PERBURUAN MAFIA WEREWOLF

PERBURUAN MAFIA WEREWOLF
28. Ethan Disuntik Bius


__ADS_3

Big Mike dan anak buahnya kemudian bergerak secara konvoi menuju rumah sakit jiwa, seperti geng motor yang berkendara di jalan. Kendaraan bermotor mereka berjejer mengular, dan di tengah-tengahnya, Ethan duduk dalam mobil bersama Big Mike. Senjata-senjata mereka disamarkan dan disembunyikan dengan rapi.


Ethan tampak seperti tahanan. Tangannya terikat oleh tali kain khusus yang tebal yang Big Mike bawa, matanya ditutup dengan kain dan dia duduk dengan kepala tertunduk, memberikan ilusi bahwa dia dalam posisi yang benar-benar tak berdaya. Kedatangan mereka di rumah sakit jiwa ini harus terlihat seperti pertemuan pengiriman barang, di mana Ethan adalah 'barang' yang akan diserahkan kepada para mafia perdagangan organ.


Mereka memasuki area rumah sakit jiwa dengan hati-hati. Motor-motor yang mengantar mereka berhenti dengan rapi. Para anggota geng yang menemani mereka berada di belakang mobil Big Mike. Mobil Big Mike berhenti di depan palang pintu pos jaga rumah sakit.


"Stop! Ada perlu apa kemari?" Petugas keamanan rumah sakit memberhentikan mobil yang ditumpangi Ethan dan Big Mike. Seorang petugas keamanan menghampiri mobil Big Mike dan seorang lagi berdiri memegang pistol di pinggangnya. Tampak jelas penjagaan rumah sakit jiwa ini sangat ketat tidak seperti rumah sakit jiwa pada umumnya.


Kaca pengemudi dibuka oleh supir Big Mike namun petugas keamanan menyuruh kaca di belakang juga dibuka. "Aku sudah janjian dan aku datang membawa pasien." Big Mike mengangguk pada petugas keamanan dan menunjuk Ethan dalam posisi terikat tergeletak di kursi sebelah. Mereka diizinkan masuk namun hanya mobil yang ditumpangi Big Mike dan Ethan, kendaraan lain menunggu di luar.


Setibanya di unit gawat darurat rumah sakit jiwa, Ethan menjalani pemeriksaan awal oleh petugas keamanan dan petugas medis. Ethan digeledah dan ditidurkan. Ethan diperiksa kondisi kesehatannya. Perawat mengambil suntikan bius untuk membius Ethan.


"Tunggu dulu! Kenapa musti dibius? Pasien sudah aku buat pingsan, tidak perlu lagi disuntik." Big Mike melihat prosedur ini tidak seperti yang pernah dia lihat terakhir kalinya. Big Mike khawatir Ethan tidak sadarkan diri setelah menerima suntikan.

__ADS_1


"Buat apa Tuan mempedulikan kondisi pasien? Bukannya Tuan di sini berniat menjualnya?" Perawat melihat Big Mike dengan kebingungan. Baru kali ini dia melihat sikap orang yang menjual orang lain masih peduli dengan kondisi orang yang dijual.


"Aku tidak peduli sama sekali padanya. Hanya saja dia adalah musuhku. Aku ingin dia merasakan penderitaan saat dioperasi." Big Mike menjawab agar tidak menimbulkan kecurigaan.


"Ini adalah prosedur keamanan yang baru dari kami karena pernah ada pasien yang tiba-tiba sadar saat menjalani operasi dan mengamuk. Dokter bedah kami tidak bersedia melakukan operasi jika pasien belum dibius." Perawat itu menjelaskan maksud dirinya membius pasien.


Big Mike diam saja mendengar penjelasan perawat dan membiarkan Ethan disuntik.Dia berfikir akan ikut masuk dan membawa paksa Ethan saat sudah berada di dalam.


Setelah hasil pemeriksaan awal Ethan dinyatakan lolos, tempat tidur Ethan didorong perawat untuk masuk ke dalam untuk menjalani operasi. Big Mike dan seorang anak buahnya yang tadi menjadi supir mengikuti dari belakang.


"Hei, aku belum menerima bayaran! Kenapa aku tidak boleh masuk? Aku akan membiarkan kalian membawa pasien jika aku sudah menerima uang." Big Mike berkata dengan nada tinggi. Kondisi ini sangat berbeda dengan apa yang telah dia rencanakan sebelumnya. Sangat berbahaya jika membiarkan Ethan masuk sendirian.


"Tuan, tempat kita ini sekarang telah banyak mengalami perubahan prosedur. Untuk saat ini Anda hanya menerima uang muka saja yang bisa anda ambil di ruang tunggu. Setelah proses operasi selesai, kita baru membayarkan pelunasan sesuai dengan organ yang kita ambil." Petugas ini tampak tenang menjelaskan pada Big Mike sembari mengunci pintu.

__ADS_1


"Aku bukan orang bodoh yang mudah ditipu. Aku sudah kemari beberapa kali. Kalian selalu memberi ku uang yang sama untuk per orang dan bukan untuk per organ. Kalau aku tidak melihatnya bagaimana aku bisa tahu organ apa saja yang kalian ambil." Big Mike berkata dengan nada marah. Dia tahu ini adalah saat yang berbahaya bagi Ethan jika dia tidak bersamanya.


"Kami akan menunjukkan foto dan video pada anda nanti di ruang tunggu setelah selesai operasi berikut dengan uang pelunasan. Tuan jangan khawatir karena pihak kami selalu membayar semua hak dari mitra bisnis kami." Petugas ini tampak sudah berpengalaman dalam menghadapi hal seperti ini. Dia dengan lugas mencoba menenangkan Big Mike.


Amarah Big Mike mengendur setelah tidak mendapatkan alasan lagi untuk dapat masuk bersama Ethan. Big Mike kemudian berjalan ke ruang tunggu bersama anak buahnya. Dia berbisik dengan nada serius saat berjalan beriringan, "Kabari teman-teman mu yang ada di luar untuk bersiap-siap menyerang sebentar lagi! Kita tidak dapat membiarkan teman kita sendirian dalam bahaya. Tunggu aba-abaku!"


Anak buah Big Mike mengangguk dan mengirim pesan lewat ponselnya pada teman-temannya yang ada di luar. Wajahnya yang semula terlihat santai kali ini menjadi tegang. Udara di ruang tunggu yang dilengkapi pendingin ruangan pun terasa panas.


Big Mike duduk di ruang tunggu tampak cemas dengan beberapa kali melihat ke jam tangannya bersama dengan anak buahnya. Big Mike siap untuk menyusup menyelamatkan Ethan namun dia ingat perintah Ethan bahwa apapun yang terjadi tunggu saja di luar dan jangan melakukan pergerakan tanpa perintah darinya. Big Mike memperhatikan camera pengawas dan petugas jaga siap untuk melakukan segala yang diperlukan untuk menjaga agar Ethan aman dalam perannya yang berbahaya ini. Semua bergantung pada keberanian dan ketepatan waktu mereka.


Sementara itu di dalam ruang operasi yang kotor dengan banyak noda darah kering di lantai,Ethan tidak berdaya. Seorang perawat laki-laki memakai pakaian operasi mengganti baju Ethan. Dia adalah seorang perawat palsu yang bekerja untuk mafia perdagangan organ tubuh, dan wajahnya selalu dipenuhi dengan senyum meremehkan korbannya. Begitu dia membuka baju Ethan dan melihat tubuh atletis Ethan, rasa iri memenuhi hatinya, dan dia merasa berhak untuk menghina sosok itu.


"Kurang ajar, lihat saja Kamu. Wajah ganteng, tubuh bugar. Apa yang membuat mu layak mendapatkan semua ini? Aku pantas mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Apa yang membuatnya istimewa? Aku juga akan mengambil matamu untuk diriku sendiri. Aku suka warna matamu, akan banyak wanita yang nanti menyukaiku. Aku sudah bosan memakai kacamata tebal."

__ADS_1


Perawat itu merasa bahwa hidupnya adalah ketidakadilan besar. Rasa iri yang mendalam terus memenuhi hatinya ketika dia membandingkan dirinya yang obesitas dengan bentuk tubuh yang sangat baik milik Ethan. Apalagi setelah melihat organ diantara paha Ethan dia merasa semakin benci pada Ethan.


Dengan pandangan mata yang penuh niat jahat, dia mengamati setiap detil tubuh Ethan. Dia mencoba meremehkan Ethan dengan berkata kasar, mengatakan bahwa tubuhnya akan menjadi cacat setelah operasi, sementara dia akan selalu tampak sempurna. Namun, dia tahu bahwa perkataannya tak lebih dari celaan yang mencerminakan ketidakberanian dan niat jahatnya.


__ADS_2