Pendidikan Itu Penting

Pendidikan Itu Penting
Berharap


__ADS_3

Niken sangat berharap agar bisa bersama dengan orang orang yang tersayang saat masa SMA nya sudah selesai nanti


Niken menemui Dino yang sedang termenung tapi anehnya Dino termenung dengan setumpuk kertas dokumen di atas mejanya


Niken merasa sedikit takut ketika kedatangannya mengganggu kesibukannya Dino


dan kebetulan tidak terkunci pintunya Dino lalu Niken berusaha pelan-pelan masuk dan menatap wajah Dino perlahan


"kakak" kata Niken melihat wajahnya Dino tidak langsung di tanggap oleh Dino, Niken langsung keluar dari ruangan Dino


"Mau kemana?" tanya Dino


"Kembali ke kamar kak" kata Niken canggung melihat ekspresi kakaknya yang begitu dingin


"Sini dulu duduk!" kata Dino memerintahkan tapi tidak melihat wajahnya Niken


"Ada apa ya kak?" tanya Niken yang menyebabkan rasa canggung nya meningkatkan


Sial sekali kenapa aku harus canggung dengan kakakku sendiri sih


batin Niken tidak terima jika dia kehilangan kepercayaan diri nya terhadap kakaknya sendiri


"Seharusnya kakak yang bertanya sama kamu ada apa, karena kamu kan yang memanggil kakak duluan" kata Dino sambil meminum susunya yang bercampur dengan madu


Niken langsung menggenggam tangan nya Dino dan merangkulnya


"Kakak apakah kita akan berpisah lagi demi sebuah pendidikan, apakah aku harus berpisah dengan semua orang yang aku sayangi, papa, mama, kakak, adek, Tayo dan kila" kata Niken yang langsung menjelaskan lebih rinci nya


Dino yang mengerti apa yang Niken rasakan langsung berdiri memeluk Niken


"Kakak tau apa yang kamu rasakan" kata Dino yang penuh pengertian


Niken tak mampu berbicara lagi dia berusaha menahan air matanya dihadapan sang kakak tapi karena Dino penuh pengertian Dino mencoba memberikan Niken kekuatan


"Berat rasanya meninggalkan orang orang yang tersayang demi pendidikan" kata Dino masih memeluk Niken


"Kak, aku mau ke rumah kila dulu" kata Niken


"Gak mau cerita lagi sama kakak" kata Dino mencoba menenangkan pikiran adeknya itu


"Nanti saja bye-bye kakak" kata Niken langsung mengambil tas selempang nya


dan langsung bergegas menuju rumahnya kila


"Kila" kata Niken memanggil kila di depan pintu rumahnya

__ADS_1


"Ada apa dek?" tanya Ravi kakaknya kila


"Kila nya ada kak?" tanya Niken canggung karena sebelumnya ini dia belum pernah melihat kakaknya si kila(si Ravi) ini sebelumnya hanya pernah ketemu dengan kakaknya kila si Raven saja


"Ada apa? ayo masuk!" ajak kila langsung menarik tangan nya Niken


"Hmm" kata Niken menarik panjang nafasnya itu


"Kenapa?" kata kila langsung menawarkan pisang coklat keju itu kepada Niken


"Aku rindu kamu, kamu kemana saja sih jarang banget turun sekolah!" kata Niken melampiaskan emosi nya


"Hehehhe aku kan sakit" kata kila nyengir


Niken langsung mengambil tangannya kila dan mengelus-elus pipinya


"Apa yang kamu lakukan?" tanya kila heran


"Ini sedikit aneh" kata Niken dan perlahan-lahan setelah mengelusi pipinya di tangan kila Niken melepaskan tangannya kila


"Tapi ini sebagai bukti kalau aku benar-benar menyayangi mu" kata Niken tegas


"Kalau begitu kita pelukan" kata kila senang


Niken memang gak suka pelukan selain pada saudaranya, Niken hanya mau pelukan dengan saudaranya, kakaknya atau adeknya


begitu juga dengan pacarnya Sovtan Engan pelukan


Tiba-tiba kedatangan sovtan di rumahnya kila dan di sambut oleh kakaknya kila si Ravi


"Ada teman kalian berdua itu di luar cowok" kata Ravi menunjukkan ke arah pintu


"Suruh masuk saja kak" kata kila yang masih mau bercerita dengan bestinya itu


"Aku sudah masuk" kata sovtan membuat mereka bertiga terkejut


"Bisa gak sih ucap salam jangan masuk-masuk kek setan, salam dulu sama orang yang punya rumah" kesal kila karena tau dia akan dijadikan obat nyamuk lagi oleh sovtan dan Niken


"Sorry, Shalom God bless you, sayang tadi aku sudah ke rumah tapi katanya kakak kamu lagi pergi ke rumahnya kila jadi aku langsung kesini" katanya sovtan Tayo


kata Tayo langsung duduk di sofa ya kila dan Niken


"Untuk apa?" tanya Niken heran


"Sayang tahun terakhir kita di SMA, di sekolah adalah tahun harapan buat kita semua kelas terakhir" kata Tayo penuh harapan

__ADS_1


"Hm aku mohon jangan patahkan hatiku" kata Niken langsung berdiri


"sayang" kata sovtan tayo langsung menarik tangan nya Niken


"Udah Tan dia gak mau itu" kata kila memberikan kode-kode


"Aku telpon Aksan dulu kalau gitu" kata Tayo


"Buat apa ketan?" tanya kila yang heran secara langsung ini sudah jam 8.30 malam sudah saatnya Aksan istirahat apalagi keseharian Aksan hanya membawakan kayu dari hutan hutan untuk di jual dan ayahnya yang sudah sangat tua dan tidak mampu lagi bekerja ibunya meninggal setelah melahirkan nya


Tayo langsung berdiri dan menutup matanya dan tanpa tayo sadari dia mengeluarkan air matanya


"Tan, ketan kamu kenapa?" tanya kila heran melihat tayo tiba-tiba menangis


"Aku tidak siap kehilangan kalian semua" kata Tayo mencoba membuka matanya pelan


Niken hanya terus melihat akuarium milik kila dan mendengarkan pembicaraan kila dan Tayo


"Beberapa angkatan tersiksa karena covid, dan setelah itu mereka berpisah mereka langsung lost contact" kata Tayo menatap wajah kila


"Bukankah angkatan kita juga merasakan angkatan covid tapi kita kembali bersama kan" katanya kila langsung duduk kembali ke Sofanya


"Kalau kita lulus SMP kita masih bisa bersatu dan bersama beda cerita kalau kita lulus SMA sangat sulit untuk kita kembali bersatu dan bersama-sama lagi karena kita punya kesibukannya masing-masing, aku tidak siap lost contact dengan kalian selama beberapa bulan lagi" kata Tayo merapikan jaketnya dan topinya


"Kita bisa bersama dan bersatu tapi tidak bisa se akrab dulu lagi" kata Niken langsung berjalan ke arahnya Tayo dan kila


"Semur jengkol" kata Tayo memanggil kila


"Ada apa ketan?" kata kila basa-basi


"Bagaimana kita buat suatu momen untuk mengabdikan ini sebagai kenangan terbaik kita selama SMA?" kata Tayo menatap wajah kila dengan penuh harapan


"Ini sudah malam Tayo biarkan mereka istirahat" kata Niken melihat wajah tayo datar dan merapikan jaketnya juga


"Tapi sayang gak bisa begitu" kata Tayo mencoba menahan Niken


"Kita masih banyak waktu lagi Tayo bukan besok kan kita berpisah udah jangan di pikirin masih banyak waktu kita" kata Niken langsung pergi dari rumah kila


"Sayang kamu mau kemana?" tanya tayo


"Aku mau pulang" kata Niken


"Gak nunggu kak Dino ya" kata kila yang sebenarnya mau menemani Niken dan hari juga sudah semakin gelap


"Gak perlu aku kan datang sendirian kesini jadi aku juga bisa pulang sendirian" kata Niken langsung masuk ke mobilnya dan membawanya untuk pulang

__ADS_1


__ADS_2