Penjaga Hati Menjaga Rasa

Penjaga Hati Menjaga Rasa
bab 23


__ADS_3

Dika kini berada di lorong rumah sakit berdiri menatap pemandangan yang disuguhkan diluar jendela dengan tatapan kosong sambil terus mengingat tentang penjelasan Delisha yang terus berputar dikepalanya. Meratapi semua kebodohan nya dan menyesali atas apa yang sudah dia lakukan pada sahabat setianya Brahmi hingga menyebabkan dia terkulai lemas tak berdaya di atas ranjang rumah sakit yang tak kunjung sadarkan diri sudah hampir sepuluh hari karena kecelakaan motor hari itu.


Kata seandainya sekarang sedang benar benar menghiasi isi kepalanya.seandainya dia tidak terlalu cinta pada Siena,seandainya dia mau mendengarkan penjelasan Brahmi,seandainya,,, seandainya,,,seandainya mungkin ini tidak akan terjadi pada Brahmi dan penyesalan tidak akan datang semenyakitkan ini untuknya.


Tapi pergerakan tangan yang tiba tiba Dika rasakan menyentuh bahu kekarnya membuyarkan semua lamunannya.


“ Dik, kamu ga apa apa kan?” Kai yang merasa khawatir dengan keadaan psikologis Dika pun menyusul Dika yang pamit keluar ruangan untuk berusaha menenangkan pikirannya.


Dika yang mendengar pertanyaan Kai pun tidak menjawab,dia langsung menarik tangan mungil gadis yang selalu setia menemaninya dan meraih tubuh mungilnya untuk bisa dia dekap,karena jujur saat ini Dika benar benar membutuhkan pelukan yang dapat menenangkan hati nya yang dipenuhi dengan rasa penyesalan.


Kai yang mendapati tubuhnya sedang berada dalam pelukan teman sekaligus partner ributnya pun sontak terkejut dan berusaha untuk melepaskan pelukan Dika karena pada saat yang bersamaan,jantung yang selalu setia bergantung di dalam dadanya berdetak cepat seperti akan loncat dari tempatnya.


“Gue mohon sebentar aja”


ucap Dika lirih tepat di samping telinga kai saat mendapati pergerakan tubuh Kai yang merasa tidak nyaman berada dipelukanya.


terdengar suara lelah yang keluar dari bibir tipis pria itu yang membuat Kai sejenak mengikuti permintaan Dika.


Dika merasa nyaman berada dipelukan Kai terlebih saat tangan mungil Kai mengelus elus lembut bahu Dika sebagai ekspresi yang Kai lakukan untuk meminta Dika tetap bersabar tanpa mengeluarkan kata kata.


Setelah beberapa lama mereka larut dalam diam Kai pun mencoba untuk berusaha agar Dika melepaskan pelukannya.


“Dik aku sesak nih,kamu main peluk peluk aja,lagian kiita kan bukan muhrim tau”ucap Kai memecahkan suasana yang membuatanya salah tingkah


“alah bilangnya bukan muhrim tapi lo seneng kan di peluk sama gue!?” jawab Dika berusaha menyembunyikan kesedihannya


“idih yang meluk duluan siapa yang seneng siapa?Lo emang bener bener nyebelin ya?tau gini gue ogah deh nyusulin lu kesini mendingan nemenin si Delisha nungguin pacarnya”rungut Kai


“ish,elo disini tuh temen gue,bukan temen si delisha,wajar kan Lo nemenin gue yang lagi kalut”rungut Dika.


Mendengar ucapan Dika Kai pun menyunggingkan bibirnya

__ADS_1


“gue tau Lo ngerasain penyesalan yang teramat besar,tapi bukan berarti Lo harus terus larut dengan semua penyesalan Lo yang malah bisa nyiksa batin Lo sendiri.mendingan sekarang kita berdoa semoga Brahmi cepet siuman lagi dan Lo bisa Nebus semua rasa bersalah Lo dengan menjadi sahabat terbaik dan lebih baik lagi buat Brahmi.”


“Tapi,,,”


“Tapi apa ,Lo malu?gue yakin Brahmi bakal maafin semua kesalahan Lo dan lupain semuanya asalkan Lo bisa hidup lebih baik lagi”


“So toy Lo,tau dari mana?”


“bukan kah Brahmi sahabat terbaik Lo,harusnya Lo dong yang tau sifat sahabat Lo gimana,,,bukannya malah nyangkain gue yang so toy”cibir Kai


“Bahkan gue lupa sama sifat sahabat terbaik gue Kai” ucap Dika melemah


“Makanya dari sekarang Lo baik baik tuh faham sama sifat orang orang yang ada di sekitar Lo terlebih sahabat Lo jangan jadi cowo yang kebucinan” sindir Kai


“lo lagi ngatain gue”jawab Dika tak terima


“Bukan ngatain,tapi faktanya”jawab Kai tegas


“Lo mungkin bener Kai”


“Ko Lo sewot sich,,,,,tapi Kai makasih ya,selama si Brahmi di rumah sakit,Lo selalu setia nemenin gue sampe sekarang Lo selalu bisa nenangin hati gue”ucap Dika tulus dengan senyum manis yang terpancar secara apik di wajah gantengnya


Melihat senyuman tulus dan manis dari Dika membuat Kai salah tingkah dan berusaha mengalihkan perhatiannya


“Idih pake senyum manis segala sama gue,ga cocok tuh senyum ada di muka Lo yang nyebelin”ucap Kai sewot menutupi rasa canggungnya


“Kenapa,Lo takut jatuh cinta ya liat senyum manis gue!?”goda Dika sambil terkekeh geli


“Idih,,,”kai yang mendapati ucapan Dika pun hanya menaikan bibir tipisnya berusaha menyembunyikan wajahnya yang merona karena malu.


▪️▪️▪️▪️▪️

__ADS_1


Sudah hampir dua Minggu Brahmi berada dirumah sakit tapi belum juga sadarkan diri.Dika yang masih setia menunggu Brahmi siuman pun sedang duduk di samping ranjang pasien sambil mengajak sang pasien ngobrol berharap akan mendengar apa yang dia bicarakan.


“mi,Lo marah ya sama gue!?kok Lo ga sadar sadar sich mi!?gue kangen sama lo.lo cepet sadar dong mi.kita hang out bareng lagi.kita jalan bareng lagi.lo ga kangen apa sama gue.”


Dika menghela nafas sebentar lalu melanjutkan obrolannya pada Brahmi yang masih setia menutup matanya.


“Mi kalo Lo marah,marah aja.bentak gue,pukul gue siksa tubuh gue semau Lo gue bisa terima.tapi jangan kaya gini caranya.lo diemin gue Lo ga jawab omongan gue,Lo biarin gue tersiksa dengan liat Lo terkapai lemah di ranjang ini tanpa membuka mata.mau sampe kapan mi Lo ngehukum gue kaya gini,hmm,mau sampai kapan???”


ucap Dika sambil menggenggam tangan dingin Brahmi yang terhubung dengan selang infusan sebagai alat untuk memberi asupan untuk tubuhnya yang tak kunjung siuman.


tanpa terasa Dika meneteskan cairan bening di ujung matanya yang mengalir menjelajahi pipi mulus Dika dengan terus menerus tanpa menyadari kehadiran Kai yang sudah berdiri di belakang punggung kekar dika.


Sosok Dika yang menyebalkan Dimata Kai tak terlihat seperti biasanya.saat ini Dika benar benar terlihat rapuh terlebih saat Delisha memberi tahu kepada Dika kejadian sebenarnya membuat Dika tak sebergairah sebelumnya.


Kai benar benar tidak tega melihat keadaan partner ributnya saat ini.


“Dik,,,Lo mau mandi dulu,Brahmi biar gue yang jaga”


Ucapan Kai mengejutkan Dika yang masih dalam mode sedih dan parahnya,air mata itu masih terlihat jelas membasahi pipi mulusnya.


Sontak Dika langsung menghapus sisa cairan bening yang lolos keluar dari matanya di semua anggota wajah gantengnya.


Meskipun dalam mode sedih,Dika sosok laki laki yang gengsian memperlihatkan air matanya kepada orang lain terlebih dihadapan wanita.


“lo dari kapan ada disini?kenapa ga ketuk pintu dulu?”ketus Dika yang sebab pastinya sich malu karena ketauan menangis oleh Kai.


“ish,,,gue ga liat Lo lagi nangis kok,paling Cuma sedikit”ucap Kai yang tau kalo Dika ketus karena gengsi ketauan menangis sambil menunjukan ibu jari dan jari telunjuknya dengan jarak yang sedekat mungkin sebagai perumpamaan dari kata sedikit yang dia ucapkan pada Dika agar Dika percaya pada ucapan nya.


“Apaan sih Lo?”


“Udah sana mandi,keburu Delisha Dateng,Lo mau Delisha liat muka sembab Lo yang abis,,, (kai pun menjeda ucapan nya dan mencoba membisikan) nangis???”

__ADS_1


Dika yang mendengar ucapan Kai pun langsung pergi menuju kamar mandi tanpa sepatah kata pun.


Dan Kai yang melihat tingkah Dika,hanya menampilkan senyum penuh kemenangan sambil menaikan kedua alisnya.


__ADS_2