PERBURUAN MAFIA WEREWOLF

PERBURUAN MAFIA WEREWOLF
30. Ethan Menemukan Ginjal Jennifer


__ADS_3

Ethan menarik tangan kirinya yang berada di dalam saku celananya dengan gerakan sangat cepat bersama dengan pisau bedah yang ada di dalam saku. Ethan sudah mempersiapkan diri dengan kemungkinan terburuk dengan mengambil apa saja yang bisa digunakan sebagai senjata karena saat masuk ke dalam rumah sakit dia tidak mungkin membawa senjata apa pun. Kebetulan di ruang bedah tadi ada pisau bedah yang sempat dia ambil.


Sebelum petugas medis di depan Ethan menyadari tangannya yang memegang pisau, dengan sangat cepat pisau itu sudah tertancap dalam di ubun-ubun petugas medis dengan sangat dalam. Petugas medis itu langsung roboh di pelukan Ethan tanpa sempat bereaksi apa-apa.


Ethan segera mencabut pisau yang menancap di kepala dan menyeret mayatnya, menyembunyikan di pojok ruangan. Ethan paham penyamarannya sebagai petugas medis kamar operasi tidak mungkin berlangsung lama. Ethan mengganti ulang bajunya dengan baju milik petugas medis yang telah tewas. Ethan juga mengenakan masker, penutup kepala dan mengenakan identitas baru milik petugas medis yang tewas di tangannya.


Sambil menahan perasaan tegang, Ethan kembali ke lorong rumah sakit dan menyusuri lorong-lorong itu dengan berjalan pasti, menuju ruang penyimpanan ginjal milik Jennifer. Ethan berusaha untuk tidak menunjukkan kegelisahannya dengan terus mengenakan masker. Tidak ada yang boleh menyadari bahwa dia sedang menyamar.


Ia tahu bahwa dia harus segera menghubungi Big Mike dan anak buahnya yang menunggu di luar. Mereka akan memainkan peran penting dalam membantu Ethan melarikan diri. Namun, dia juga harus lebih berhati-hati daripada sebelumnya; setiap tindakannya harus cermat dan tak terduga.


Saat Ethan mencapai ruang penyimpanan organ dia menghela nafas lega. Organ ginjal milik Jennifer sudah dia temukan sesuai dengan informasi di dalam dokumen yang dia bawa. Ethan sudah mengingat luar kepala nomor telepon dari Big Mike sebelumnya. Dia segera menghubungi Big Mike dengan telepon genggam milik petugas medis yang dia bunuh. Begitu nada telepon diangkat Ethan langsung buru-buru berkata dengan berbisik di panggilan telepon, "Paket sudah ditemukan, tunggu aku di ruang tunggu, aku akan segera ke sana."


"Hei, penyusup licik. Teman mu sudah kami tangkap. Menyerahlah atau kami bunuh dua teman mu!" Terdengar suara orang dengan nada tinggi di dalam panggilan telepon. Suara yang terdengar bukan suara Big Mike yang Ethan kenal.


Ethan terperangah begitu mendengar orang yang menjawab telepon bukan Big Mike. Ethan mengambil nafas panjang dan mencoba untuk tetap tenang. "Dimana Big Mike? Jika terjadi sesuatu padanya aku tidak akan melepaskan kalian semua."


Petugas keamanan yang menangkap Big Mike memberikan telepon yang dia pegang pada Big Mike sambil menodongkan pistol pada dirinya. Big Mike yang sudah terikat bersama anak buahnya langsung berkata, "Brother, maaf kami kira kamu sudah dioperasi karena kami menerima banyak uang dari organ yang diambil darimu. Kami berdua menyusup masuk untuk menyelamatkan dirimu namun kami malah tertangkap. Maafkan kami. Pergi saja beritahu teman kita yang ada di luar untuk menyerang masuk dan jangan pedulikan kami!"

__ADS_1


"Brengsek! Aku sudah katakan agar kamu harus menyuruhnya menyerah!" Petugas keamanan itu memukul kepala Big Mike dengan gagang pistol hingga Big Mike meringis kesakitan. Petugas itu lalu merebut telepon dari tangan Big Mike. "Aku tunggu kau di ruang keamanan untuk menyerah! Kamu sudah kami kepung dan tidak akan bisa melarikan diri. Kalau tidak, kami akan langsung membunuh mereka berdua dan mengambil organ dalamnya." Sambungan telepon langsung dimatikan tanpa menunggu  jawaban dari Ethan.


Situasi telah berubah menjadi lebih tegang dan berbahaya. Ethan kini harus berhadapan dengan petugas keamanan yang memiliki Big Mike dan anak buahnya sebagai tawanan. Tindakan yang diambilnya akan sangat menentukan keselamatan Big Mike dan rekan-rekannya.


Ethan merenung sejenak, mencoba menilai pilihan-pilihan yang ada. Membunuh petugas keamanan itu mungkin merupakan opsi, tetapi itu juga akan meningkatkan risiko bagi Big Mike dan rekan-rekannya. Dia harus mencari solusi yang lebih bijak.


Ethan telah memahami bahwa tindakan berani dan rela berkorban dibutuhkan dalam situasi ini. Dia memutuskan untuk masuk ke ruang keamanan rumah sakit untuk menyerahkan diri.


Ethan masuk ke ruang keamanan dengan langkah hati-hati, menaati perintah petugas keamanan yang telah menahan Big Mike dan anak buahnya. Sambil menunjukkan tanda menyerah dengan mengangkat tangannya, dia menjelaskan, "Baiklah, saya menyerah. Aku tidak ingin ada lebih banyak korban dalam hal ini."


Petugas keamanan, yang tampaknya jauh lebih percaya diri dengan situasi ini, mendekati Ethan dan memborgol tangan Ethan ke belakang. Petugas keamanan yang lain menodongkan pistol ke arah Ethan.


Suara tembakan pistol meletus. Kepala keamanan langsung menembak Ethan tepat di keningnya. Ethan roboh seketika di lantai.


"F#ck, apa kalian tidak punya kemanusiaan menembak orang yang sudah menyerah!" Big Mike langsung berteriak melihat Ethan yang sudah diperlakukan tidak adil. Big Mike tampak sangat marah hingga berdiri dari posisi jongkok di lantai. Tetapi petugas keamanan kembali memukul kepalanya hingga dia kembali berjongkok.


"Diam! Jangan bergerak! Kita ini mafia yang tidak perlu bersikap adil di dalam dunia hitam!" Petugas keamanan yang memukul Big Mike membentak dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Hahaha .... lihat temanmu sungguh sangat bodoh mau saja menuruti jebakan kami dan menyongsong kematiannya dengan konyol. Hanya pahlawan bodoh yang mau menyerah begitu saja menghantarkannya nyawanya.


"Hehehe .... sungguh amatiran temanmu ini."


"Hahaha ... begitu mudahnya menangkap kalian semua."


Para petugas keamanan mentertawakan kebodohan Ethan. Mereka tidak mengira akan semudah ini membunuh Ethan.


"Segera bawa mayatnya ke ruang operasi! Ini uang bonus untuk kita, mumpung mayatnya masih segar dan bisa diambil organnya." Kepala keamanan memandang mayat Ethan sebagai uang bonus untuk dibadi bagi para petugas keamanan yang ada.


Dua petugas menyarungkan pistolnya di pinggang. Dua petugas keamanan ini yang tadinya menjaga Big Mike hendak mengangkat tubuh Ethan. Namun, begitu dia mendekat, Ethan langsung bangkit melakukan serangan mendadak. Dengan kecepatan kilat, dia mengambil alih senjata dari sarung di pinggang salah satu petugas dan mengarahkan ke arah musuh-musuhnya.


'DOOOR DOOOR DOOOR DOOOR'


Pistol di tangan Ethan menyalak dengan garang. Empat orang petugas keamanan langsung roboh terkena tembakan cepat dari Ethan. Semuanya jatuh ke lantai tanpa sempat melakukan tembakan balasan. lantai ruang keamanan itu langsung bersimbah darah. Kejadian itu sangat cepat karena Ethan menggunakan kecepatan Werewolf yang dia miliki. Bahkan Big Mike malah memandang Ethan dengan mulut menganga seakan tidak percaya ada orang yang tidak mati ditembak tepat di keningnya. Luka Ethan bahkan masih menganga.


"Jangan diam saja! Cepat ambil senjata mereka dan kita harus cepat meninggalkan tempat ini! Kabari anak buahmu di luar untuk menyerang untuk membuat keributan!" Ethan dengan sekali tarian membuka borgol Big Mike dan anak buahnya. Ethan melemparkan ponsel di kantongnya pada Big Mike.

__ADS_1


Ethan, Big Mike, dan anak buahnya segera pergi dengan membawa pistol di tangan mereka masing-masing. Tak lupa Ethan juga mengambil kotak penyimpanan ginjal milik Jennifer yang sudah dia sembunyikan.


__ADS_2