
Tenny merasa curiga dengan apa yang terjadi dengan Niken dan Tenny juga melihat ada Tayo yang barusan berdiri tapi tenny ogah menyapanya
"Ngapain sih, menyapa musuh?" kata Tenny di dalam hatinya setelah melihat Tayo terjatuh
sementara Niken melajukan mobilnya ke rumah Aksan setelah itu baru dia pergi ke rumahnya Kila
"Gerak-gerik nya sangat mencurigakan, apakah aku harus memberitahu Dino soal ini, dan kenapa tiba-tiba dia mendorong Tayo seperti itu, apakah mereka sedang berkelahi" kata Tenny bersiap siaga untuk memberi tahukan kepada Dino apa yang terjadi kepada adeknya.
pov NIKEN
...Niken sedang berjalan menggunakan mobilnya dan mendapatkan pesan ...
......WhatsApp......
**Bodyguard cerewet ku
kamu sudah menjualnya semua barang-barang nya di pasar kan
Sayangnya kakak
Ya sudah kok kak
__ADS_1
lalu Niken secepat mungkin ke rumahnya Aksan dan kila, Niken tau kalau Kila masih bekerja sebagai tukang ojek.
Dan sesampainya di tempatnya Aksan
"Huuh selamat" kata Niken
"Ada apa bestie?" tanya Aksan
"Begini san, aku tadi di kejar Tenny dan dia akan memberitahu ku kalau aku masih ada berhubungan dengan Tayo kepada Dino kakak ku, dan ketika kak Dino sudah marah, aku akan" kata Niken memberikan kode-kode seperti orang yang mau di bunuh
"Lalu memangnya ada apa ya?" tanya Aksan
"Terserah dari keluarga Ken saja sih mau percaya dengan ku atau tidak tapi tugas ku hanyalah aku mau membantu sahabat-sahabat ku saja" kata Tayo membawa peralatan tukang kayunya
"Kamu mau kemana san?" tanya NIKEN
"kamu lupa ya kalau aku kan hanya seorang tukang kayu" kata Aksan
"Oh ya Aksan mohon maaf ya, aku gak ada maksud untuk mengganggu mu tapi kedatangan ku di sini hanya sekedar ingin bertanya kepadamu" kata Niken
"Baiklah apa itu sebelum hari terlalu panas untuk aku pergi ke hutan dan mencari kayu, untuk di tebang" kata Aksan
__ADS_1
"Aksan, kamu kalau sudah menebang kayu di hutan seharusnya kamu tanam kembali biar gak terjadi pemanasan global atau efek rumah kaca karena penebangan pohon di hutan secara berlebihan" kata NIKEN menasehati Aksan
"Kamu ini mau bertanya atau mau menasehati ku ya" tanya Aksan
"Oh ya maaf, aku baru ingat, oh ya Aksan kita ini kan sudah lama berteman dan kenapa kamu masih mau berteman dengan ku ya dan aku juga mau bertanya kepada mu soal si Tayo karena kalian kan satu kelas ini, jadi kamu lebih dekat mengenal Tayo, kenapa ya Tayo masih mau dengan ku, padahal aku kan hanya seorang tukang kebun, dan aku juga heran kenapa aku mau bersahabat dengan mu, bahkan setelah kamu habis membawaku jalan-jalan ke puncak bukit waktu itu aku mengganggap mu lebih dari teman ku, aku tau pekerjaan mu hanyalah seorang tukang kayu, karena aku tau seorang tukang kayu juga di butuhkan di kota ini" kata Niken
"Aku dan Tayo juga sudah lama bersahabat dan kami berdua juga sudah tau semuanya tentang kamu, meskipun gak semua karena kamu juga punya privasi kan, dan ya aku merasa di antara kita bersahabat ini, keluarga kita semua saling melengkapi, aku tau tinggal di kota-kota besar sangat membutuhkan bahan-bahan bangunan termasuk kayu, dan aku juga mencari rezeki di balik bekerja sebagai tukang kayu itu, dan begitu juga kamu mencari rezeki kamu sebagai tukang kebun itu, dan juga Tayo dan kila, coba deh kamu pikirkan apa yang akan terjadi di dunia ini kalau tidak ada tukang kayu, apa yang akan terjadi di dunia ini kalau tidak ada tukang kebun, apa yang akan terjadi di dunia ini kalau tidak ada tukang ternak, apa yang akan terjadi di dunia ini kalau tidak ada tukang ojek, coba kamu pikirkan baik-baik kita bersahabat ini saling melengkapi, saling mengisi kekurangan satu sama lain kan, itulah sebabnya kamu pasti mau menjadi sahabat ku, begitu juga dengan ku mau menjadi sahabat mu" kata Aksan berterus-terang
"kalau tidak ada tukang kayu maka orang-orang gak akan pernah bisa punya rumah kan, kalau tidak ada tukang kebun atau tukang ternak orang-orang gak akan bisa makan kan, kalau gak ada tukang ojek orang-orang gak akan pernah bisa sampai ketempat tujuan dengan cepat kan, walaupun bisa menggunakan bus atau angkutan umum tapi kalau tempatnya kecil dan sempit ya hanya motor saja yang bisa masuk ke jalan sempit itu kan" kata Niken menjawab pertanyaan Aksan dengan cara berpikir
"Nah itu kamu tau kan, oh ya tadi kamu sudah bertanya dengan ku, sekarang giliran ku lagi ya yang bertanya boleh kan" kata Aksan
"Tentu saja boleh" kata Niken
"Kamu selama ini mengganggap tenny itu sebagai apamu dan kenapa keluarga Ken sangat mempercayainya, dan kenapa keluarga Hermawan tidak bisa sedekat dengan keluarga Mallo?" tanya Aksan karena dia butuh jawaban dan keadilan dari keluarga Ken
"Hmmm oke baiklah aku akan menceritakan bagaimana bisa Keluarga Ken dan keluarga Mallo bisa sedekat itu, ceritanya begini, aku dan Tenny selama kelas 11 ini kami berdua kan selalu aktif berkegiatan, berorganisasi dan bahkan kami berdua selalu terkenal dimana-mana, dan di sekolah manapun selalu mengenal kami berdua dan mereka sudah sangat tau siapa itu Tenny dan Niken karena kami berdua memiliki banyak prestasi selama sekolah di SMA ini, dan juga setiap aku mau berangkat keluar kota untuk mendukung sekolah karena adanya perlombaan yang harus kami adakan di luar kota, dan di situlah juga Tenny melakukan hal yang sama, kami berdua sama-sama meminta restu dengan keluarga kami masing-masing dan pada waktu itu aku meminta antar oleh kakak ku Dino dan aku ingat itu sekitar bulan Desember awal di tahun lalu dan kami pulang dari situ menjelang Natal, dan saat itu juga kakak ku ada di rumah dan dia mengantarkan ku ke bandara pulang pergi dan dia juga tau karena aku dan Tenny, sama-sama ikut lomba di luar kota dan menaikkan pesawat yang sama dan akhirnya kakakku Dino selalu melihat kami berdua bersamaan, maka dari itu kakakku Dino, percaya kalau Tenny bisa menjaga ku dan menjaga dia kepercayaan keluarga Ken, dan keluarga Mallo padahal aku sama sekali tidak menyimpan perasaan apapun kepada Tenny Smith Ronggo mallo, dan asal kamu tau ya Aksan kalau Tenny Smith Ronggo mallo aku hanya mengganggap nya sebagai teman biasa dan tidak ada hubungan lebih dari itu, tapi Aksan kalau sama kamu aku mau mengganggap mu sahabat ku dan aku mau selalu menolong mu, aku tau ini Aksan karena kita beda iman dan aku hanya ingin selalu menolong mu kapanpun itu kamu membutuhkan bantuan ku, aku selalu siap membantu mu" kata Niken
"Lalu apakah keluarga Ken merasakan kekecewaan yang mendalam kepada keluarganya Ammarang karena pengkhianatan yang dilakukan oleh Tayo, dan karena dia telah melakukan tunangan dengan Jeva dan wanita itu kan yang membuat keluarga Ken membenci keluarga Ammarang" kata Aksan mengelapkan keringat nya karena cuacanya sangat panas
"Tentu saja, aku sangat merasakan sakit hati karena kamu waktu itu telah memberitahukan aku bahwa Tayo dan Jeva pergi ke hotel malam-malam dan tengah malam sekitar jam 12 malam kan, dan itu mereka ngapain, jujur ya Aksan, aku bukan siapa-siapa nya Jeva, tapi aku merasakan sakit hayi dengan perbuatannya Tayo saat itu dan sangat sulit bagiku untuk memaafkan keluarga Ammarang termasuk Tayo, Sovtan Ardiansyah Samuel Ammarang putra pertama nya dari Kielo Randerson Ammarang, dan aku tidak yakin kalau si Tayo bisa setia, buktinya dia mempunyai banyak cabang kan dan dia juga pernah berkata kepada ku bahwa dia tidak kuat LDR dan selalu mempost foto dan videonya lewat Instagram bersama teman-teman cewek, aku tidak cemburu kok, tapi aku belajar saja mana yang setia, mana yang pengkhianat dan sudah menjadi pelajaran bagi keluarga Ken, kalau si Tayo benar-benar sayang kepada ku dia mau berkorban untukku apapun alasannya itu dan sekarang aku sudah betul-betul melihat dengan jelas buktinya waktu, Tayo di suruh tunangan sama om dan Tante nya di Manado kan, dan Tayo tidak berbuat apapun di situ untukku dan membiarkan hal itu terjadi dan rasanya itu sangat sakit Aksan" kata Niken bercerita**
__ADS_1