
Tenny Smith Ronggo mallo juga punya pekerjaan nya yaitu sebagai tukang bengkel, dan dia bekerja sebagai tukang bengkel karena memang hobinya, dan Tenny juga jarang turun sekolah karena memang dia malas untuk datang ke sekolah dan sekarang di waktu ini adalah fase-fase yang sangat malas untuk datang ke sekolah, tapi di balik itu Tenny selalu bekerja di bengkel untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan bekerja sebagai tukang sopir tapi sekarang ini Tenny sudah malas untuk mengendarai mobilnya, untuk bekerja sebagai tukang sopir, tenny lebih suka bekerja sebagai tukang bengkel, karena dia hanya butuh skill dan ilmu untuk memperbaiki ilmu-ilmu tentang mesin, dan Tenny bisa mengembangkan potensi dan bakatnya di bidang mesin, Tenny juga punya perusahaan bengkel nya tersendiri dan Tenny juga mendapatkan keuntungan di balik itu, ketika kendaraan nya rusak dia tidak perlu jauh-jauh Untuk mencari bengkel karena tenny bisa memperbaikinya sendiri.
seperti itu lanjut ke keluarga Ken.
Keluarga Ken memiliki ahli waris dari Battariden Kemello yaitu kakeknya Dino dan Niken mereka selalu bekerja di kebun dan setiap pulang sekolah mereka selalu bekerja di kebun
kebun warisan dari kakek dan neneknya
Bagi keluarga Ken apapun pekerjaan orang tua mereka, ya setidaknya mereka bersyukur mereka masih bisa makan, dan tidak perlu malu meskipun orang tua mu bekerja seperti itu.
Prinsip keluarga Ken
Tapi kalau gak ada tukang kebun orang-orang gak akan bisa makan kan
itu yang selalu tertanam di hati dan di pikiran keluarga Ken baik itu Dino dan Niken
dan Dino maupun Niken sangat senang melakukan kegiatan seperti itu karena mereka pasti akan mendapatkan hasil tambahan buat jajan mereka berdua.
Keluarga Ammarang tukang ternak, keluarga Ken tukang kebun
Si Tayo tukang ternak, si Niken tukang kebun keluarga yang saling melengkapi.
kalau si Tayo mau makan sayur atau mau makan buah dia bisa datang ke rumahnya dan ke tempat nya kediaman keluarga Ken kalau si Niken mau makan daging bisa datangkan ke rumahnya dan ke tempat kediaman keluarga Ammarang hingga suatu saat Keluarga Ammarang dan keluarga Ken bersatulah.
Tayo dan Niken akan menjadi persatuan keluarga tapi sayangnya Tayo tidak akan bisa mendapatkan restu dari keluarga Ken.
Dino dan Niken meskipun terlahir dari keluarga yang berada mereka tidak gengsi bekerja di kebun membantu orang tua mereka sekaligus mengambil cuti agar kegiatan cuti mereka dapat bermanfaat dibandingkan hari-hari kerja, mereka selalu bekerja di kebun setelah mereka panen mereka bisa menjualnya hasil kebun mereka ke pasar dan mereka juga tidak lupa untuk bersedekah, karena mereka tau kalau kita berbuat baik kepada orang pasti Tuhan akan membalas kebaikannya kita, dan itu sudah tertanam pada keluarga Ken sejak mereka kecil.
Sejak kecil Dino dan Niken sudah diajarkan tentang ilmu-ilmu perkebunan, dan mereka berdua juga sudah mulai bercocok tanam di kebun meskipun mereka anak kota bukan masalah bagi mereka untuk melakukan pekerjaan desa.
__ADS_1
"Kakak, kakak aku mau tanya" kata Niken berdiri di sampingnya Dino
"Apa, mau tanya apa?" kata Dino berdiri di sampingnya seperti seorang TNI
Niken sebenarnya mau menanyakan tentang Tayo tapi, Niken tidak berani menanyakan nya soal itu karena Niken tau kalau Dino akan marah kalau dia bertanya soal Si Tayo makannya Niken bertanya soal yang lain saja
"Kalau misalnya aku sudah menjadi kowad atau polwan apakah kira-kira aku masih bisa bekerja di kebun seperti saat aku masih SMA ini ya kak, soalnya kan aku kalau sudah menjadi kowad atau polwan aku sangat sibuk sekali hingga aku tidak mempunyai waktu untuk melakukan pekerjaan yang lain" kata Niken mengalihkan pembicaraan tapi Dino tidak peka apa yang dirasakan adeknya itu dan dia menjawab seadanya saja
"Tentu saja bisa kok, karena gak selamanya dalam waktu 24 jam itu kamu sibuk terus kan" kata Dino menjawab seadanya
"Tapi, kan kak, kalau menjadi abdi negara itu mah, aku harus menjalani pendidikan dulu selama 5 bulan di Jakarta setelah lima bulan aku baru bisa memilih dimanakah aku akan di tugaskan" kata Niken
"Oh tapi kan ada Tania dan Vilnia yang masih bisa melanjutkan perkebunan kita ini, nah setelah itu kalau kamu mau, kan itu kamu bisa milih itu mau di tugaskan dimana, dan bisa juga di pilihkan oleh atasan seperti papa dan mama itu, dan sekarang ini di kebun cuman kita berdua kan, nah kamu bisa ajarkan Tania dan Vilnia tentang ilmu perkebunan sebelum kamu lulus SMA hingga mereka berdua menguasai ilmu-ilmu bercocok tanam dan mereka berdua bisa melanjutkan nya, nah kalau kamu mendapatkan bisa memilih kamu mau di tugaskan dimana saja lebih baik kamu memilih untuk di tugaskan di Nunukan karena kamu bisa melanjutkan ilmu perkebunan ini" kata Dino memberikan penjelasan panjang lebar tentang perkebunan dan keluarga Ken
"Kakak, ini tanah dari kakek sebagai warisan dari keluarga Ken, jadi harusnya kita yang merawatnya tanah ini dan ini adalah Hadiah yang sangat spesial dari keluarga Ken" kata Niken
"Ya memang makanya kakak sudah kasih tau papa dan mama jangan sekali-kali menjual tanah hasil warisan ini dari kakek karena bisa rusak dan bisa hancur aset keluarga ken ini dan keluarga Ken akan mengalami kebangkrutan ketika tanah ini di jual, kita harus mempertahankan kemakmuran keluarga Ken dan kita harus menjaga dan merawat nya jangan pernah mau menjual tanah milik Ken ini meskipun dengan harga yang paling mahal sekalipun" kata Dino berkeliling di kebunnya dan mencari Tanaman di kebun Mereka yang tumbuh subur itu dan Dino akan menjualnya ke pasar
"Oh ya, kamu ada kesibukan kah, kalau gak ada tolong bantu kakak ya, angkut kelapa, pisang, pepaya itu ke pasar kita akan menjualnya ya" kata Dino
"Baik" kata Dino dengan tanda bahwa dia telah mengizinkan nya
Niken langsung pergi membawa mobil dan beberapa buah-buahan dan sayur-sayuran yang siap mereka menjualnya ke pasar, dan setelah sampai di pasar Niken tidak sengaja bertemu dengan Tayo
otomatis Niken langsung kaget dong bertemu dengan Tayo, dan Tayo juga merasakan hal yang sama
"WTF kenapa dia ada di sini ni, aku harus bagaimana ni bisa-bisa kakakku si Dino, bakalan marah padaku kalau dia melihat hal yang seperti ini" kata Niken langsung gugup karena melihat Tayo dan dia merasa bahwa Dino sedang melakukan mata-mata terhadap dirinya
"Wah, sepertinya dia mau melakukan bisnis deh, dan dia akan berjualan di sini untuk memenuhi kebutuhan hidupnya" kata Tayo yang tiba-tiba langsung mendekat kepada dirinya
"Sayang" kata Tayo langsung pergi ke arahnya Niken
"Tayo, kamu mau ngapain di sini?" tanya Niken kaget melihat Tayo yang awalnya berada pada jarak jauh dengannya kini tiba-tiba berada di sampingnya
__ADS_1
"Oh, seperti biasalah sayang, aku kan hanya mau berjualan saja, ya jualan daging babi, sayang" kata Tayo menunjukkan gairahnya di pasar yang kelihatannya seperti mall itu. itu adalah pasar yang paling besar yang berada di kota Nunukan, dan di dalam pasar itu sangat lengkap yang berada di dalamnya
"Katanya, babi-babi nya sudah mati semua tapi kok kenapa bisa panen?" tanya Niken langsung menjauh dari Tayo
"Ya soalnya aku pergi ke hutan mencari babi hutan lalu babi-babi itu aku rawat dan aku kembang biakkan dengan menggunakan teknologi canggih yang aku punya hingga babi-babi nya itu cepat tumbuh dan berkembang setelah berkembang pun aku langsung menjualnya ke pasar ini dengan harga yang sedikit mahal dibandingkan sebelum-sebelumnya, kenapa sayang apakah kamu mau memakan daging babi?" tanya Tayo yang masih menunjukkan gairahnya dan Niken juga menjualkannya sayur-sayuran di pasar dan melakukan hal yang sama dengan Tayo
"Tayo maumu apa sih?" tanya Niken
"Oh mau ku simple kok sayang, yang aku mau kita berbicara empat mata" kata Tayo dan Niken langsung menuruti perkataan Tayo dan sambil berjaga-jaga sebelum Dino datang secara tiba-tiba
"Baiklah tapi tidak baik kita berbicara soal pribadi di tempat umum seperti ini" kata Niken
"Baik bu ini sudah ada sekian harganya ya bu tolong jangan pernah di tawarkan meskipun ada yang mau menawarkan nya" kata Niken karena teringat dulu dia pernah menjualkannya hasil perkebunan nya di pasar yang berbeda dan malah di tawarkan nya dan alhasil keluarga Ken mengalami kerugian
"Oke sayang kamu siap kan" kata Tayo
"Ya aku siap" kata Niken
Tayo dan Niken pergi ke suatu ruangan yang tempatnya lumayan sepi dan mereka mulai melakukan pembicaraan mengenai masalah pribadi mereka masing-masing
"Tayo, aku sudah bilang kepada mu ada banyak loh cewek cantik di luar sana tapi kenapa kamu mau memilih ku?" Tanya Niken yang masih meragukan Tayo
"Karena kamu cewek yang unik sayang" kata Tayo
"Tayo, kamu yakin kamu mau dengan ku, aku sudah bilang sama kamu, aku hanyalah seorang tukang kebun" kata Niken yang berani jujur dengan Tayo
"Aku gak peduli pekerjaan kamu sayang yang terpenting kamu bisa mandiri dan bisa menghidupi diri kamu sendiri, dan aku bangga padamu sayang karena kamu bisa menjadi wanita yang mandiri Versi dirimu sendiri, dan aku juga, aku kan waktu itu sudah pernah bilang kepada mu, aku hanyalah tukang ternak, aku Tukang ternak kamu tukang kebun kita berdua adalah keluarga yang saling melengkapi sayang" kata Tayo menunjukkan sisi gairahnya dan begitu juga dengan Niken
"Tapi, Tayo aku masih mau bertanya dengan mu, kenapa kamu masih mau denganku padahal kan keluarga ku sepertinya tidak mau merestui mu dan kamu juga tetap bersikap keras kepala dan kamu tetap mau dengan ku padahal kan aku hanya lah tukang kebun dan kamu tau sendiri kan sayang, kalau tukang kebun itu adalah pekerjaan yang kotor, ya Tayo kamu adalah pria yang sangat sabar jadi kamu jangan heran kalau orang-orang membilang kita berdua adalah pasangan yang cocok" kata Niken
"Ya aku tau itu karena aku lebih mementingkan kebutuhan hidup daripada sifat yang gengsi, aku tau aku orangnya gengsi dan aku tau sifat gengsi di dalam diri ku sangat lah tinggi, aku tau ini hal yang sangat mustahil untuk terjadi ada cowok yang hidupnya mewah kaya-raya mau hidup bersama dengan cewek yang pekerjaannya hanyalah seorang tukang kebun, mohon maaf ya bukannya aku bermaksud menghina pekerjaan mu akan tetapi kamu mengajari ku bagaimana caranya untuk melawan Sifat gengsi yang berada di dalam diriku ini dan semenjak aku bersamamu aku menjadi tau bagaimana bersifat sabar dan terus meningkatkan rasa sabar yang ada pada diriku, dan aku juga lebih bisa mengontrol emosi yang ada di dalam diriku ini, dan terimakasih ya karena kamu telah membantu ku untuk melawan Sifat gengsi yang ada di dalam diriku ini, seharusnya Sifat gengsi ini aku buang jauh-jauh setelah aku mengenal dirimu, tapi kamu tau sendiri apa alasannya aku masih mau bertahan dengan mu meskipun keluarga Ken selalu menghina dan mengatakan kalau Keluarga Ammarang dan keluarga Ken tidak bisa bersatu, itu karena aku mengingat perjuangan kita berdua semenjak kita baru kenal di kelas 1 SMA dan saat itu aku hanya memberikan mu tantangan dan kamu berhasil menerima nya dengan baik dan menjalankan semua tantangannya dengan baik dan sampai saat ini kamu dan aku masih menjalankan tantangan ini hingga kita lulus SMA dan lulus menjadi polisi, dan aku sangat menghargai itu dan itulah alasan ku Kenapa aku masih mau bertahan dengan mu walaupun banyak hal yang telah terjadi kepada kita berdua" kata Tayo dan Niken melihat ada tenny datang ke situ mencari alat-alat untuk perbaiki bengkel karena Niken tau kalau Tenny melihat hal itu dia akan melaporkan nya kepada Dino dan Niken merasakan bahwa dia berada di dalam situasi gawat darurat dan dia langsung mendorong Tayo dengan kuat hingga Tayo terjatuh dan terbanting dengan keras dan Niken langsung meninggalkan Tayo dengan perasaan yang sangat marah
"Hey, ken mau kemana?" tanya Tenny
__ADS_1
"Mau ke rumah nya kila" kata Niken langsung pergi dari situ dan dia menghindar dari pertanyaan nya Tenny