PERBURUAN MAFIA WEREWOLF

PERBURUAN MAFIA WEREWOLF
21. Ethan Dipecat


__ADS_3

"Ethan, kamu kenapa?" Bella membelalakkan mata melihat Ethan yang terkapar tidak sadarkan diri. Bella segera menghampiri Ethan. Bella memeriksa nafas dan denyut nadi Ethan. Bella tampak lega tanda-tanda kehidupan di tubuh Ethan masih ada. Bella mengambil ponselnya dan berniat memanggil ambulance, tetapi saat Bella melihat jarum suntik dan botol kecil cairan obat yang tergeletak di lantai, niatnya dia urungkan. Bella mengira itu mungkin adalah narkoba yang malah bisa membuat Ethan terkena masalah jika memanggil bantuan.


Bella memperhatikan kembali kuku jari tangan Ethan yang telah kembali normal. Bella tampak heran dan menyangka bahwa tadi dirinya sudah salah lihat. Bella menempelkan punggung tangannya di kening Ethan dan merasa suhu tubuh Ethan yang tinggi.


Bella masuk ke dalam kamar mandi mengambil kain dan membasahinya. Bella menyeka tubuh Ethan untuk membersihkan darah yang ada di badan Ethan yang berasal dari tetesan darah dari hitung Ethan. Bella menghela nafas melihat darah di hidung Ethan yang telah berhenti mengalir. Bella mengompres Ethan dan berharap Ethan cepat sadar. Bella menyangka Ethan mungkin memakai jenis narkoba tertentu yang jarang dipakai orang.


Bella masuk ke dalam kamar mandi setelah membersihkan tubuh Ethan. Bella ingin mandi untuk membersihkan diri. Bau anyir darah milik Ethan terasa melekat di tubuhnya.


'TOK TOK TOK'


Suara pintu kamar apartemen Ethan diketuk.


Bella segera mengambil handuk mandi dan memakainya. Bella tampak senang mendengar ketukan pintu. Bella berharap itu adalah teman Ethan atau keluarga Ethan yang memang sudah mengerti tentang kebiasaan Ethan.


Bella membuka pintu apartemen Ethan dengan cepat. Tanpa disangka dia menemukan Nona Amelia yang membawa kotak makanan tampak sangat terkejut di depan pintu. Mereka saling pandang dengan heran, dan Nona Amelia yang tampaknya sangat resah langsung melontarkan pertanyaan dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Bella, apa yang kamu lakukan di sini? Dimana Ethan?" Alis Nona Amelia meninggi dengan bola mata yang melebar melihat Bella yang hanya menggunakan handuk mandi. Hatinya hancur mendapati Ethan yang tidur dengan sahabatnya sendiri. Darah di kepala Nona Amelia mendidih ingin mencabik-cabik Ethan. Ternyata Ethan adalah sosok baj#ngan yang bukan hanya dirinya saja yang telah ditiduri.


"Amelia?" Bella terkejut melihat teman lamanya di sini, tetapi segera mencoba menjawab, "Aku di sini karena tadi malam aku mabuk tidak sadarkan diri dari club. Ethan yang membawa ku pulang."


"Aku tidak menyangka kamu sekarang sudah menjadi perempuan sundal murahan! Kamu sudah memiliki Rudi namun masih saja kamu tidur dengan Ethan!" Nona Amelia yang telah terbakar api cemburu sudah tidak peduli lagi bahwa mereka berdua berteman dekat. Rasa saling menghargai antar teman sudah hilang.


"Amel, jaga perkataanmu! Ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Ethan tidak sadarkan diri sekarang, jadi aku tidak dapat meninggalkannya pergi begitu saja." Bella menjelaskan keadaan sebenarnya agar tidak timbul salah paham diantara mereka berdua. Sementara itu Nona Amelia terus marah-marah, tidak menerima penjelasan Bella.


"Nona Amelia, ada apa ini? Kenapa marah-marah di rumahku?" Ethan yang terbangun karena mendengar suara pertengkaran segera menghampiri mereka berdua. Ethan kaget ada perlu apa Nona Amelia datang pagi-pagi ke apartemennya. Bukankah jadwal dia dan Nona Amelia kerja hari ini adalah masuk siang.


Nona Amelia memandang Ethan yang mencoba melerai dengan tatapan penuh kemarahan. Namun, kemarahan Nona Amelia semakin menjadi karena melihat Ethan yang hanya memakai celana pendek saja. Kebohongan Bella yang mengaku Ethan sedang tidak sadarkan diri membuatnya muak. Jelas Ethan baik-baik saja dan baru saja bermesraan.


Namun, Bella dengan cepat mencegahnya. "Amelia, berhenti! Ethan tidak melakukan apa-apa dengan ku!."


Ethan mencoba meredakan situasi, meskipun masih dalam keadaan lemah. Ethan mulai memahami situasi yang ada. "Nona Amelia jangan salah paham. Kami hanya kebetulan bersama dari club malam."

__ADS_1


Namun, Nona Amelia tidak mendengarkan. Dia terus berteriak, melontarkan kata-kata kasar dan akhirnya mengambil kotak makanan yang dibawanya dan melemparkannya ke arah Ethan dengan marah. Kotak makanan itu melesat hampir mengenai kepala Ethan dan berakhir mengenai dinding, isinya tumpah berserakan.


Bella mencoba meredakan situasi dan meminta Nona Amelia untuk tenang, tetapi sahabatnya ini masih terlalu marah. Nona Amelia tidak dapat menerima penjelasan Bella karena apa yang dilihat Nona Amelia berbanding terbalik dengan penjelasan Bella.


"Ethan mulai hari ini kamu, aku pecat! Tidak perlu lagi kamu datang ke kantor karena surat pemecatan mu akan segera diantar kemari." Nona Amelia merasa sudah sangat muak dengan dua orang tak berperasaan di depannya. Dia segera pergi sambil mengusap air mata yang terus mengalir dari matanya.


"Nona Amelia tunggu!" Ethan langsung memakai baju dan berlari menyusul Nona Amelia. Ethan tidak ingin misinya sebagai pengawal gagal begitu saja hanya karena kesalahpahaman. Ini kegagalan misi yang sangat konyol bagi pasukan khusus hanya karena hal seperti ini.


Ethan berlari ke arah lift untuk turun namun lift itu tepat tertutup membawa Nona Amelia turun saat dia sampai di depannya. Ethan yang tidak ingin menyerah langsung berlari turun melewati tangga darurat. Tepat di parkiran mobil Ethan melihat Nona Amelia yang sedang membuka pintu mobil.


"Nona Amelia tunggu! Ethan berlari dengan kencang agar dapat menghentikan Nona Amelia. Nona Amelia menengok sebentar sebelum masuk ke dalam mobil dan memakai kacamata hitam agar matanya yang berkaca-kaca tidak kelihatan. Mobil pun melaju dengan kencang tanpa mempedulikan Ethan yang masih berlari di belakang.


Ethan menghentikan pengejarannya dalam rasa yang putus asa. Nafas Ethan tersengal-sengal sambil memandang mobil Nona Amelia yang sudah terlihat jauh. Ethan sangat merasa bersalah pada anak buahnya yang telah meninggal. Begitu mudahnya dirinya gagal dalam misi balas dendam. Dalam langkah lesu dan menundukkan kepala, Ethan kembali ke kamar apartemennya.


"Tidak perlu terlalu dipikirkan! Minumlah dahulu! Aku sudah buatkan kopi untuk mu!" Bella tersenyum melihat Ethan yang masuk kembali ke kamar dengan wajah yang cemberut. Bella duduk santai menyilangkan kaki sambil memegang gelas di tangannya. Bella tampak tidak terlalu peduli dengan pertengkaran yang baru saja terjadi. Wajahnya malah menyungging senyuman.

__ADS_1


"Sudah berapa lama kalian berdua berpacaran?" Bella bertanya pada Ethan sambil tersenyum. Bella tampak sangat ingin tahu hubungan pribadi sahabatnya. Setahu Bella, Nona Amelia belum pernah dekat dengan laki-laki manapun. Sahabatnya itu dikenal sebagai perempuan yang konservatif karena belum pernah pacaran.


"Tidak ... tidak ... Kita berdua tidak berpacaran. Nona Amelia adalah atasan ku dan aku asisten sekaligus pengawal pribadinya. Hubungan kita hanya sebatas atasan dan bawahan saja." Dengan gagap Ethan langsung menjelaskan hubungan yang sesungguhnya dirinya dengan Nona Amelia agar tidak menjadi gosip di luar. Ethan menggeleng-gelengkan kepala sambil melambaikan kedua tangannya pada Bella.


__ADS_2