang di luar negeri dan mempunyai pesawat pribadinya untuk di bawakan di negara mana saja yang mereka inginkan.
Dino melihat Brooklyn mirip seperti kekasih pujaan hatinya dahulu yaitu Plemi yang sudah lama meninggalkan nya karena sebuah penyakit dan Dino mengingat kembali kisah di masa lalunya dan mulai menemukan penggantinya Plemi dan Dino juga masih ingat di mana Plemi di kuburkan, Plemi mungkin ada hubungan keluarga dengan Brooklyn atau kebetulan saja mereka bisa mirip.
"Din, ini seriusan kamu kan?" tanya Brooklyn sembari memegang tangannya Dino dan beralih tangannya kepundak Dino
"Ya serius ini aku" kata Dino berkata bahwa dia serius
"Kamu Dino kan, kakaknya Niken kan akhirnya kita kembali bertemu lagi" kata Brooklyn yang seperti nya terharu melihat pertemuan nya dengan Dino
"Ya ini aku, serius ini aku" kata Dino merapikan rompinya dan berjalan-jalan di atas gunung
"Syukurlah Din akhirnya kita bisa bertemu lagi setelah sekian lamanya kita gak bertemu" kata Brooklyn terharu dan terkagum yang melihat Dino yang semakin hari semakin tampan
"Hehehehe" kata Dino tertawa tipis-tipis
"Kenapa sih kamu baru muncul aku sudah sangat kangen banget tau sama kamu, dan kamu sudah sangat lama tidak datang ke kampus untuk kuliah" kata Brooklyn seperti orang yang kagum dengan Dino
"Hm, aku selama ini kuliah kok" kata Dino dengan nada yang datar
__ADS_1
"Kamu kuliah tapi kenapa gak ke kampus" kata Brooklyn yang merasa seperti di tipu oleh Dino
"Ya serius, aku jujur, aku selama ini kuliah kok, tapi aku lebih memilih kuliah online dibanding kuliah ke kampus soalnya, adek aku sakit dia gak mau di tinggal makanya, aku memilih untuk kuliah online untuk kesembuhan nya, oh ya sebentar lagi kita ujian kan makannya aku harus datang ke kampus, biar nilai ujian ku tinggi juga dan biar bisa cepat lulus" kata Dino dengan semangat yang tinggi
"Bagus itu Din, ternyata bukan karena kamu mempunyai banyak talenta dan sifat mu sangat mulia, kamu sangat menyayangi adek-adekmu" kata Brooklyn yang hatinya sangat tersentuh mendengar perkataan Dino
"Gak papa kok itu kan sudah menjadi tugas dan kewajiban ku sebagai seorang kakak" kata Dino langsung melihat ke alam-alam yang ada di colmar
"Hm, Din pasti Niken sangat menyayangi mu" kata Brooklyn merapikan kaca matanya
"Di umurnya yang segitu pun masih bermanja-manja padaku dan berkata terima kasih banyak kakak, aku sayang kakak" kata Dino menceritakan dan meniru gayanya Niken
"Kamu beruntung Din" kata Brooklyn yang menyembunyikan perasaannya sedihnya kepada Dino
"Gak seberapa kok" kata Dino santai tapi tidak mengerti apa yang Brooklyn rasakan tidak seperti Niken mungkin dia sudah mengerti apa yang Brooklyn maksud
"Wow keren ya kampus nya sudah selesai semakin cantik saja" kata Dino yang kagum melihat perubahan baru yang ada di kampus nya
"Tentu saja Din, dan selama kamu gak ada di kampus banyak loh teman-teman sekelas kita yang sudah tidak kuliah lagi, dan banyak juga loh teman-teman sekelas kita yang baru saja baru di kampus dan kelas kita berasal dari negeri yang berbeda juga" kata Brooklyn memberi tahukan info kepada Dino
"Bagus dong berarti mereka semua semangat untuk kuliah" kata Dino yang penasaran apa yang terjadi di kampus selama dia gak ada
"Terus Din, organisasi-organisasi di kampus ini makin aktif loh, banyak kinerja-kinerja yang sangat di butuhkan di kampus tapi proses sangat lambat mungkin kamu bisa mempercepat dan membantu proses kinerja di kampus itu dan pelatihan di kampus agar bisa secepatnya lulus juga dan meninggal kan kampus ini dan juga mengharumkan nama baik Indonesia" kata Brooklyn memperlihatkan peta-peta yang ada di tempel di sekitar kampus
__ADS_1
"Wow ini ada juga petunjuk cara kerjanya ya" kata Dino yang barusan melihat kertas karton yang menempel di dinding kampus
"Nah itu lah banyak hal-hal yang baru di sekitar kampus" kata Brooklyn
"Bagus itu bagaimana kalau kita ke kelas saja kebetulan kita kan masih satu kelas, syukurlah ya kalau kita masih satu kelas kita bisa ke kelas sama-sama" kata Dino berjalan di sampingnya Brooklyn
"Memangnya kamu masih ingat jalan menuju" kata Brooklyn yang sangat meragukan Dino
"Puji Tuhan Masih ingat kok" kata Dino yang selalu bersyukur apa yang Tuhan berikan kepadanya
"Baguslah ini kelas kita" kata Brooklyn dan memperlihatkan kelas barunya
"Wow keren" kata Dino
"Bagaimana kalau nanti sore atau nanti malam kita pergi ke kuburan nya Plemi" kata Dino dan Brooklyn bersama hingga akhirnya mereka berdua bingung siapa yang seharusnya berbicara duluan dan akhirnya mereka berdua diam
"Kenapa diam?" tanya Dino setelah beberapa saat diam sejenak dan suasananya hening
"Gak papa tapi kamu masih ingat gak jalan menuju kuburannya Plemi" kata Brooklyn yang benar-benar lupa dan dia juga benar-benar lupa dimana keberadaan kuburan Plemi
"Puji Tuhan aku masih ingat dan aku kasih tau kamu bagaimana kalau nanti sore saja sekitar jam 5 sampai jam 7 malam kita ziarah ke kuburan nya Plemi" kata Dino sudah mengatur rencana
"Baiklah aku mengikuti mu, dan ternyata selama ini kamu punya hubungan dekat dengan Plemi ya" kata Brooklyn
__ADS_1
"Ya dulu dia menjadi kekasih pujaan hatiku semenjak tahun 2021 dan saat tahun baru 2022 dia pergi meninggalkanku" kata Dino yang masih termenung betapa tulusnya Plemi padanya saat itu
"Ya aku tau itu dan selama ini Plemi telah bercerita kepadaku tentang dirimu, dan semuanya tentang dirimu bahkan kepada keluarga besarnya Plemi juga sebelum dia pergi meninggalkan mu dan begitu juga dengan ku sebelum aku mengenal mu lebih dekat Plemi pernah menceritakan dirimu kepadaku" kata Brooklyn