
Saat sedang menenangkan Dara, Key tiba-tiba muncul dan melihat papanya yang tengah memeluk Nanny-nya. Senyum manis pun terukir di wajah tampan Key, seolah dia menyetujui papanya itu dekat dengan Dara.
"Pa... " panggil Key yang sudah mulai mau mengucapkan satu, dua kata seperti yang di ajarkan Dara. Bisma langsung menoleh ke arah putranya yang saat ini sudah berada di sampingnya. Sedangkan Dara tak merespon kedatangan Key.
Key menarik tangan Bisma untuk memintanya berjongkok. Bisma pun segera berjongkok dan memasang telinganya untuk mendengarkan apa yang ingin di bisikan putranya itu.
"Papa, Nanny, Key Jalan." Bisik Key.
"Kamu mau mengajak Nanny jalan-jalan?" tanya balik Bisma sambil berbisik dan Key mengangguk.
"Oke, papa akan bawa kalian jalan-jalan hari ini sepuasnya." Jawab Bisma, lalu bangkit berdiri dan segera menghampiri Dara yang tengah duduk ditepi ranjang.
"Key, Ingin mengajakmu jalan-jalan. Aku tau mungkin kamu sedang tidak ingin. Tapi kamu juga harus memikirkan tanggungjawab mu pada Key. Aku minta sisihkan dulu masalahmu dan Kita pergi jalan-jalan untuk menyenangkan Key. Aku tidak bisa mengecewakan dia disaat dia mulai percaya padaku. Jadi aku harap kamu paham maksudku," ucap Bisma, ingin memohon namun tidak bisa dia ungkapkan.
Dara mendongak, menatap mata Bisma yang saat ini tengah berdiri didekatnya.
"Baiklah." jawab singkat Dara lalu segera menghapus air matanya dan pergi untuk membantu Key bersiap.
"Aku kira dia akan mengeluarkan seribu alasan untuk menolak, tapi ternyata..., Ah sudahlah, buat apa di pikirin. Setidaknya ini juga bisa membantu Dara melupakan masalahnya sejenak," ucap Bisma seorang diri lalu ia pun kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Setelah semua bersiap, Key meraih tangan kanan Bisma dan tangan kiri Dara dan kini Key diantara keduanya menggandeng kedua tangan mereka seperti sebuah keluarga.
Dara dan Bisma hanya bisa saling menatap, tanpa melakukan protes apapun, itulah kesepakatan mereka agar kondisi mental Key segera pulih dan tidak lagi memberontak selama hatinya bahagia.
__ADS_1
Diperjalanan, Bisma pun menanyakan tempat yang akan di singgahi untuk yang pertama.
"Key, Kita akan pergi kemana lebih dulu? coba katakan biar kita segera meluncur kesana?" tanya Bisma.
Key langsung menunjukkan gambar yang ada di layar iPad miliknya, membuat Bisma tercengang dan melirik Dara yang duduk di jok belakang.
"Kamu yakin Key, ingin ke sana?"
"Nanny cantik." jawab Key dan Bisma langsung paham apa yang dimaksudkan putranya itu.
Ternyata Key ingin membuat pengasuhnya itu menjadi lebih cantik, dan Key mengajak papanya untuk membelikan Gaun untuk Dara di butik. Bisma pun menyetujuinya karena ia juga ingin meminta maaf atas tuduhannya yang dilontarkan untuk Dara.
Sesampainya di butik Angel, Bisma mengajak Dara untuk turun. Dara heran karena yang ada di depannya adalah sebuah butik yang khusus menjual semua kebutuhan wanita.
"Ikut saja, ini permintaan Key." jawab Bisma. Dengan ragu Dara pun mengikuti.
Sesampainya di dalam butik mereka langsung disambut oleh pramuniaga yang akan melayani mereka.
"Tolong carikan gaun yang cocok untuk Dara, aku ingin dia terlihat cantik." Perintah Bisma.
"Baik tuan. Mari Nona ikut saya." ajak Pramuniaga itu.
"Pak, ini tidak perlu." tolak Dara namun Key malah mendorong Dara untuk mengikuti pramuniaga itu. Pada akhirnya Dara hanya bisa menghela nafas dan menuruti kemauan Anak dan ayah itu.
__ADS_1
Di ruang tunggu, Bisma pun kembali bertanya pada putranya," Key sebenarnya apa keinginanmu pada Nanny Dara?"
"Nanny ulang tahun. Key mau Papa buat kejutan." Jelas Key yang bicara kata intinya saja.
"Maksudmu, Nanny ulang tahun hari ini? Kenapa kamu gak bilang dari awal, Kan papa bisa menyiapkannya. Kalau begini mana bisa. Tunggu papa akan menghubungi Manaf, siapa tau dia bisa bantu." Bisma pun segera menghubungi asistennya untuk membantunya menyiapkan kejutan untuk Dara.
"Aku ingin kamu pesankan, tempat private room di salah satu restoran untuk ulang tahun dan jangan lupa Cake nya untuk pukul delapan malam ini." perintah Bisma, membuat Manaf terkejut.
"Apa pak? dimana saya bisa booking kalau mendadak begini. Pasti banyak restoran yang akan menolaknya." jawab Manaf.
"Aku gak mau tau, pakoknya harus dapat dan berapapun biayanya tidak masalah. Aku tunggu kabarnya secepatnya." Setelah memberi perintah. Bisma pun segera mematikan panggilan teleponnya.
"Papa sudah siapkan semuanya. sekarang kita hanya tinggal menunggu Nanny Dara Selesai memilih gaun."
Key pun langsung memeluk Bisma sebagai ungkapan terimakasih.
"Makasih papa."
"Iya sayang, Seharusnya papa yang berterimakasih padamu, karena kamu sudah bisa memberi kepercayaan kepada papa lagi. Maafkan kesalahan Papa Key, Papa khilaf. Papa janji akan memperbaiki semua sikap papa yang pernah kamu lihat dulu. Papa tidak akan lagi bersikap kasar. Key juga harus janji sama papa, kalau Key, mau belajar bicara dengan normal lagi seperti dulu." Bisma pun memeluk erat putranya.
Tak lama tatapan mata Bisma segera beralih pada sosok wanita yang berdiri tidak jauh darinya, yang membuatnya tak bisa berkata apa-apa saat melihatnya.
To be continued ☺️☺️☺️
__ADS_1