
Perubahan Dara yang terlihat lebih cantik dan anggun mampu membuat Bisma terpana.
"Cantik... ." Kata yang lolos begitu saja dari mulut Bisma sebelum akhirnya menyadari dan menjadi salah tingkah. Dara tersipu malu saat mendengar pujian dari majikannya itu.
Dara yang masih berusia dua puluh dua tahun itu pun, terlihat sangat cantik saat tubuhnya dibalut dengan gaun berwarna nude dengan rambut yang terurai sepinggang, Bando mutiara menjadi hiasan kepalanya.
Key menggoyangkan tangan Dara memintanya untuk duduk.
Satu ciuman mendarat di pipi kanan Dara yang diberikan oleh Key.
"Cantik..." Puji Key.
"Terimakasih sayang atas pujiannya. Tapi kenapa Nanny harus berdandan begini?" tanya Dara, namun Key malah memalingkan wajahnya menatap sang Papa.
"Eeemmm, ayo kita pergi sekarang! Key masih ingin jalan-jalan ke tempat lain."
"Tapi ini...,"
"Sudah aku bayar semuanya. Ayo pergi sekarang." Ajak Bisma, mereka pun mengikuti dan meninggalkan Butik Angel.
Dara yang tak tau apa-apa hanya mengikuti dan menuruti apa mau mereka.
Setelah menempuh perjalanan mereka sampai di restoran Garden dan mereka langsung di sambut pelayan.
"Mari ikut, akan saya antarkan ke private room." Ajak pelayan dan mereka pun mengikuti dan tiba di depan pintu.
"Nona silahkan buka pintunya." perintah pelayan.
__ADS_1
" Aku?!" tanya Dara sambil menunjuk dirinya sendiri. Pelayan itupun mengangguk.
Bisma mempersilahkan dan akhirnya dengan ragu-ragu Dara membuka pintu, dan saat itu juga balon-balon yang berada di atas pintu berjatuhan menyambut Dara. Tak berhenti di situ saja di atas meja sudah tersaji kue tart yang bertuliskan Happy Birthday Dara.
Dara tak bisa mengungkapkan kebahagiaan itu dengan kata-kata, hanya bisa membungkam mulutnya untuk tidak berteriak, hanya membiarkan air matanya lolos begitu saja.
Setelah bertahun-tahun, baru kali ini Dara bisa merayakan ulang tahunnya kembali.
" Terimakasih Key, pak Bisma. Aku tidak bisa berkata apa-apa selain bilang terimakasih. Ini kejutan yang luar biasa bagiku. Kerena beberapa tahun terakhir ini tak bisa merayakan ulangtahun.
"Happy Birthday, Nanny. Key orang pertama kan," ucap Key membuat Dara benar-benar terharu dan langsung memeluk Key dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih sayang, terimakasih kamu sudah menepati janji. Nanny gak nyangka kalau kamu mau berusaha belajar mengatakan kata-kata itu. Apa kamu menyayangi Nanny?" tanya Dara dan Key mengangguk begitu saja dan langsung memeluk Dara dengan erat.
"Love you Nanny." Bisik Key membuat Dara terbelalak karena terkejut dengan kata-kata Key yang langsung mengena ke hatinya.
Dara segera menggandeng tangan Key untuk tiup lilin bersama namun tangan kiri Key menggandeng sang papa hingga keduanya pun menghampiri Kue tart yang sudah melambai-lambai ingin di kelilingi kebahagiaan.
Melihat kebahagiaan Key bersama Nanny-nya Membuat Bisma merasakan kerinduan pada sosok wanita yang sudah berkorban untuk melahirkan putrinya.
Apa kamu bisa melihat sayang, putramu sepertinya sudah menemukan kebahagiaan bersama Nanny-nya. Aku harap key bisa segera pulih dan kembali hidup normal.
"Happy Birthday Dara, maaf aku buat kejutannya dadakan, soalnya Key tidak memberitahu dari awal. Ini ada hadiah kecil untukmu, semoga suka. Tapi jangan di buka sekarang, nanti saja setelah sampai rumah." Bisma memberikan kotak hadiah untuk Dara dan Dara pun dengan senang hati menerimanya.
" Terimakasih banyak pak, kejutan ini saja sudah membuatku bahagia. Kenapa bapak repot-repot memberi hadiah, aku seorang pengasuh jadi sangat tidak pantas bapak memberikan hadiah ini untuk saya," ucap Dara.
"Tidak papa, anggap saja itu sebagai ucapan terimakasih karena sudah membuat Key dan Kayra mengalami perubahan yang cukup pesat. Kalau seperti ini terus menerus kedua anakku akan ada harapan untuk kedepannya.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya merasakan momen tersebut bersama. Sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
Sesampainya mereka dirumah, Mereka dikejutkan dengan kedatangan seseorang wanita di rumah.
"Key masuk ke kamar sekarang." Perintah Widia ibunda dari Bisma yang tiba-tiba datang dari luar kota tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Tanpa perlu di hitung lagi, key bergegas pergi ke kamar. Sedangkan Bisma dan Dara masih berdiri di depan Widia.
" Ma, Kapan mama datang?" Tanya Bisma untuk mencairkan suasana setelah terkejut. Namun Widia tiba-tiba menghampiri Dara dan langsung menampar pipinya dengan keras.
Setelah mendapatkan tamparan, Dara hanya bisa memegangi pipinya, dia tidak tau apa salahnya hingga orang tua majikannya itu membencinya padahal belum pernah bertemu sebelumnya.
"Ma, kenapa mama menamparnya?"
"Wanita penggoda seperti dia pantas untuk mendapatkan tamparan. Mama sudah banyak dengar tentang dia dari Anita. Dan mama tidak mau kamu melakukan kesalahan untuk kedua kalinya dengan menikahi seorang pelayan. Mama ingin kamu segera menikahi Anita. Mama benar-benar menyesal kenapa tidak menikahkan kamu dengan dia dari awal, malah membiarkan kamu menikah dengan pelayan murahan itu." Jelas Widia.
" Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Dara. kenapa mama melampiaskan kemarahan mama padanya, dan kenapa mama percaya dengan omongan Anita, dia tidak tau apapun ma."
"Mama tidak mau tau. Mulai sekarang wanita ini harus keluar dari rumah dan jangan pernah membawanya kembali!" perintah Widia membuat keduanya terkejut.
"Tidak bisa ma, anak-anak membutuhkan dia. Aku tidak bisa mencari pengganti seperti dia lagi." Tolak Bisma.
"Jangan banyak alasan Bisma. Masih banyak pengasuh yang bisa menjaga Key tidak harus dia."
"Tapi ma-"
"Baiklah kalau nyonya tidak menginginkan saya di sini. Saya akan pergi sekarang juga."
__ADS_1
Tanpa bicara dan rasa kecewa, Dara langsung berlari pergi, meninggalkan Bisma tanpa sepatah katapun bahkan panggilan Bisma sudah tidak di hiraukan nya.
To Be continued ☺️☺️