Pendidikan Itu Penting

Pendidikan Itu Penting
pelajaran berharga


__ADS_3

Niken baru saja pulang dari sekolah nya, ia melihat kemello sedang duduk di teras rumah nya lalu kemello melihat Niken yang baru saja pulang


"Niken putriku sini dulu" kata kemello yang memanggilnya


"Ya ada apa pa?" tanya Niken dengan perasaan yang gugup dan merasa canggung


Dan Niken mendekatkan dirinya kepada kemello, lalu kemello mengelus kepala dan rambut nya Niken


"Putriku sekarang sudah SMA ya" kata kemello yang menyuruh Niken untuk berbaring di pangkuannya


"Bukan lagi SMA pa, tapi masa SMA ku sudah mau berakhir" kata Niken yang mulai bercerita karena sudah sekian lama mereka tidak bercerita


"Kamu sudah tentukan pilihanmu kan, aku tau yang terbaik untukmu dan aku sebagai bapa tau apa yang kamu inginkan, kamu pasti ingin menjadi penerusnya mamamu kan, aku yakin kamu bisa menggantikan posisi nya menjadi seorang polisi wanita yang sukses" kata kemello sambil mencium pucuk kepala putrinya itu


"Ya pa semoga aja" kata Niken penuh harapan


"Sekarang kamu ganti baju dan segera ke dapur ya!" perintah kemello


karena di rumah hanya ada mereka berdua bapa dan anak


Niken langsung mengerjakan apa yang kemello perintah kan padanya


"Tumben kamu awal pulang ya. Tumben ya anak SMA awal pulang" kata kemello


"Awalnya gimana nya pa ini sudah jam 3 sore kok di bilang awal sih pa, btw Tania dan vilnia kemana pa?" tanya Niken heran tidak seperti biasanya dia hanya di rumah bersama sang ayah


"Tania masih ada kegiatan di sekolah nya, kalau vilnia bersama papanya Fredly sebentar lagi pulang" katanya kemello sambil bercerita kepada putrinya itu


Niken mendengar suara sovtan di luar


"Pa, aku keluar sebentar ya ada yang lagi cariin aku itu" katanya Niken langsung menjemput sovtan


"Kamu ini sama seperti mamamu dulu ketika dia seumuran mu" katanya kemello

__ADS_1


"Kenapa pa? memangnya dulu mama bagaimana dan papa tau dulu mama darimana?" tanya Niken dengan penuh keheranan


"Ya dulu waktu mamamu SMA dia banyak sekali orang-orang yang selalu mencari nya bahkan mamamu jarang banget ada di rumah waktunya masih SMA, mamamu dulu banyak sekali fans nya tapi sifatnya seperti itu nurun ke putranya dan papa tau semuanya itu karena papa punya perasaan yang kuat" katanya kemello dan sebelum pada akhirnya Niken membukakan pintu untuk sovtan


Sovtan juga harus terlihat sopan di depan calon mertuanya


"Selamat sore om dan Niken" katanya sovtan malu-malu setelah sekian lama tidak bertemu dengan kemello


"Sore juga nak" katanya kemello yang membuat sovtan dan Niken merasakan keheranan


Tania dan vilnia pulang dalam waktu yang bersamaan karena mulai merasa tidak enak akhirnya sovtan pamit pulang kepada keluarganya Niken dan setelah nya sampai kemello memanggil Niken lagi


dan berkata


"Putriku" kata kemello dengan suara yang lirih kepada Niken


"Ada apa pa?" tanya Niken lagi heran


"Bisa tolong ke kamar papa ingin bicara berdua bersama mu" kata kemello dan Niken yang mendengar hal itu merasa ketar-ketir dan gugup apa yang akan terjadi pada dirinya karena Niken sendiri tidak mau kalau papanya melakukan hal yang sama seperti dulu yaitu memukul dan menghajar Dino hingga badannya memerah


"Putri ku sekarang sudah dewasa ya sudah mandiri ya sekarang. Sekarang sepertinya kamu sudah tidak membutuhkan ku lagi" kata kemello yang memperkuat kan dirinya mengingat kesalahannya Pada Niken dengan masa lalunya Niken


"Tidak pa, aku akan tetap butuh papa selamanya aku butuh papa" kata Niken yang tak terasa air matanya mulai jatuh


"Maafin bapa nak, dari kamu lahir sampai sekarang usiamu sudah 16 tahun tapi kamu seperti seorang putri yang kehilangan sosok ayah, kehilangan kasih sayang dan cinta nya ayah, yang kamu dapatkan adalah kekerasan nya dari ayah tapi aku punya tujuan di balik itu semua nak" kata kemello yang mencoba mengelap air mata putrinya namun tidak sampai karena badannya Niken jauh lebih tinggi dibandingkan kemello


"Aku tetap butuh bapa, aku tidak mau kehilangan bapa" kata Niken yang menangis sesenggukan dan memperat memeluk lelaki tua itu


"Bahkan sejak kelahiran mu kamu bahkan hampir tidak pernah melihat wajah ku nak, aku sangat egois dengan tugas-tugas ku nak, berbeda dengan saudara-saudara mu, kakak ataupun adekmu, mereka masih punya banyak waktu untuk bertemu dengan ku, tapi kamu rasanya seperti bukan putriku, aku sangat berharap bisa memelukmu erat-erat dari dirimu lahir hingga dirimu dewasa dan hingga dirimu sudah punya anak cucu nanti, aku sangat malu dan sangat menyesal dengan diriku sendiri nak, aku malu jika kamu masih mau bersamaku dan masih mengganggap ku sedangkan aku sewaktu mu kecil aku selalu meninggalkan mu tapi kamu selalu menenangkan jiwaku nak dengan cara terus bersamaku di saat umur ku yang semakin tua, umurku sekarang 47 tahun yang sebentar lagi aku akan pensiun menjadi seorang TNI" kata kemello yang berusaha menahan tangisannya dan agar dia harus terlihat kuat dihadapan putrinya


"Aku tau pa, papa tidak bersalah itu sudah memang tugas dan kewajibannya papa untuk melaksanakan nya, menjadi seorang abdi negara itu tidak mudah pa, pa tolong pa jangan tinggalkan aku lagi setelah papa pensiun nanti, Papa jangan pernah berpikir seperti itu aku juga putri mu pa, putri ke-dua mu" kata Niken yang dimana air matanya semakin deras dan kemello menyuruh Niken untuk duduk dan segera mengelap air mata putrinya itu


"Maafin bapa nak, aku selalu meninggalkan mu Waktu mu kecil dan sekarang aku telah menyesal karena tidak bersamamu ketika proses kelahiran mu sewaktu kelahiran mu mamamu berjuang sendirian agar kamu bisa lahir di dunia ini dengan selamat tapi bapa pergi jauh meninggalkan mamamu, aku sangat menyesal nak karena semenjak mu bayi aku tidak bersamamu, mungkin kamu iri melihat sosok ayah yang ada pada teman-teman mu tapi kamu tidak mendapatkan sosok ayah dariku nak" kata kemello yang memeluk dan mencium pucuk kepalanya Niken

__ADS_1


"Semenjak aku melihat wajahmu aku menemukan sosok ayah darimu" kata Niken yang air matanya membasahi bajunya kemello


"Sebagai permintaan maaf ku, aku ingin melihat putri ku bahagia di masa sekarang dan di masa depannya" kata kemello yang memperat pelukannya pada putrinya


"Aku keluar dulu sebentar ya pa" feeling Niken merasa tidak enak dan Niken merasa ada yang mendengar pembicaraan nya dengan kemello lalu kemello melepaskan pelukannya pada putrinya dan mencoba mengelap air matanya


"Kamu putriku jangan menangis lagi ya, jangan sedih lagi ya" kata kemello


Dan Dino mendengar hal itu dengan secara tidak sengaja dan juga carlan


Niken langsung keluar dari kamar dan melihat Dino sedang menunggunya di tangga


"Kakak ngapain disini?" tanah Niken heran


"Ayo ke balkon ada yang aku mau cerita kan padamu" kata Dino yang langsung cepat menarik tangannya Niken


sesampainya di balkon Dino dan Niken saling diam


"Aku sebagai anak pertama punya prinsip, prinsip ku untuk membahagiakan keluarga kita sayang" kata Dino yang memulai pembicaraan


Niken Menangis dan terharu mendengar ucapan Dino


"Hm kakak makin sayang deh" katanya Niken sambil memeluk Dino


"Kak aku akan membantu mu demi kebahagiaan keluarga kita" katanya Niken


"Prinsip ku sebagai anak pertama harus mempunyai tekad yang sangat kuat untuk membahagiakan keluarga kita sayang" kata Dino menyemangati diri nya dan juga Niken adek kesayangannya itu


"Semangat kakak, aku akan siap untuk membantu mu kak, oh ya kak selamat malam juga ya kak, aku mau ke kamar segera untuk tidur soalnya besok aku ada kegiatan di gereja" katanya Niken yang mulai menguap tandanya dia mengantuk dan segera pergi ke kamarnya dan mengunci pintu


begitu juga dengan sovtan


"Prinsip ku sebagai anak pertama adalah untuk membahagiakan keluarga kita sayang" kata sovtan

__ADS_1


"Sayang aku akan membantu mu" kata Niken.


__ADS_2