Penjaga Hati Menjaga Rasa

Penjaga Hati Menjaga Rasa
bab 21


__ADS_3

Setelah kejadian kecelakaan itu sekarang Dika dan Kai sedang berada di rumah sakit tempat Brahmi di rawat.ya orang yang mengikuti mereka dan memanggil Dika untuk menghentikan motornya adalah sahabat Dika yang sedang dihindarinya karena sebuah kesalah fahaman.dan hari itu Brahmi sepertinya ingin menjelaskan semuanya pada Dika namun keegoisan Dika membuat Brahmi harus tergeletak tak sadarkan diri di kamar rumah sakit akibat kecelakaan yang dialaminya.


“Ya Tuhan Mi,gue harap Lo ga kenapa kenapa,maafin gue Mi,kalo aja gue ga egois dan mau berhenti sesuai permintaan elo mungkin ini ga terjadi”rutuk Dika penuh penyesalan di depan ruang operasi yang sedang melakukan penanganan pada Brahmi.


karena kecelakaan itu membuat beberapa tulang kaki dan tangannya patah sehingga harus berakhir di ruang operasi.


Dari pertama Kai mengenal Dika,baru kali ini dia melihat teman sebangkunya ini terlihat rapuh dan frustasi karena Dika yang dia kenal begitu dingin dan santai.


“Dik,Lo yang sabar ya,jangan terus nyalahin diri gitu dong,mungkin ini udah jalannya.kita berdoa aja supaya operasinya lancar dan temen Lo bisa kembali sehat.”ucap Kai menenangkan.


Karena semenjak kejadian kecelakaan itu Kai terus menemani Dika yang tak mau beranjak sedikit pun dari rumah sakit karena benar benar ingin mengetahui perkembangan kesehatan sahabatnya itu.


Orang tua mereka,,,entahlah mungkin ini yang dinamakan orang kaya yang terlalu sibuk mencari uang sehingga mereka lupa,ada anak anak mereka yang lebih membutuhkan perhatian dan kasih sayang,bukan hanya uang.


“Kai Lo disini ibu Lo ga marah?”tanya Dika memastikan agar Kai tidak terkena masalah karena terus menemaninya.


“gue udah bilang ke ibu,dan ibu hari ini pergi karena ada kerjaan "jelas Kai


“lo makan dulu,dari kemaren Lo ga makan,terakhir makan pas di restoran sebelum kecelakaan”ucap Kai


“Lo juga kan belom makan,Lo aja dulu,gue nanti kalo dokter udah keluar”tolak Dika


Tiba tiba datang lah wanita paruh baya yang terlihat dengan stelan kantornya bersama dengan satu orang wanita yang terlihat lebih muda berjalan tepat dibelakangnya.


“Sayang,gimana keadaan Brahmi,nak?”ucap wanita paruh baya yang terlihat mirip dengan Dika sepertinya dia mama nya.


Dika hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan wanita paruh baya tersebut

__ADS_1


“Kamu siapa?”tanya wanita paruh baya itu saat melihat ke arah Kai


“saya Kai temennya Dika”jawab Kai sambil melemparkan senyum ke arah wanita tersebut


mendengar jawaban Kai mama Dika tak berekspresi sama sekali.perhatianya kembali tertuju pada sang putra yang sedang duduk lesu menunggu dokter keluar dari ruang operasi


“Sayang,mama masih ada meeting lagi dengan klien,jadi mama ga bisa lama lama nemenin kamu jaga Brahmi,mama harap kamu ga marah.dan mama dan papanya Brahmi baru bisa sampai sore ini ke Jakarta.”ucap mama Dika pada Dika yang seolah tak peka dengan kondisi psikologis Dika


“mama pergi aja,Brahmi biar Dika yang jaga”ucap Dika dingin


“kamu bisa kan temenin anak saya?”tanya mama Dika pada Kai


“ehh,iya Tante insha Allah Dika biar saya yang temenin”ucap Kai kikuk


“Ya udah sayang,mama pergi dulu ya,kamu hati hati jangan lupa makan”ucap mama Dika pada Dika sambil mencium puncak kepala Dika yang masih dalam posisi duduk


“Kai Tante”jawab Kai


“Oiya,mmmh tolong jagain anak saya ya”pinta mama Dika pada Kai dengan segala


kearogansiannya


Kai hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan.


▪️▪️▪️▪️▪️


Beberapa hari setelah operasi selesai dilakukan,Brahmi sudah dipindahkan keruang perawatan VVIP,tapi Brahmi masih dalam keadaan koma.mungkin efek obat bius yang diberikan dokter pada waktu operasi masih bereaksi.Dika yang selalu setia menjaga tubuh Brahmi yang terkapar lemas di ranjang rumah sakit tak pernah beranjak sedikit pun meskipun hanya untuk sekedar makan ke kantin rumah sakit.

__ADS_1


Setiap hari Kai selalu melayani Dika untuk menawarkan makan dan menggantikan Dika menunggu Brahmi yang masih koma saat dia harus pergi untuk membersihkan diri.


ya Kai datang ke rumah sakit setiap pagi untuk menemani Dika dan pulang setelah waktu magrib.beruntung ini adalah liburan sekolah sehingga tidak mengganggu jadwal sekolah mereka.dan ibu Kai sangat faham pada keadaan anaknya dan mengizinkannya menemani temannya tersebut.


“Dik,kamu mau mandi,biar aku yang jaga Brahmi.udah itu kamu makan,aku udah bawain kamu makanan”titah Kai


Dika yang duduk di sebelah ranjang pasien pun langsung menoleh ke arah sumber suara.terlihat jelas disana Kai yang bediri dengan membawa jinjingan tas keresek berisi makanan yang sangat banyak


“lo kesini bawa makanan sebanyak ini?Lo kesini mau jaga orang sakit atau mau piknik?”tanya Dika heran karena perbekalan Kai yang sangat banyak


“Ish Lo ya,ini kan buat persediaan kita makan disini,lagian aku males kalo harus bolak balik keluar buat beli makanan.dan ini lebih hemat tau,makanan disini kan harganya mahal mahal,sayang tau uang gue kalo harus beli makanan disini”ucap Kai sambil mengerucutkan bibir mungilnya


Beberapa hari di rumah sakit membuat Dika melupakan sedikit kebiasaan teman yang setia menemaninya selama ini menunggu sahabatnya yang sedang koma itu.


Dia lupa bahwa Kai salah satu perempuan yang memiliki nafsu makan yang besar sekalipun badannya yang kecil tapi isi perutnya bisa menampung makanan yang banyak sehingga setiap jam nya harus selalu terisi.jika tidak,Kai akan selalu gelisah karena dorongan cacing yang ada di perutnya dapat menghilangkan konsentrasinya.


Tiba tiba datang lah seorang wanita cantik dengan rambut sebahu yang tergerai rapi dan terlihat feminim dengan mini dress motif taburan bunga terlihat berdiri di bibir pintu ruangan tempat Brahmi dirawat.


Kai yang sedang merapikan makanan yang di bawanya pun langsung melihat ke pusat perhatian Dika yang terlihat enggan untuk masuk.


"ngapain lo kesini???"


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2