Peri ajaib

Peri ajaib
13 BAB 13 -ADA APA DENGAN MONA?-


__ADS_3

Qyo bergegas menemui mereka berdua yang berdiam diri dalam market. Setelah sampai disana,Qyo mencoba meraih tangan Mona. Mona tak bisa berbuat apa-apa,Jika joe,ia masih bisa menyegel sesuatu untuk keluar,jika mona,rasanya tidak bisa.


Berkali-kali Qyo mencoba meraih tangan mona,tapi tetap saja tidak bisa,batu-batu bara itu panas dan membuat atap daun mereka terbakar, Mona menangis terseduh-seduh,berharap ia bisa keluar dari market itu. Karena hamparan batu kecil,tangan Qyo terbakar sedikit. Joe yang sudah keluar dari market bergegas ke aula istana untuk berlindung,ia memikirkan dirinya sendiri tanpa 2 orang peri itu. Mona dan Qyo.


Hampir melangkah 1 kaki,joe terkena hamparan batu bara dan ambruk,semua warga kasian melihat joe yang sudah berpulang ke rahmatullah. Sedangkan di sisi Mona dan Qyo. masih tetap tak bisa dikendalikan. Mona terus berteriak memanggil Qyo yang tangannya sudah terbakar setengah. Mona kasian melihat tangan Qyo yang sudah terbakar itu. Dan ia mulai berjalan selangkah demi selangkah,walaupun kakinya sudah tak bisa di jalankan lagi karena hamparan itu. Ia tetap berusaha berdiri sendiri demi menolong temannya.

__ADS_1


Mona pun menggunakan sihirnya untuk menyembuhkan Qyo. Dan setelah Qyo sudah mulai membaik. Ia menatap mona,dan ia melihat ke kiri,ada batu besar menuju market. Dan ia menatap lagi ke Mona. Mona hanya tersenyum dan menangis terseduh-seduh. Ia tetap berusaha tersenyum walaupun sakit itu masuk ke pembulu darah.


Batu itu menghampar market kecil itu. Qyo menangis berteriak. Di detik-detik batu itu menghampiri market kecil itu, masih sempat saja mona mengatakan. "Terima kasih.. Qyo.." Sambil menangis. Qyo yang mengetahui itu respek meraih tangannya,tapi batu itu sudah menerjang market kecil itu duluan.


Qyo hanya menunjukkan wajah nya yang salah dan akan terus seperti itu sampai seseorang mau membunuhnya.

__ADS_1


Tak berapa lama,Qyo bangkit dan menuju aula istana. Ia luka-luka dan jalan pincang. Saat menuju selangkah,ia melihat mayat peri joe yang sudah terbaring terbakar. Ia makin menangis dan merasa bersalah,sudah kehilangan mona,kehilangan lagi joe. Ia menuju ratu yang sudah bengong melihat peristiwa itu persis di depan matanya. Ia pun pingsan.


Qyo tau itu dan tak peduli. Ia masuk keruang pengobatan dan mengobati luka tadi. wajahnya benar-benar merasa bersalah. Wajah kekecewaan dan hampa. Setelah beberapa saat,datanglah 1 peri yang umurnya sama dengan mona. Ia datang ke ruang pengobatan dan mengatakan. "Hey.. Kau.." Saat itu Qyo tak mau bicara dengan siapa pun dan langsung pergi. Peri wanita itu menjerit,"Namaku Opia!!" Keras-keras ia mengatakannya. Setelah itu berlalu,


Qyo melihat keluar. "Apakah aku harus bertemu 2 orang peri itu?" Tanyanya dengan nada main-main. Lalu ia tertawa. "Ahahaha,tentu saja" Ia benar-benar tak main-main dan mengambil batu ukuran tangannya tapi besar. Ia menaruh itu dikepalanya,dan ingin membuat kepalanya pecah. Ia ingin menyusul mona dan joe. Lalu setelah itu,dia berterima kasih pada dunia.

__ADS_1


__ADS_2