
Setelah mendapatkan informasi dari petugas forensik, Ethan segera meninggalkan TKP dan menuju pos jaga depan perusahaan tempat penjaga keamanan biasanya berada. Dia tahu bahwa penjaga keamanan yang berada di sana mungkin memiliki informasi yang penting tentang sepeda motor yang melintas di dekat perusahaan pagi itu. Penjaga keamanan bisa menjadi saksi kunci dalam penyelidikan ini.
Ethan tahu bahwa dalam kasus seperti ini, waktu sangat berharga, dan mereka harus segera mengumpulkan bukti yang cukup untuk membantu penyelidikan polisi. Ethan berpacu dengan waktu untuk dapat segera menemukan ginjal milik Jennifer sebelum terlanjur dijual.
Sesampainya di pos jaga depan, Ethan menemui penjaga keamanan yang sedang berjaga. Pria paruh baya itu tampak terkejut melihat Ethan kembali.
Ethan bertanya dengan ramah, "Pak, maaf mengganggu Anda lagi. Pagi tadi, apakah Anda melihat sepeda motor yang melintas di depan perusahaan? Mereka mungkin terlihat mencurigakan."
Penjaga keamanan itu berpikir sejenak sebelum menjawab, "Ya, saya ingat. Pagi tadi, ada sekitar lima sepeda motor besar, seperti Harley Davidson, yang melintas di sini. Mereka terlihat agak mencurigakan karena biasanya jalan ini jarang dilewati oleh geng motor. Mereka tampaknya memperlambat laju motornya saat melewati perusahaan."
Ethan mencatat informasi ini. "Terima kasih, Pak. Ini bisa menjadi petunjuk yang penting dalam penyelidikan. Apakah Anda ingat plat nomor kendaraan salah satu motor tersebut?"
Penjaga keamanan itu menggelengkan kepala. "Maaf, saya tidak ingat nomor sepeda motornya. Hanya saja dari ciri pakaian dan motor mereka mencirikan geng motor lokal yang bernama Vipers."
Ethan mengangguk mengerti. "Terimakasih, Pak. Informasi ini sudah sangat membantu. Jika Anda ingat sesuatu lagi, tolong beri tahu kami."
Setelah mendapatkan informasi dari penjaga keamanan, Ethan kembali ke ruang kerja Nona Amelia untuk berbagi temuan ini. Dia menjelaskan, "Saya telah berbicara dengan penjaga keamanan di pos jaga depan. Mereka melihat rombongan sepeda motor Harley Davidson melintas pagi tadi. Mereka gerombolan dari geng motor Vipers. Ini bisa menjadi petunjuk yang penting dalam penyelidikan."
__ADS_1
Nona Amelia mengangguk serius. "Harley Davidson? Itu tidak biasa di sini. Vipers adalah geng motor lokal daerah ini. Ini semakin terlihat seperti aksi yang terorganisir. Tapi setahuku mereka hanya melakukan kejahatan perdagangan narkoba dan aksi kekerasan. Kita harus segera memberikan informasi ini ke polisi."
Ethan setuju, "Jangan beritahu polisi terlebih dahulu! Aku harus menjalankan penyelidikan sendiri terlebih dahulu untuk mencari tahu lebih banyak tentang geng motor ini dan apa mungkin terlibat dalam penculikan Jennifer. Jennifer tidak menyebutkan tentang pengendara motor di saat kejadian."
Nona Amelia memberikan restu. "Lakukan apa yang diperlukan, Ethan. Tetapi kamu harus berhati-hati, Geng Vipers dikenal suka melakukan kekerasan. Mereka juga dikenal suka membawa senjata api."
Ethan meninggalkan kantor setelah mendiskusikan dengan Nona Amelia. Malamnya, dia memutuskan untuk mencari informasi lebih lanjut tentang Geng Vipers. Berdasarkan informasi yang dia dapatkan, geng ini sering berkumpul di sebuah bar lokal. Geng Vipers dikenal memiliki banyak anggota yang merupakan veteran tentara, dan ini bisa menjadi kunci untuk menemukan petunjuk dalam penyelidikan ini.
Ethan tiba di bar yang menjadi tempat berkumpul para anggota Geng Vipers. Bar tersebut gelap, dengan musik rock yang keras memenuhi udara. Sejumlah orang berkumpul di meja-meja, banyak dari mereka memakai jaket kulit dan tato menghiasi lengan mereka. Seorang bartender tua sedang menuang minuman, dan di sebelahnya, seorang anggota geng motor yang kasar duduk di kursi tinggi. Beberapa anggota geng tampak asyik bermain billiard sambil minum bir.
Bartender itu melihat foto Jennifer sejenak. "Tidak, saya tidak pernah melihatnya di sini. Ada banyak orang yang datang dan pergi, jadi saya tidak tahu banyak tentang pengunjung kami. Simpan saja uangmu untuk naik taksi! Sebaiknya kamu segera habiskan minuman mu dan segera mencari di tempat lain!" Alis bartender itu mengerut sambil melihat orang-orang di sekelilingnya. Dia terlihat tidak ingin ikut campur dalam masalah yang berbahaya.
Saat bartender berbicara, Ethan memperhatikan bahwa anggota geng motor di sebelahnya mulai tertarik pada percakapan ini. Matanya beralih dari gelas minumannya ke foto Jennifer. Mereka tampak mulai curiga.
Ethan memutuskan untuk melanjutkan. "Saya telah mendengar banyak tentang Geng Vipers dan kegiatan-kegiatan yang Anda lakukan. Saya ingin menemukan seseorang yang mungkin terlibat dalam kasus serius. Jika Anda tahu sesuatu, itu bisa sangat membantu."
Anggota geng motor di sebelah bartender tiba-tiba berbicara dengan suara tajam, "Siapa Anda dan apa yang Anda cari? Apa Anda adalah polisi?"
__ADS_1
Ethan menjawab dengan tenang, "Saya bukan polisi dan identitas saya tidak penting, yang penting adalah bahwa kami mencari seseorang yang mungkin berada dalam bahaya besar. Ini adalah kasus serius, dan saya berharap Anda bisa memberikan bantuan."
Situasi menjadi tegang. Anggota geng motor itu mendekati Ethan, mencoba mengintimidasi. "Kami tidak suka campur tangan orang asing dalam urusan kami. Anda lebih baik pergi dari sini! Di sini, bahkan dengan polisi sekali pun kami tidak takut."
Namun, bartender, yang tampaknya lebih bijaksana, memutuskan untuk memberikan sedikit informasi. "Saya tidak tahu apa-apa tentang hal itu, tetapi jika Anda benar-benar ingin tahu, Anda mungkin ingin bicara dengan Big Mike. Dia adalah pimpinan di geng ini dan biasanya tahu banyak hal." Bartender itu menunjuk sosok orang tinggi besar yang sedang duduk dengan dua wanita di pojok bar.
Ethan memutuskan untuk mengikuti saran bartender dan menghampiri Big Mike, pemimpin Geng Vipers. Dia melangkah dengan hati-hati ke arah orang yang ditunjuk bartender, seorang pria besar dengan tato dan janggut yang lebat. Big Mike dikelilingi oleh dua wanita yang tampak tidak senang dengan kehadiran Ethan.
Saat Ethan mendekati Big Mike, atmosfer di bar semakin tegang. Big Mike menyadari bahwa ada seseorang yang ingin bicara dengannya dan menoleh ke arah Ethan. Dengan pandangan tajam, dia bertanya, "Siapa Kamu dan apa yang Kamu cari?"
Ethan menjawab dengan tenang, "Nama saya tidak penting. Saya mencari seseorang yang mungkin berada dalam bahaya besar. Ini adalah kasus serius, dan saya berharap Anda bisa memberikan bantuan."
Big Mike menggeram. "Kami tidak suka orang asing yang masuk ke wilayah kami dan mengganggu. Saya tidak peduli dengan masalah mu, jadi lebih baik Kamu pergi!"
Namun, sebelum Ethan bisa merespons lebih lanjut, salah satu anggota Geng Vipers yang duduk di meja lain tiba-tiba berseru, "Dia pasti seorang mata-mata polisi! Dia mencari masalah!"
Ketika pernyataan itu terlontar, atmosfer di bar menjadi semakin memanas. Para anggota geng motor mulai bergerak mendekati Ethan dengan ekspresi marah. Beberapa di antaranya berdiri di sekitar Big Mike, siap untuk bertindak.
__ADS_1