
Setelah lebih dari satu jam menunggu, Ethan mendengar langkah kaki di atas tangga menuju lantai dua. Dia menoleh ke arah tangga dengan ekspresi tertahan. Dan saat Bella akhirnya turun ke lantai bawah, pandangan Ethan benar-benar terpesona.
Bella yang dia lihat pertama kali mengenakan minidress seksi di club malam, kini tampil sangat berbeda. Dia mengenakan pakaian kerja yang elegan, dengan blus berwarna netral yang dipadukan dengan rok pendek ketat memperlihatkan kaki jenjangnya. Kakinya tampak lebih indah dengan alas kaki sepatu high heels yang sesuai dengan warna rok pendeknya. Bella memancarkan aura wanita karier yang anggun. Kacamata membingkai matanya, menambah kesan serius pada penampilannya.
Rambut panjang Bella yang sebelumnya digerai kini terikat rapi digulung di belakang, memberikan kesan profesional yang tegas. Ethan benar-benar tercengang dengan perubahan penampilan Bella. Dia tampak sangat cantik dan percaya diri dalam pakaian kerja itu.
Ethan tidak bisa menyembunyikan betapa terpesonanya dia. "Wow, Bella, kamu terlihat lain. Aku mungkin tidak akan mengenali mu jika berpapasan di jalan." ujarnya tanpa sadar.
Bella tersenyum lebar mendengar pujian Ethan. "Terima kasih, Ethan. Kamu pikir aku akan berpakaian seperti tadi malam ketika bekerja?! Aku ini ya sama dengan pacar mu yang harus bekerja di siang hari."
Ethan mengangguk setuju. "Tentu, aku mengerti. Hanya saja aku baru pertama kali ini melihat mu dengan pakaian kerja."
Mereka berdua keluar dari rumah Bella, dan Ethan merasa bersyukur bahwa Bella bersedia membantunya dalam pertemuan dengan Nona Amelia. Dia menyetir kendaraan dengan bersemangat karena melihat secercah harapan.
Dalam perjalanan mereka berdua lebih banyak diam. Saat mereka mencapai perempatan jalan yang akan membawa mereka ke kantor Nona Amelia, tiba-tiba Bella berkata, "Ethan belok kiri!"
Ethan, yang sudah merencanakan untuk segera menjelaskan semuanya kepada Nona Amelia, merasa bingung. "Bella, mengapa kamu menyuruhku belok? Aku pikir kita akan ke kantor Nona Amelia."
Bella tersenyum tipis, "Ethan, Amelia tidak akan ada di kantornya. Aku tahu di mana dia berada sekarang."
Ethan merasa ragu dengan perkataan Bella. Dia segera berhenti mobil di tepi jalan. Dalam keraguan, dia mengambil ponselnya dan menelepon kantornya. Sekretaris Nona Amelia mengangkat telepon dengan sopan.
"Ethan?" katanya dengan suara penuh kejutan. "Nona Amelia tidak ada di kantor sekarang. Saya kira dia sedang keluar bersama Anda."
Ethan merasa jantungnya berdebar. Dia tidak tahu harus berpikir apa. Nona Amelia memang tidak berada di kantor, dan sekarang sekretarisnya mengira bahwa Ethan sedang bersama Nona Amelia. Ethan yang mempunyai misi rahasia melindungi Nona Amelia menjadi sedikit cemas. Akan berbahaya jika Nona Amelia pergi sendirian keluar di tempat umum.
"Sangat baik," jawab Ethan, mencoba menjaga suaranya agar tetap stabil. "Terima kasih atas informasinya."
__ADS_1
Dia menutup telepon dengan cepat dan menatap Bella. "Bella, apa yang terjadi? Mengapa sekretaris Nona Amelia berpikir bahwa aku sedang bersama dia?"
Bella hanya tersenyum tipis dan menjawab dengan tenang, "Ethan, kamu tidak perlu khawatir. Aku tahu dengan pasti di mana Amelia berada. Tempat itu aman karena kami sudah sejak lama menjadi pelanggan tetap di sana. Aku akan membawamu ke sana."
Ethan, meskipun masih bingung, akhirnya mengikuti petunjuk Bella saat dia melaju menuju tujuan yang tak diketahui. Dalam keheningan, Bella memberikan penjelasan tentang situasinya.
"Bella, apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana kamu bisa tahu di mana Nona Amelia berada?" tanya Ethan dengan rasa penasaran.
Bella tersenyum dan menjawab, "Ethan, aku dan Amelia adalah teman akrab sejak lama. Kami berbagi banyak hal, termasuk tempat-tempat di mana kami pergi saat perlu merenung dan melepaskan tekanan. Ketika Amelia merasa bersedih atau sedang butuh kesendirian, ada satu tempat yang selalu dia kunjungi, yaitu sebuah bar kecil di pinggiran kota dengan musik country. Kami sudah sering pergi ke sana sejak masih kuliah. Sebagai laki-laki, kamu harus lebih mengenal kami, kaum perempuan."
Ethan merasa lega mendengar penjelasan ini. Dia merasa lebih tenang karena Bella akan membantunya menemui Nona Amelia. Mereka berdua berbagi cerita tentang kenangan mereka di bar tersebut, dan Ethan semakin yakin bahwa tempat itu adalah tujuan yang benar.
Segera setelah itu, mereka tiba di bar kecil di pinggiran kota. Ethan merasa sedikit cemas, tetapi Bella memberinya keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Mereka masuk ke dalam bar, dan suasana yang khas dengan musik country dan pencahayaan temaram menyambut mereka. Terlihat di salah satu sudut bar, Nona Amelia duduk sendirian di meja kecilnya, menatap kosong ke gelas berisi minuman.
Ethan dan Bella mendekati Nona Amelia dengan hati-hati. Nona Amelia terkejut ketika melihat mereka berdua.
Bella tersenyum lembut. "Amelia, apa yang sedang kamu lakukan di sini? Kami khawatir denganmu."
Nona Amelia menatap Bella dengan pandangan acuh tak acuh. "Apa peduli mu dengan diri ku? Terserah aku jika aku ingin berada di mana saja karena kita tidak ada hubungan apa-apa lagi."
Ethan sedikit bisa bernapas lega melihat bahwa Nona Amelia aman dan tidak dalam bahaya. Mereka berdua duduk di meja Nona Amelia, dan Ethan memutuskan untuk mengungkapkan masalah yang sedang dia hadapi kepada Nona Amelia. Ethan langsung berkata dengan perlahan memberikan penjelasan tentang pertemuan tidak sengaja mereka berdua di club malam, agar Nona Amelia dapat menerima dan menjadi lebih baik.
Nona Amelia yang berwatak keras kepala menatap Ethan dengan pandangan yang penuh dengan kecurigaan. "Apa yang sedang kalian dua upayakan? Apakah ini bagian dari permainan kalian? Jelas sudah kalian tertangkap basah oleh ku sendiri di kamar Ethan."
Ethan mencoba untuk menjelaskan dengan sabar, "Nona Amelia, ini bukan permainan. Saya berkata sejujurnya. Kami berdua tidak melakukan apa-apa."
Namun, Nona Amelia tetap skeptis dan tidak menerima penjelasan itu begitu saja. Dia terus mempertahankan posisinya dengan keras kepala.
__ADS_1
Bella mencoba ikut campur, "Amelia, ini serius. Kami berdua bersama dengan Daniel dan Sophia semalam. Mereka dapat memberi kesaksian tentang apa yang terjadi."
Nona Amelia merasa ragu. Dia tahu bahwa Bella tidak akan berbohong padanya, tetapi dia masih merasa tidak yakin tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Tanpa berbicara lebih lanjut, Nona Amelia mengambil ponselnya dan menelepon Sophia. Mereka berbicara sejenak, dan Sophia memberikan laporan yang sama seperti yang dikatakan Ethan dan Bella.
Nona Amelia mendengarkan dengan cermat, dan semakin lama, dia semakin percaya dengan penjelasan mereka. Dia menutup teleponnya dan menatap Ethan dengan perasaan menyesal.
"Maafkan saya," kata Nona Amelia dengan suara yang lirih. "Saya... saya sudah menuduh terlalu berlebihan. Saya berpikir yang terburuk telah terjadi antara kalian berdua."
Bella tersenyum lembut, "Tidak apa-apa, Amelia. Aku mengerti bahwa kamu peduli pada Ethan. Aku tahu bahwa kamu sebenarnya hanya cemburu." Bella mengedipkan matanya pada sahabatnya dan mengacungan dua jempol.
"Cih, siapa yang cemburu?! Ini sama sekali bukan masalah personal. Ini semata-mata karena perjanjian kontrak kerja. Sebagai pimpinan perusahaan, aku harus tegas menjalankan aturan kerja." Nona Amelia mendadak wajahnya memerah. Dia dengan cepat-cepat menyangkal kata-kata Bella.
"Iya menegakkan aturan kerja ya, hehehe .... Terserah kamu saja mau bilang apa." Bella yang melihat sahabatnya yang salah tingkah, tidak ingin membahas hal itu lebih lanjut. Bella tidak ingin menekan Nona Amelia yang masih keras hatinya untuk menyembunyikan perasaannya.
Ethan mencoba untuk mencairkan suasana, "Nona Amelia, kami mengerti peraturan perusahaan. Kami hanya ingin menjelaskan semuanya agar tidak ada ketidakpahaman. Saya sangat menghormati Anda sebagai bos saya."
Nona Amelia tersenyum malu-malu, "Terima kasih, Ethan. Saya benar-benar harus lebih sabar dan tidak langsung menarik kesimpulan. Maafkan saya jika perilaku saya tadi membuatmu tidak nyaman."
"Untuk merayakan hubungan kalian berdua yang membaik, mari kita minum-minum." Bella tersenyum ceria melihat dua pasang kekasih di depannya.
"Bella, aku tidak minum alkohol saat jam kerja. Minuman ku ini saja belum aku habiskan." Nona Amelia menolak ajakan Bella karena sebenarnya tidak kuat minum alkohol.
"Iya iya kita pesan bir dingin saja!" Bella lalu memesan bir dingin untuknya dan Ethan.
Setelah permintaan maaf dan perasaan yang lebih baik, mereka bertiga duduk bersama sambil bersulang. Suasanya kembali hangat saat Bella dan Nona Amelia menceritakan masa kecil mereka pada Ethan. Selesai minum, Ethan dan Nona Amelia kembali ke kantor, sementara Bella pergi bekerja ke kantornya sendiri.
__ADS_1