
Setelah di rasa membaik, Dara melanjutkan kembali aktivitasnya mengasuh kedua anak Bisma sedangkan Bisma berangkat bekerja.
Dara kembali menemui Key yang menyendiri di kamar. Ketakutan akan kesalahannya membuatnya mengurung diri.
"Key apa Nanny Dara boleh masuk? tanya Dara sambil mengetuk pintu.
Tak lama pintu pun terbuka dan pria kecil dengan mata sembab berdiri di balik pintu.
Dara berjongkok mensejajarkan diri dengan Key. "Key kenapa mengurung diri di kamar? Apa Key takut dengan Papa? Tentang saja, mulai sekarang selama Nanny masih bekerja di sini. Nanny akan melindungi Key dan tidak ada yang boleh menyakiti Key termasuk Papa.
Dara pun membawa masuk Key dan ingin mendekatkan diri pada key jika bukan hanya key yang perasaan posisi yang dialaminya sekarang.
"Apa kamu tau Key, Dulu waktu Nanny kecil Nanny juga seperti Key orang tua Nanny sering bertengkar dan akhirnya hidup Nanny menjadi kacau karena broken home, Nanny tinggal bersama ayah yang saat itu kerena sedih kehilangan ibu selalu melampiaskan kekesalannya pada Nanny. Nanny juga sering di kurung dan juga di pulau. Tapi Nanny tidak memberontak, Nanny merubah sikap ayah dengan cara yang halus hingga akhirnya hati ayah luluh dan kembali sayang dengan Nanny." Dengan pelan Dara bercerita dan memberi pemahaman pada Key, sedangkan Key dengan serius mendengarkan cerita Dara.
"Apa Key mau berjanji dengan Nanny kalau Key, tidak akan bersikap arogan dan brutal. Key akan mengendalikan emosi Key perlahan agar Papa sayang sama Key. Apa Key mau di sayang papa?" Key pun mengangguk dengan semangat, " Kalau begitu Nanny akan bantu Key. Tapi key harus janji sama Nanny kalau Key mau belajar untuk bicara lagi. Kerena Nanny ingin Key menjadi orang yang pertama yang memberikan ucapan selamat ulang tahun buat Nanny beberapa hari lagi." Ucap Dara.
__ADS_1
Key kembali memeluk erat Dara dengan erat, walaupun tak mengeluarkan sepatah katapun tapi pelukan itu penuh arti, bahwasanya Key mulai menyayangi Dara dan mulai mempercayainya.
Dara sendiri tersentuh dengan cara Key menunjukkan perasaannya dan membuat Dara semakin yakin kalau ia bisa membuat hubungan yang lebih dekat antara pengasuh dan yang di asuh.
Setelah berhasil membuat Key tidak ketakutan, Dara menyuruh Key bermain untuk melupakan kejadian itu yang terjadi pada itu.
*****
Di sisi lain Bisma sedang makan siang bersama Anita. Anita merasa tak tenang dengan keberadaan Dara di rumah laki-laki yang selama ini dia sukai. Bahkan sangking cintanya, Anita sanggup menunggu Bisma selama delapan belas tahun sampai Bisma menjadi Duda.
" Mas Kamu tau kan kalau aku sangat mencintaimu dari dulu, bahkan aku rela menunggu dirimu. Dan sekarang kamu sendirian. Izinkan aku masuk dalam keluargamu dan menjadi bagian dalam hidupmu. Aku ingin menikah denganmu mas." Ungkap Anita sambil menggenggam salah satu tangan Bisma, namun sayangnya Bisma segera menarik tangannya dari atas meja, membuat Anita kecewa seketika.
"Aku sudah membayarnya, silahkan lanjutkan makan siangmu. Aku harus pergi sekarang." Bisma pun pergi begitu saja setelah menyelesaikan pembayaran.
Anita yang merasa diabaikan hanya bisa menggebrak meja pelan untuk melampiaskan kekesalannya. Ia pun segera meraih tasnya dan meninggalkan restoran itu menyusul Bisma yang sudah pergi lebih dulu.
__ADS_1
"Kamu sudah mengecewakan aku dua kali mas, aku akan membuatmu mengatakan iya setelah ini. Lihat saja mas," ucap Anita seorang diri lalu ia pun pergi meninggalkan restoran tersebut dengan perasaan kesal.
Bisma segera kembali ke kantor dan belum sempat menyuap makan siangnya, Selera makannya langsung hilang saat Anita membicarakan hal yang sama berulang-ulang. Mungkin bagi sebagian laki-laki, mencari wanita pengganti untuk mengisi kekosongan hati cukup mudah, tapi tidak bagi Bisma. Banyak pertimbangan yang harus ia pikirkan, selain karena belum bisa membuka hati tapi juga memikirkan kedua anaknya yang tak mungkin bisa menerima ibu pengganti dengan mudah.
'Lebih baik aku pulang saja, daripada di kantor tapi pikiranku kemana-mana.' Gumam Bisma lalu ia segera mengambil jasnya dan meninggalkan ruangan kantor untuk pulang padahal saat itu jam masih menunjukkan pukul dua siang.
sepanjang jalan tiba-tiba Bisma teringat dengan Dara yang sedang menjaga kedua anaknya di rumah. Bisma ingin memberikan hadiah kecil untuk Dara karena secara tidak langsung sudah membantu dirinya menghadapi kedua anaknya dan juga kesehatan Kayra lebih membaik setelah Dara memberikan ASI-nya untuk putri kecilnya.
'Sepertinya aku harus membelikan sesuatu untuknya.' Gumam Bisma lalu segera berbelok ke salah satu supermarket yang ia lewati.
Bisma dengan malu-malu mendekati Pramuniaga yang ada, "Permisi, saya sedang membutuhkan susu untuk ibu menyusui dengan merek yang bagus. Apakah bisa tolong saya memberi rekomendasi susu yang baik untuk ibu dan bayi?" ucap Bisma menahan malu. Pramuniaga itu senyum-senyum saat melihat Ketampanan Bisma.
"Mari ikuti saya pak, Saya akan menunjukkan beberapa merek susu yang bapak butuhkan!" ajak Pramuniaga itu Bisma pun mengikutinya.
Bisma mengambil beberapa susu yang di saya bagus untuk Dara dan juga putrinya.
__ADS_1
"Aku harap Dia mau meminumnya, Bukan karena aku perhatikan padanya tapi aku ingin anakku tumbuh dengan sehat." Bisma pun segera membayar enam kotak susu bubuk dan beberapa makanan ringan untuk Key. Setelah selesai membayar, Bisma pun segera keluar dan pulang.
To be continued ☺️☺️☺️