PERBURUAN MAFIA WEREWOLF

PERBURUAN MAFIA WEREWOLF
27. Brothers In Arms


__ADS_3

Sekilas Big Mike memandang tatoo di lengan Ethan dengan tatapan heran. Gambar tersebut sangat akrab baginya meskipun hanya melihatnya sekilas saja. Tatoo itu mengingatkan Big Mike pada masa lalu yang kelam, pada suatu unit tentara yang sama dengan miliknya. Sebuah unit khusus yang beroperasi di luar batas hukum, di bawah kendali pemerintah dalam tugas yang tidak boleh diketahui publik. Gambar tatoo itu adalah lambang persatuan mereka, sebuah tanda pengenal yang hanya dimiliki oleh anggota elit unit ini.


Big Mike, yang tampaknya mulai merenung tentang masa lalunya, mengangkat tangan dan berteriak pada anak buahnya yang telah berhamburan di seluruh bar. "Semuanya, keluar! Biarkan anak muda ini menyelesaikan urusannya berdua saja dengan ku."


"Apa kalian semua mempunyai masalah pendengaran? Apa aku harus mengatakan perintah ku berulang-ulang? Anak muda ini tidak akan berani melukai ku lagi." Big Mike melihat anak buahnya masih enggan meninggalkan ruangan. Anak buahnya tampak tidak ingin membiarkan dirinya sendirian berdua dengan musuh yang berbahaya.


Anak buah Big Mike, yang sudah cukup kaget oleh kejadian tadi, tunduk pada perintah pemimpin mereka dan mulai keluar dari bar. Bahkan bartender tua juga ikut keluar membiarkan Big Mike hanya berdua dengan Ethan. Setelah beberapa saat, bar menjadi sepi, hanya tinggal Ethan dan Big Mike yang duduk berdua di sudut.


"Anak muda duduklah!" Big Mike mengajak Ethan duduk di sudut bar yang hancur. Ethan meletakkan pistolnya di meja dan ikut duduk di sebelah Big Mike.


"Kau... apa hubunganmu dengan tatoo itu?" Big Mike bertanya dengan suara gemetar, ekspresinya berubah dari kesombongan menjadi keragu-raguan.


Ethan dengan tenang menjawab, "Aku adalah bagian dari unit itu, seperti kamu. Tapi sekarang aku bekerja sendiri dalam misi rahasia untuk membalas dendam untuk kematian saudara-saudara kita. Aku perlu informasi tentang mafia perdagangan organ yang mengambil organ dari wanita ini." Ethan memperlihatkan foto Jennifer di dalam ponselnya.


Big Mike, yang tidak lagi mengancam, tetap berhati-hati. Dia mengangguk, "Kita berdua berasal dari unit itu, dan aku mengerti tentang persatuan ini. Kamu jangan salah paham dengan kelompok ku karena kita bukan yang menculik wanita itu! Tadi pagi saat kami melintas di depan pabrik secara kebetulan mendengar orang berteriak meminta tolong. Kami berhenti dan merespon namun dia sudah terlanjur dimasukkan ke dalam mobil oleh para mafia perdagangan organ."

__ADS_1


"Kami tidak menolongnya karena merasa wanita itu adalah orang lain dan tidak ada hubungannya dengan kami. Kami juga tidak ingin berselisih dengan mafia itu karena kami pernah beberapa kali menyerahkan musuh kami pada mereka untuk diambil organnya dengan imbalan uang. Kamu tentu tahu kita sebagai geng juga punya musuh dan juga butuh uang untuk kehidupan kami. Kita tidak ada hubungan apa-apa selain itu."


Ethan mengangguk menghormati. "Terima kasih atas informasinya, Big Mike. Wanita yang diculik itu adalah Jennifer, karyawan perusahaan tempatku bekerja sekarang. Sebenarnya dia sudah ditemukan namun aku berniat mengambil kembali ginjal yang miliknya. Dia tidak dapat bekerja kembali jika satu ginjalnya tidak dikembalikan. Tahukah kamu dimana tempat persembunyian mereka?"


"Aku pernah memberikan musuh ku yang sudah tidak sadarkan diri pada mereka di sebuah sebuah rumah sakit jiwa di pinggiran kota. Rumah sakit itu sepertinya hanya untuk kamuflase saja karena setahuku tidak ada pasien di situ." Big Mike memperlihatkan titik lokasi itu di peta yang ada di ponselnya pada Ethan.


"Bisakah kamu mengantar ku dan membantu ku untuk merebut kembali ginjal Jennifer? Aku hanya sendirian dan memerlukan tambahan orang." Ethan menatap Big Mike dengan tatapan penuh harapan. Ethan ingin mencari orang untuk mengalihkan perhatian musuhnya.


Big Mike membalas tatapan Ethan dengan serius. " Maaf Brother, aku sudah menyelesaikan pengabdian ku. Aku juga tidak ingin membawa anak buahku ke dalam pekerjaan yang berbahaya tanpa bayaran. Hanya informasi itu saja yang dapat aku berikan."


Big Mike terlihat kaget mendengar rencana balas dendam Ethan terhadap para mafia yang telah membunuh anak buah mereka dalam unit yang sama. Dia merasa dorongan jiwa korsanya melonjak saat mendengar ini.


Big MikeĀ  mengambil nafas panjang dan akhirnya mengangguk, "Baik, aku akan membantu kamu. Tapi aku tahu unit kita bukan unit yang memiliki banyak uang, unit kita tidak akan memberikan bayaran apapun untuk misi ini padaku. Kamu tidak perlu membayar kami."


Ethan tersenyum ramah, "Bukan aku dan unit kita yang akan membayar kalian. Para mafia itulah yang akan membayar kalian. Kamu dan anak buah mu bisa membantu ku mendapatkan perhatian mereka dengan menjadikan ku sebagai musuh kalian yang ingin kami jual organnya. Itu adalah cara untuk memasuki tempat itu tanpa dicurigai. Bukankah kamu tadi berkata pernah menjual organ musuh mu pada mereka?!"

__ADS_1


Big Mike mengangguk setuju. "Itu adalah rencana bagus. Tapi ini akan sangat berbahaya untuk mu. Kamu akan sendirian dalam kondisi terikat di dalam rumah sakit untuk diperiksa dan dioperasi, sementara kami hanya boleh menunggu bayaran uang di luar. Mereka memiliki penjaga yang bersenjata laras panjang untuk mencegah gangguan dari luar. Kami akan kesulitan untuk membantumu jika kamu membutuhkan pertolongan di dalam." Big Mike mengingat kembali saat dia bertransaksi dengan para mafia itu terakhir kalinya.


Ethan menunjukkan kebulatan tekad, "Aku sudah siap menanggung resikonya. Jika tidak ada orang yang masuk ke dalam maka kita tidak dapat mengetahui dimana lokasi disimpannya organ dalam milik Jennifer. Jika kita langsung menyerangnya dari luar maka mereka akan langsung kabur membawa organ yang sudah mereka miliki. Jumlah kita kurang banyak untuk mengepung mereka."


Ethan sudah memperkirakan jumlah anak buah Big Mike yang ada di bar ini masih terlalu sedikit untuk melakukan pengepungan. Tidak mungkin juga meminta bantuan pihak kepolisian karena prosedur yang rumit menjadikan bantuan akan lama datang. Jika terlalu lama maka organ milik Jennifer besar kemungkinan sudah terjual dan sudah tidak terlacak.


Setelah Big Mike dan Ethan membicarakan detail rencana mereka. Big Mike mengundang anak buahnya kembali ke dalam bar. Big Mike memperkenalkan Ethan sebagai teman seperjuangan dan menjelaskan rencana mereka. Rasa permusuhan mereka pada Ethan langsung hilang seketika. Beberapa di antara mereka bergantian menyalami Ethan. Mereka memandangnya dengan rasa hormat dan nostalgia, mengingat saat-saat mereka masih bertugas bersama di unit khusus itu. Dalam pertukaran sapaan dan senyuman, terlihat bahwa mereka merindukan aksi dan kebersamaan dalam tugas yang lalu.


Kemudian, Big Mike membimbing mereka ke belakang bar. Bartender tua membantu membuka pintu akses ke ruang bawah tanah yang awalnya tampak seperti tempat penyimpanan anggur. Namun, saat pintu terbuka, Ethan tercengang. "Bagaimana kalian mendapatkan ini semua?"


Ternyata, ruangan bawah tanah itu berisi senjata-senjata yang lengkap dan lengkap dengan amunisi. Yang lebih mengejutkan adalah beberapa peluncur roket anti-tank, dikenal sebagai RPG, ditempatkan di sudut ruangan. Ethan tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya. RPG adalah senjata berat yang jarang ditemukan di dalam kota. Ada beberapa kotak amunisi dan granat yang tersusun rapi di sekitarnya.


Big Mike menjelaskan, "Barang ini adalah barang sitaan dari musuh saat kami masih aktif bertugas. Kami menyimpan persenjataan ini sebagai bentuk persiapan darurat jika kami terlibat dalam konflik besar seperti sekarang ini. Sepertinya misimu adalah salah satu dari situasi darurat ini, Brother."


Ethan mengangguk mengerti. "Ini akan sangat berguna. Terima kasih atas bantuanmu dan anak buahmu."

__ADS_1


Setelah melengkapi rencana mereka dan menyusun strategi, Ethan, Big Mike, dan anak buahnya siap untuk menghadapi misi berbahaya ini. Mereka berharap bisa menghentikan para mafia perdagangan organ dan menyelamatkan Jennifer sebelum terlambat.


__ADS_2