
Dika yang telah hendak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri seketika terkejut melihat gadis seumurannya telah berdiri di bibir pintu ruangan VVIP tempat Brahmi dirawat yang tak tertutup.
“Ngapain kamu kesini?”tanya Dika dengan nada dingin
Kai yang sedang membereskan makanan yang di bawanya di atas meja makan pun langsung melihat ke arah gadis cantik itu berdiri dengan wajah yang terlihat cemas,takut dan bingung menjadi satu.
mungkin karena campuran perasaan antara mencemaskan sang pasien dan ketakutan akan nada pertanyaan dari Dika membuat wajah gadis cantik itu semakin terlihat menyedihkan.
“Ish kamu ini,ya pasti mau jenguk Brahmi lah,terus mau apa lagi”ucap Kai yang memecahkan ketegangan yang tercipta karena sikap dingin yang di keluarkan Dika.
“Hai,aku Kai temennya Dika”ucap Kai memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan nya pada gadis yang terlihat masih ragu,malu dan takut untuk masuk kedalam ruang kamar rumah sakit dengan senyumnya yang ramah.
“Oh,gue Delisha”jawab gadis tersebut sambil membalas uluran tangan Kai dan tersenyum manis terpancar kelegaan wajahnya yang sedari tadi terlihat tegang.
Sedangkan Dika tak menghiraukan perkenalan kedua gadis yang ada dihadapannya tersebut dengan melenggang pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Kai pun mempersilahkan Delisha untuk melihat keadaan Brahmi karena terlihat dari wajahnya yang amat sangat mencemaskan sesuatu yang sudah Kai yakini bahwa sumber dari kecemasannya adalah Brahmi.
Limabelas menit berlalu,Dika pun terlihat keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan dirinya dan langsung menuju meja makan karena Kai sudah mempersiapkan makan yang sudah di tatanya di meja.
“Del,ikutan makan yuk”ajak Kai pada Delisha yang terlihat sembab karena menangis sambil terduduk di samping tubuh tegap Brahmi yang belum sadarkan diri.
Sambil terus melahap makanannya,Dika sesekali melirik ke arah Delisha dengan tatapan bingung.
Kenapa Delisha menangis sebegitunya,lagian yang harus datang kesini menjenguk Brahmi kan pacarnya bukan Delisha batin Dika.
__ADS_1
“ga makasih Kai, gue udah makan tadi”jawab Delisha dengan suara serak karena habis menahan tangis.
“kamu pacarnya Brahmi ya?”tanya Kai memastikan dengan sangat hati hati sambil mendekati Delisha yang duduk di sebelah ranjang pasien
“dia bukan pacar si Brahmi”timpal Dika menjawab pertanyaan Kai “si Brahmi udah punya pacar”ucap Dika melanjutkan dengan nada masih dingin
“maaf Dika,kalo yang lo maksud pacar Brahmi itu Siena,emh lo udah salah faham,selama ini Brahmi ga pacaran sama Siena,dan apa yang lo liat waktu itu semuanya salah faham”ucap Delisha memberanikan diri memberi tahukan hal yang sebenarnya pada Dika.
“Ckk!lo tau apa?”ucap Dika sinis
“Gue tau semuanya,dan gue ada dibelakang setelah Lo liat kejadian Brahmi dan Siena yang buat Lo marah besar”
Flashback on
Kelas yang sudah mulai sepi di gunakan Brahmi untuk mengambil kesempatan menanyakan fakta tentang hubungan Siena dengan sahabatnya Dika.
“gue mau ngomong sama elo”ucap Brahmi serius dengan tatapan yang tajam
“Ngomong apa?”tanya Siena gugup
“Sebenernya Lo nganggap hubungan Lo sama Dika itu apa?”tanya Brahmi menyelidik
“Maksud Lo”siena balik bertanya
“Gue ga suka Lo mainin perasaan sahabat gue,jangan Lo kira gue ga tau kalo Lo jalan sama cowok lain selain Dika”ucap Brahmi mulai kesal
__ADS_1
“so tau lu”jawab Siena mengelak
“Gue ga mau tau apa apa,gue minta Lo akhiri hubungan Lo sama Dika kalo ga gue akan bilang semua sama Dika tentang hubungan ini.”pinta Brahmi pada Siena dengan pernyataan ambigunya tanpa dia sadari Dika yang sedari tadi sudah sampai di depan pintu kelas mendengarkan pembicaraan akhir dari percakapannya dengan Sienna yang menghasilkan Dika salah faham atas pernyataannya dengan kata 'hubungan ini'.
Dika yang menganggap bahwa Brahmi sudah berpacaran dengan Siena dan meminta Siena untuk memutuskan hubungan dengan nya pun sangat marah terlebih melihat ekspresi Siena yang seolah olah berat untuk meninggalkan Brahmi demi untuk memilih hubungannya dengan Dika berlanjut .
Tak waktu lama Dika pun langsung membawa tas sekolahnya yang masih berada di mejanya dan pergi meninggalkan mereka yang Dika anggap telah menjadi sepasang kekasih dibelakangnya.
Brahmi yang melihat Dika pergi pun mencoba untuk mengejar Dika tapi langkahnya terhenti ketika mata tajamnya melihat Delisha gadis incarannya yang juga ada dibelakang Dika tanpa tahu apa yang sedang terjadi
“kamu liat semuanya?” tanya Brahmi memastikan
Delisha yang memang tak mengetahui kejadian yang dilihat Dika pun menggelengkan kepalanya
“Aku ga liat apa apa yang aku liat dia berdiri didepan pintu kelas tanpa berniat masuk dan keluar dengan wajah yang merah padam seperti menahan amarah”jelas Delisha
“Memangnya ada apa?”tanya Delisha menyelidik”apa kamu ketahuan pacaran sama Siena didalam kelas sama Dika?”tanya Delisha memastikan meskipun dengan perasaan yang bergemuruh karena selama ini Brahmi amat sangat memberikan perhatian lebih padanya sehingga membuat delisha mengharapkan bahwa Brahmi menyukainya.
“ga mungkin aku pacaran sama Siena,kamu tau kan kalo Dika sangat mencintai Siena dan aku ga mungkin ngehianatin sahabat aku sendiri”jawab Brahmi menegaskan
Brahmi pun menceritakan semua kejadian yang sebenarnya pada delisha dan saat itu pula menjadi waktu untuk Brahmi menyatakan perasaanya pada delisha.
Flashback off
“Brahmi selalu berusaha buat ngejelasin semuanya sama Lo dik,tapi Lo ga pernah mau buat ngedengerin apa apa,lo yang tiba tiba pindah sekolah,no handphone yang ga bisa dihubungi dan rumah yang selalu terlihat sepi karena Lo yang jarang pulang membuat Brahmi merasa benar benar bersalah kenapa ga dari pertama dia liat Siena yang jalan sama cowok lain itu buat ngomong langsung sama elo.dia terlalu menjaga perasaan Lo biar ga sakit hati karena dikhianati.
__ADS_1
Dia cari informasi tentang Lo sampai dia dapet berita kalo Lo sekolah di tempat baru dan setiap pagi sebelum dia pergi ke sekolah dia memastikan elo pergi ke sekolah dengan selamat dan pulang sekolah dia selalu nyempetin mampir ke sekolah lu dan memperhatikan dari jauh.
Dia takut di sekolah baru Lo ga bisa punya temen karena dia tau elo ga bisa dengan mudahnya berteman dengan orang baru.tapi dia sedikit lega karena liat Lo bisa punya temen meskipun yang lebih sering dia lihat Lo bareng cewe yang dia sendiri ga tau namanya"