Penjaga Hati Menjaga Rasa

Penjaga Hati Menjaga Rasa
bab delapan belas


__ADS_3

"subhanalloh,Dik,ini rumah udah kaya gambaran surga aja deh,hmmm gue jadi betah tau"ucap Kai pada saat duduk di teras belakang yang langsung menyatu dengan taman yang luas,dimana diseberang tempat Kai dan Dika duduk terdapat gazebo yang di bangun dari kayu jati dan di tengah2 taman terdapat aliran sungai buatan yang membuat tenang dengan suara gemerinciknya air dari sungai buatan tersebut serta ditambah jembatan kecil sebagai akses jalan melewati sungai menuju gazebo.


"alah elu mah lebbay,kaya yang udah pernah ke surga aja"ejek Dika yang menikmati indahnya pemandangan sekitar.


"idih bukan gitu,gue kan sering baca gambaran surga tuh,tempatnya adem,suara aliran sungai yang membuat damai,dan ditambah,pohon buah buahan yang ada disekitar sini tuh bikin gue pengen manjat tau,,,aduuuh coba aja si Rey ada di sini pasti tambah seru.jadi kangen si Rey"ucap Kai yang tiba2 merindukan sahabatnya karena teringat masa lalu.


"lo suka ya sama Rey?"tanya Dika sambil menatap Kai dengan tatapan menyidik


"apaan sih lo,mana ada gue suka sama sahabat gue sendiri"elak Kai yang mengibaskan tangan nya di depan wajahnya sambil tersenyum renyah


"tapi gelagat lo udah kaya orang yang suka sama si Rey"ucap Dika serius


"jujur gue ga ada rasa suka yang mengarah buat gue jadi pacarnya.gue sayang sama Rey udah kaya kaka gue sendiri"


"emang kalian temenan udah lama?"


"kita temenan udah dari SD.selain Rey gue ga punya temen lagi waktu di SD.semua teman gue ngejauhin gue karena takut orangtuanya marah kalo mereka temenan sama gue."


"kenapa mereka ga boleh temenan sama lo?"


"gue ga tau Dik awalnya gimana.yang gue tau para orang tua temen2 gue ga mau mereka bergaul sama anak haram yang ga punya surat identitas kelahiran kaya gue"jelas Kai sambil menundukan kepalanya.


"kok bisa?"


"iya dulu ada satu orang tua yang bener2 g mau anaknya kenal sama gue sampe2 minta kepsek buat DO gue.tapi kepsek gue ga bisa ngikutin permintaan mereka dengan alasan gue salah satu siswa yang katanya sih berprestasi.sebagai gantinya kepsek janji kalo anak mereka g akan bergaul sama gue dan gue ga boleh sekedar nyapa mereka.ga ada yang boleh duduk sebangku sama gue dan istirahat pun ga ada yang mau sekedar berbagi meja sama gue terkecuali Rey,dimana orang ngejauhin gue,dia malah jadi temen gue dan selalu ada buat gue sampe hari ini"jelas Kai panjang lebar


"orang tua si Rey ga ikut demoin lo?"


"ayah sama bundanya Rey tuh orang baik,mereka orangtua yang baik dalam mendidik Rey,termasuk ga pilih2 temen.makanya Rey tumbuh jadi anak yang siapapun akan nyaman deket dia."


"trus itu akta kelahiran lo gimana ceritanya?"


"sebenernya sekarang yang tinggal sama gue tuh kaka dari alm mama yang meninggal pas gue berumur 1 tahun karena menurut cerita ibu,bapa ninggalin mama pas lagi hamil.mungkin alm mama sakit hati yang berlebihan karena tak kunjung mendapat status yang jelas setelah 3 tahun menikah siri sampe alm mama hamil."sejenak Kai menarik nafas untuk melanjutkan ceritanya,karena selain Rey ini pertama kalinya Kai bercerita tentang kehidupan pribadinya pada orang lain.selebihnya Kai lebih memilih diam dan membiarkan orang lain berspekulasi tentang kehidupannya.karena menurutnya diam lebih baik dari pada harus menjelaskan sesuatu pada orang yang sudah terlanjur membencinya.


"berita para orangtua siswa yang meminta kepsek buat ngeDO gue sampe ketelinga ibu,pada akhirnya ibu ngurus2 buat bikin akta kelahiran gue atas namanya bersama mantan suaminya.alhamdulillah semua kerja keras ibu membuahkan hasil.ibu bisa bikin akta kelahiran aku atas namanya dan mantan suaminya meskipun ibu harus menerima segala hinaan yang di lontarkan keluarga mantan suaminya dan keluarga besar ibu juga karena bersikukuh membesarkan aku yang mereka tau aku anak haram dari alm mama ku"sambung Kai dengan nada yang sudah berubah menjadi parau karena harus menahan rasa sakit yang terpendamkan.


Tanpa mereka sadari,ambu yang sedari tadi berdiri di depan pintu di dekat mereka berdua duduk mendengar semua cerita miris yang dipendam oleh seorang anak remaja selama lebih dari lima tahun.

__ADS_1


tak ada suara lagi yang terdengar saat terakhir Kai menjelaskan panjang lebar.keduanya diam dengan fikiran masing2.tapi tiba2 ambu datang dan membuyarkan lamunan ke dua remaja tersebut.


"kasep,ambu udah lama ya ga ketemu sama Brahmi,kemana atuh dia teh?tanya ambu


Dika yang mendengar pertanyaan nene tercintanya terlihat kikuk dan enggan untuk menjawab.bukannya menjawab Dika malah mengalihkan dengan pertanyaan lain yang dia lontarkan kepada ambunya.


"ambu,mau kemana,Dika kira ambu lagi istirahat?"


"ambu ga apa2 kasep,tapi ambu teh asa pengen makan rujak mangga manis yang masih ada di pohon,nungguin si karjo meni lama ga pulang2"jawab ambu


"kenapa harus nunggu siapa itu ambu?...."


"mang karjo"timpal Dika pada pertanyaan Kai yang menggantung


"iya mang Karjo ambu?"tanya Kai melanjutkan


"iya,biar bisa ambilin mangga yang masih di atas pohon sana tuh"jawab Dika sambil menunjukan mangga yang masih menggantung di pohonnya.


"emangnya kamu ga bisa manjat?"tanya Kai


"emang kamu bisa manjat"


"kan tadi aku bilang,liat pohon2 di rumah ambu yang lagi berbuah bikin aku pengen manjat,,,hehehe"


"yaudah kamu hati2"ambu memperingatkan


Kai yang sudah mengganti rok seragamnya dengan celana olahraga yang selalu dia bawa dalam tas sekolahnya pun sudah mulai memanjat pohon mangga yang sedari tadi menjadi incarannya.dan beruntung keinginan ambu untuk memakan buah mangga menjadi alasan Kai untuk memuluskan keinginannya.


Dika yang melihat Kai memanjat pohon dengan mudahnya merasa heran sekaligus takut terjadi apa2 pada teman sebangku aneh nya itu.


"heh cewe aneh,kok bisa sih lo manjat pohon kaya lagi naik tangga aja,apa jangan2 lo siluman kera sakti versi cewe kali ya?""ucap Dika yang melihat Kai dari bawah pohon bersama ambu


"songong lo ngatain gue kera sakti,yang ada tuh gue heran sama lo,katanya cowo masa pohon segini aja lo ga bisa manjat,kayanya gue mulai mempertanyakan kelakilakian lo deh"ucap Kai sambil memilih mangga yang memang sudah matang


ambu yang berada diantara mereka berdua pun hanya tersenyum melihat pertengkaran lucu keduanya.


"udah aja neng,yang lainya mah masih mentah.cukup lah sekarang kamu turun terus bersih2 bisi gatel"pinta ambu

__ADS_1


Kai pun menuruti perintah nene yang terlihat masih cantik itu turun dari pohon lalu pergi membersihkan diri ke kamar mandi.


setelah limabelas menit Kai selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi,Kai pun berjalan menuju gazebo menghampiri Dika dan amhu yang sudah menunggunya dengan peralatan yang akan digunakan unyuk membuat rujak ulek permintaan sang nene.


"kamu udah selesai neng?"ucap ambu saat melihat Kai yang duduk di sampingnya


"udah ambu,siniambu biar Kai yang bikin bumbunya"Kai menawarkan


"memangnya lo bisa"Dika meragukan


"kalo cuma urusan ngulek bumbu rujak mah kecil,kalo mau gue bisa sekalian ngulek jidat lo juga"ucap Kai ketus sambil memicingkan matanya ke arah Dika


ambu yang melihat tingkah lucu mereka pun tak henti2nya melengkungkan senyuman dibibirnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya heran.


▪️▪️▪️▪️▪️


setelah selesai dengan acara bikin rujaknya Kai yang masih duduk di gazebo bersama ambu pun mulai akrab dengan obrolan kecil dari sang nene teman sebangkunya itu.


"neng"sapaan baru dari ambu untuk Kai


Kai yang mendengar panggilan dari ambu pun hanya menengok dan menatap ke arah siempunya suara


"dulu ambu juga pernah dikucilkan sama temen sekolah ambu karena wajah ambu yang terlihat kental darah Belanda karena ibu ambu memang asli orang Belanda yang menikah dengan pribumi.ambu bersekolah ditempat khusus pribumi karena tempat itu yang terdekat dari rumah.mereka ga suka ambu sekolah disana karena mereka menganggap bahwa ambu keturunan penjajah.ambu sempet ga mau pergi sekolah sampe pada akhirnya ambu ketemu abahnya Dika dan satu teman ambu lainnya kake dari temennya Dika,Brahmi.mereka selalu baik sama ambu padahal mereka keturunan asli pribumi.tidak ada dinding pemisah antara kita bertiga menjalin pertemanan sampe pada akhirnya ambu menikah dengan abahnya Dika dan ambu betah menetap di Bandung."ambu menjeda ceritanya sekedar untuk mengamhil nafas lalu melanjutkan kembali ceritanya.


"ambu juga pernah ada di posisi kamu,dikucilkan dan merasa tidak penting,tapi orang2 disekita ambu yang selalu memberika semangat pada ambu untuk terus berbuat kebaikan.jadi intinya teruslah menebarkan kebahagiaan pada orang disekitar kita sekalipun mereka membenci kita.karena kecantikan yang paling kekal itu yang terpancar dari hati.dan terus bersabar."tutup ambu yang memberi petuah kepada orang asing tapi sudah seperti cucunya sendiri.


Kai yang mendengar petuah positif dari ambu pun tersenyum dan langsung mencium tangan ambu


"nuhun ya ambu udah ngasih semangat sama Kai.Kai kira ambu bakal kaya orang tua temen Kai yang lain saat tau latar belakang keluarga Kai dan ngelarang Dika buat temenan sama Kai"ucap Kai


"kamu ga salah neng,kamu cuma korban,lagian kalo bisa milih pun kamu ga akan mau ada di posisi kaya gini,iya kan?"tanya ambu


Kai pun tersenyum dan mengangguk mendengar pertanyaan ambu yang membuatnya lega karena selain ibunya da Rey masih ada orang baik yang mengerti posisinya dan mau menerimanya apa adanya.


disebrang tempat dua orang wanita beda generasi itu sedang ngobrol ternyata Dika memperhatikan dan melihat keramahan yang di berikan ambunya pada Kai yang belum pernah dia lihat pada teman wanita nya yang lain sebelum Kai yang pernah dia bawa bertemu ambu.senyum lega pun keluar dari bibir merah milik Dika.


belum pernah gue lihat ambu seramah ini sama temen cewe gue,ternyata gue ga salah bawa cewe aneh itu ketemu ambu batin Dika.

__ADS_1


__ADS_2