PERBURUAN MAFIA WEREWOLF

PERBURUAN MAFIA WEREWOLF
29. Ethan di Ruang Operasi


__ADS_3

"Sebentar lagi kamu akan menjadi sampah yang berjalan. Setelah selesai semuanya, aku juga tidak akan sudi menjahit luka bekas operasi mu. Aku akan membuat mu merasakan rasa sakit seumur hidup. Kamu akan menjadi cacat, sementara aku akan menjadi sempurna dengan mata baru ku."


Perawat itu merencanakan tindakan jahatnya dengan penuh kebencian, merasa bahwa dengan melukai Ethan, dia akan merasa lebih baik tentang dirinya sendiri. Suasana kengerian dan mencekam di ruang operasi semakin terasa karena ketidakadilan dan kebencian yang dipancarkannya.


Perawat itu menggambar goresan-goresan di perut dan lingkar mata Ethan dengan spidol khusus. Setelah itu menutupi Ethan dengan selimut dan hanya menyisakan tubuh Ethan yang telah dia garis-garis. Perawat terus saja bercakap sendiri dengan sinis membandingkan organ tubuhnya dengan Ethan, sementara Ethan tetap diam tidak bergerak. Perawat itu merencanakan tindakan jahatnya dengan penuh kebencian, merasa bahwa dengan melukai Ethan, dia akan merasa lebih baik tentang dirinya sendiri. Suasana kelam dan mencekam di ruang operasi semakin terasa karena ketidakadilan dan kebencian yang dipancarkannya.


Perawat jahat yang tadinya begitu percaya diri, saat mencoba memindahkan tangan Ethan untuk mengikatnya di pinggir tempat tidur, tiba-tiba merasakan tangan Ethan menjadi kaku dan sulit digerakkan. Tangan Ethan yang tadinya seperti lumpuh dan diam mulai terasa berat dan tiba-tiba seakan melakukan perlawanan. Sebuah kekuatan yang tiba-tiba muncul, merobohkan apa pun yang membuatnya terikat.


Mata perawat itu terbelalak dan terkejut saat dia melihat mata Ethan yang sudah terbuka. Mereka saling pandang dalam momen yang tegang, mata Ethan yang tajam bertemu dengan mata perawat yang kini penuh kepanikan


Perawat itu, yang sebelumnya merasa sangat kuat dan perkasa, sekarang merasa seperti mangsa yang tidak berdaya. Mereka terus saling pandang dalam momen yang mencekam, seakan-akan waktu telah membeku, dan ruang operasi yang gelap seolah-olah menyaksikan pertarungan batin yang tak terlihat. Perawat itu tahu dia dalam bahaya dan harus meminta pertolongan dari petugas keamanan.


Namun, akhirnya sebelum perawat itu berteriak meminta pertolongan, dengan kekuatan Ethan, perawat itu Ethan banting hingga jatuh tengkurap di atas tempat tidur. Ethan langsung memukul tengkuk perawat itu hingga tidak sadarkan diri di atas tempat tidur.


Ethan tersenyum penuh makna, memeriksa perawat itu dan memastikan dia dalam kondisi tak berdaya. Ethan kemudian menukar baju dengan baju perawat yang gemuk, dan sengaja mengganjal bajunya dengan kain untuk menyerupai tubuh perawat. Tidak lupa, dia menggambar coretan dan goresan di tubuh perawat dengan spidol, menyamakan garis-garis yang perawat tadi dibuat di tubuhnya.


Ethan juga merenggangkan sebagian kain untuk menyamarkan tubuhnya yang sebenarnya, menciptakan ilusi perubahan fisik. Dia melakukan semua ini dengan cepat dan cerdik, memberinya penampilan yang sama dengan perawat tadi.


Setelah semuanya selesai, Ethan mengikat perawat yang tak sadarkan diri di tempat tidur dengan tali kain. Dia menutupi kepala dengan penutup kepala dan menutupi wajah perawat dengan masker. Kemudian, Ethan menyelimuti perawat itu dan menyisakan tubuhnya telanjangnya yang sudah tergambar pola. Dengan senyum kecil, dia menutup mulutnya untuk menahan tawa yang hampir pecah karena keberhasilan transformasinya.

__ADS_1


Ethan, yang kini menyamar sebagai perawat gemuk dan jahat, mulai menyusuri lorong rumah sakit dengan berjalan dengan langkah yang pasti. Meskipun dia telah berhasil menaklukkan perawat yang jahat tadi, dia tidak boleh lengah. Setiap langkah yang diambilnya harus hati-hati, karena rumah sakit ini adalah tempat yang berbahaya yang merupakan sarang mafia.


Ethan mencari petunjuk di mana para mafia perdagangan organ ini mungkin menyimpan organ-organ korban mereka. Pikirannya tertuju pada ginjal Jennifer. Mungkin ada berkas medis, catatan, atau informasi lain yang dapat membantu dia menemukan organ yang dicuri dari teman sekantornya itu.


Ethan menyelinap ke ruang medis, di mana biasanya berkas medis dan informasi pasien tersimpan. Dia berjalan melewati pintu-pintu berlabel 'Private' dan berusaha menemukan tanda-tanda bahwa ginjal Jennifer mungkin ada di sana. Dia menatap berkas-berkas medis dengan harapan menemukan petunjuk.


Tiba-tiba, suara langkah kaki mendekati. Ada seseorang yang mendekat. Ethan harus bertindak cepat. Dengan tenang, dia mengambil satu berkas medis yang tampak mencurigakan dan menyelipkannya di bawah bajunya. Pintu ke ruang medis terbuka, dan seorang petugas medis keluar, melihat Ethan yang sedang bekerja.


Petugas medis itu memberi senyuman tipis. "Kamu ada di sini terlalu lama. Ada yang bisa aku bantu?"


Ethan yang sedang menyamar berkata dengan nada tegas dibalik masker, "Aku sedang mencari berkas medis dari ginjal pasien. Wanita yang tadi siang dibawa ke sini. Ada calon pembeli dan aku disuruh memeriksa apakah ginjal itu cocok."


Ethan mengikuti petugas medis ke dalam ruang yang sesuai. Dia berharap ada petunjuk dalam berkas medis itu yang akan membawanya ke lokasi penyimpanan organ-organ korban para mafia ini. Keberhasilan misinya bergantung pada informasi yang mungkin dia temukan dalam berkas itu.


Ethan mengikuti petugas medis ke dalam ruang berkas medis yang sesuai. Ruangan ini tampak sepi dan tertata rapi. Rak-rak berisi berkas medis dan catatan pasien tersusun dengan rapi, membentuk labirin informasi medis yang mengesankan. Tapi, ini juga menjadi saksi bisu dari aktivitas gelap yang terjadi di rumah sakit ini.


Petugas medis tersebut dengan sigap mencari berkas medis pasien yang dicari Ethan. Dia seolah tidak curiga pada 'rekan kerjanya' yang sedang menunggu dengan cemas. Pintu ruangan berkas medis ditutup, dan Ethan berharap dia akan menemukan petunjuk yang dia butuhkan.


Ethan mulai mengamati rak-rak berkas medis, mencari nama Jennifer atau informasi lain yang bisa membawanya pada jejak para penyelundup organ. Perasaan gelap yang menyelimuti ruangan ini membuatnya semakin yakin bahwa dia harus segera mengungkap kebenaran di balik perdagangan organ yang mengerikan ini.

__ADS_1


Sementara itu, petugas medis terus mencari dengan teliti, memeriksa setiap berkas medis yang bisa saja berisi informasi tentang Jennifer dan organ-organ yang mungkin sudah dicuri. Suasana di ruang berkas medis ini penuh ketegangan, dan setiap detik terasa berharga bagi Ethan dalam mencapai tujuannya.


Ketika Ethan mulai merasa cemas bahwa petugas medis bisa saja menaruh curiga padanya, dia menemukan sebuah berkas medis yang tampak mencurigakan. Berkas itu memiliki label "Daftar Pasien dan Pesanan Rahasia" yang sangat mencolok. Ada potongan-potongan informasi yang menarik dalam berkas ini.


Ethan dengan cermat membuka berkas itu dan mulai membaca berpura-pura memastikan bahwa itu berkas yang dia cari. Di dalamnya, ternyata berisi nama-nama samaran dari para pelanggan dan daftar jadwal operasi pasien. Pasien yang terdaftar ternyata adalah pasien rumah sakit jiwa rumah sakit tersebut. Di dalam hati Ethan menjadi sangat geram dengan perbuatan mafia ini. Tangan kiri Ethan dimasukkan ke dalam saku baju sambil menggenggam dengan erat untuk melampiaskan kekesalan.


Ethan dengan cepat mengingat informasi tersebut dan menyelinapkan berkas medis itu kembali ke tempat semula. Dia tidak ingin meninggalkan jejak yang mencurigakan. Setelah selesai, dia segera mengikuti petugas medis yang sedang mencari berkas Jennifer.


Petugas medis ini akhirnya menemukan berkas medis Jennifer. Dia memeriksanya sekilas dan memberikannya kepada Ethan. "Coba periksa ini, semoga sesuai dengan kebutuhan pembelinya. Semoga saja cocok."


"Terimakasih." Ethan menerima berkas itu dengan tangan kanan. Dia tahu sekarang dia memiliki petunjuk yang dia butuhkan. Ethan tidak mungkin menanyakan pada semua orang yang ada di rumah sakit tentang dimana letak ginjal milik Jennifer. Tidak ada yang boleh menyadari bahwa perawat gemuk ini adalah Ethan, seorang musuh bagi perdagangan organ ini.


Ethan mengangguk pada perawat itu untuk berpamitan untuk meneruskan pekerjaannya. Ethan membalikkan badan dan melangkah keluar ruangan.


"John, apa kamu baik-baik saja? Kenapa suara mu serak? Apa tangan kiri mu cidera? Coba aku periksa tangan mu!" Petugas medis itu menepuk pundak Ethan dari belakang. Dia merasa ada yang lain dari John, temannya yang lumayan akrab dengannya.


"Aku memakai produk masker yang berbeda jadi suara ku terdengar lain. Tangan kiri ku hanya kecapekan saja karena terlalu banyak aku pakai untuk bekerja." Ethan membalikkan badannya berharap tidak ketahuan.


Jantung Ethan berdebar-debar merasa musuhnya sudah mencurigai dirinya. Rencana mencari ginjal milik Jennifer akan gagal jika kedoknya terbongkar.

__ADS_1


__ADS_2