Penjaga Hati Menjaga Rasa

Penjaga Hati Menjaga Rasa
bab 20


__ADS_3

Hari ini hari dibagikannya hasil raport selama semester dua dan sekaligus kenaikan kelas.Kai dan Dika yang sudah terlebih dahulu menerima raport menemani Rey yang sedang menunggu bundanya yang berada dikelas Rey untuk menerima hasil raport Rey ditaman sekolah.


Tiba tiba Kemal datang menghampiri ketiga sahabat yang sedang duduk di bangku taman sekolah.


“Kai,,,hai kalian lagi ngapain?”sapa Kemal pada Kai dan juga Rey dan Dika


“Eh Kemal,kita lagi nemenin Rey nungguin bundanya yang masih di kelas”jawab Kai


“Oh,kalian udah terima hasil raport nya?”tanya Kemal lagi


“Aku sama Dika udah”jawab Kai


“Oh,mmmh,,,aku kesini Cuma mau pamit sama kamu Kai dan juga sama kalian”ucap Kemal menggantung pada Kai dan juga Rey dan Dika


“Pamit???memangnya kamu mau kemana?”tanya Kai penasaran


“Iya,aku mau pindah Kai ke Jakarta,perusahaan kakek yang di sana udah jadi tanggung jawab penuh papa,jadinya kita harus pindah.dan juga aku kepilih jadi tim inti volley ball nasional u17 yang mengharuskan aku buat menetap di ibu kota”jelas Kemal panjang lebar


“Kenapa ngedadak Mal”tanya Rey


“ga mendadak juga soalnya ini udah direncanakan sebelumnya,Cuma karena kesibukan gue,jadi gue baru bisa pamit sekarang”jawab Kemal yang terlihat memasang wajah yang sedikit kecewa


“oh gitu,yaudah Kemal aku doain semoga kamu sukses ya disana,semua cita cita kamu tercapai dan jadi orang yang lebih baik lagi.maafin aku ya udah bikin kamu sakit hati”ucap Kai dengan perasaan menyesal


“aku yang seharusnya minta maaf sama kamu Kai,karena keegoisan aku,kamu banyak di hujat sama orang satu sekolah dan kamu tetep jaga nama baik aku sebagai orang yang berprestasi di sekolah.kamu bener bener bantu aku jaga nilai aku biar ga anjlok dan juga bantu jaga nama baik aku.aku bakal kangen banget sama kamu Kai,aku ga tau bakal nemuin lagi ga orang yang tulus baik sama aku bukan Cuma karena kepopuleran aku kaya kamu.”ucap Kemal yang mengutarakan isi hatinya tanpa memperdulikan ada Dika dan Rey diantara mereka.


“kamu jangan lupa sama kita disini,kalo lagi ke Bandung mampir kesini ya”ucap Kai mencairkan suasana yang sudah terasa melow


“Iya,insya Allah kalo aku kebandung pasti aku bakal mampir kesini dan mau cari kamu”goda Kemal


“apaan Sih kamu”jawab Kai sambil tersenyum dengan wajah yang memerah menahan malu


“oiya Dik,gue mau minta maaf sama Lo,karena kesalah fahaman kita waktu itu,ucapan Lo buat gua emosi jadi gue sampe khilaf.mmmh,,,sama gue mau titipin jagain Kai ke Lo karena kayanya sahabat kesayangannya lagi kejatohan lope deh”ucap Kemal pada Dika sambil menyindir Rey yang ada disebelahnya


“Iya sama sama gue juga minta maaf”jawab Dika


“Kalian lagi nyindir gue nih ceritanya?”ucap Rey yang sadar dengan sindiran Kemal


Sontak mereka berempat tertawa bersama

__ADS_1


“Sorry Rey bukannya nyindir tapi faktanya,,,hahaha”ucap Kemal


“Gue pamit ya Rey,Lo jangan lupa jagain si Kai juga.gue harap Lo ga terhanyut sama kecantikan orang yang terlihat cantik karena belum tentu hatinya secantik wajahnya.gue harap Lo bisa lebih peka lagi ya Rey biar Lo ga menyesal”ucap Kemal menggantung karena perumpamaan yang tak tahu arah.


Rey yang tidak mengerti hanya tersenyum dan menepuk pundak Kemal lalu mengajaknya bersalaman sebagai tanda perpisahan.lalu diikuti oleh Dika dan Kai yang menyalami Kemal bergantian.


“Rey,hari ini jadi kan ngajakin aku jalan lagi”tiba tiba mereka bertiga dikejutkan oleh suara Vivian yang terdengar manja karena tatapan mereka yang tertuju pada kepergian Kemal


“Oh iya,ayo...Dik,Kai kalian ikut kita yuk jalan?”ajak Rey pada Dika dan Kai


“Kita ga ikut Rey,kamu aja!,,,iya kan Kai?”ucap Dika spontan dan langsung bertanya pada Kai untuk meminta dukungan penolakannya secara tidak langsung


“Huuh kamu aja berdua,aku nebeng Dika aja seperti biasa”jawab Kai sambil nyengir yang dipaksakan.


“yaudah kita duluan ga papa kan?”tanya Dika pada Rey untuk pamit karena tidak merasa nyaman dengan kehadiran Vivian


“okay,ga papa”jawab Rey santai


*********


Dika dan Kai kini tengah duduk di meja di sebuah restoran favorit Dika.


“Dik,kenapa ajakan Rey langsung Lo tolak?padahal kan kalo Lo Nerima,kalian bisa jalan bareng Vivian,bukannya cowo cowo seneng ya kalo jalan sama cewe secantik Vivian?”tanya Kai pada Dika sambil menunggu pesanannya datang


“hihihi gue mah udah biasa jadi nyamuknya si Rey,sebelumnya gue sering ikut kalo si Rey jalan sama pacarnya,tapi sama Vivian gue ga nyaman,jadi gue lebih milih nolak”jelas Kai sambil memanyunkan bibirnya.


“Jadi kalo si Rey pacaran Lo sering nguping?”selidik Dika


“ya nggak lah,enak aja,gue juga tau diri kali”bela Kai


Setelah menunggu akhirnya pelayan mengantarkan pesanan mereka.dan langsung melahap makanan yang mereka pesan tanpa lupa berdoa karena Dika trauma dengan cara Kai menegurnya yang tak biasa.


Setelah mereka menghabiskan makanannya,Dika pun hendak pergi membayar tagihannya ke kasir namun terlihat antrian yang begitu panjang mengurungkan niat Dika untuk membayar di kasir dan lebih memilih memanggil pelayan untuk membawakan struk tagihannya.


“mas,tolong minta struk tagihannya ya mas,saya malas mengantri”pinta Dika pada pelayan


“Oh baik mas,tunggu sebentar”pelayan pun segera membawa struk tagihan yang diminta Dika


“Ini mas struknya”pelayan pun datang kembali membawakan struk tagihannya pada Dika.

__ADS_1


Dika pun langsung mengeluarkan uang seratus ribuan sebanyak tiga lembar karena totalnya kurang dari nominal uang yang Dika keluarkan.


“Tunggu apa lagi Dik?”tanya Kai


“Tunggu kembaliannya,kan gue kasih uangnya lebih”jawab Dika


“ish elu mah,kenapa ga kasih aja sekalian buat tips nya dia”kesal Kai


“Ngapain gue harus ngasih dia tips,kan dia kerja disini juga udah digaji”ucap Dika


“ya kasih aja itung itung Lo sedekah kali Dik,gaji tuh penghasilan pokok,tips itu anggap aja rezeki tambahan atas kerja kerasnya,siapa tau dari sedikit rezeki yang Lo bagi bermanfaat besar buat dia yang Nerima”ucap Kai menasehati


“Ini juga gue kan udah traktir lu berarti gue udah sedekah dong”ucap Dika tak mau kalah


“Ye kalo mau sedekah tuh jangan tanggung tanggung biar pahala nya banyak”Kai terus keukeuh membujuk Dika


“Yaudah si mas nya juga udah terlanjur pergi sambil tunggu struk aslinya,nanti kita dikira makan ga bayar lagi”jawab Dika mengalah


“Hehehe nah gitu dong kalo mau sedekah tuh jangan tanggung tnggung.ngomong ngomong makasih ya lo sering traktir gue.gue doain deh Lo biar cepet cepet dapetin pacar yang baiknya sama kaya gue”ucap Kai yang mendoakan Dika tapi lebih terdengar sedang narsis dengan tersenyum manis yang membuat Dika menjadi salah tingkah karena jantung Dika seketika berdetak lebih cepat saat melihat senyum indah di bibir mungil Kai.


“idih narsis”saut Dika sambil memalingkan mukanya yang dirasa akan memerah karena melihat senyum manis yang masih menghias di bibir mungil Kai


********


Dalam perjalanan pulang,Kai merasa ada seseorang yang mengikuti motor yang dikendarai Dika dari arah belakangnya dan terus memanggil nama Dika.


Dik,,,dikaaa,,,berhenti dik


“Dik itu di belakang kita ada yang ngikutin dan manggil manggil elo”ucap Kai pada Dika dengan nada yang tinggi karena berlomba dengan suara angin


Dika pun melihat dari kaca spion motor miliknya


“Gue ga tau,udah biarin aja”perintah Dika


Dik,,,gue mohon Dik berhenti


“Dika kasian ih berhenti dulu kenapa?”pinta Kai


Bukannya berhenti Dika malah mempercepat laju motor yang dikendarainya tapi tiba tiba terdengar suara seperti terjadi tabrakan dibelakang motornya

__ADS_1


“Dika berhenti orang yang ngejar kita jatuh“


Mendengar ucapan Kai,Dika pun menghentikan motor yang melaju dengan kecepatan tinggi itu secara tiba tiba membuat kedua tangan Kai yang berada di pinggang Dika pun berubah posisi menjadi melingkar di pinggang Dika dan mendekap dengan erat tubuh Dika.


__ADS_2