
Saat pulang dari pondok guru,mona langsung mengambil pedangnya untuk latihan,tapi saat ia mencari pedangnya,tak ditemukan.
"Eh?? Ma-mana pedangku?" Tanya mona
'Ahahahah!'' Suara tertawa memenuhi rumah kecil mona.
"Hei! Kalian siapa?! itu pedangku!!" Marah mona
"Eh.? Maaf kak peri mona.." Lembut peri kecil
"Kalian siapa?!" Tanya mona dengan tegas
"Kami dari dunia peri Yu-sami.. Dan kami kesini hanya untuk mencari tempat untuk bermain.. Karena ibu kami semua sibuk.. Tak ada waktu untuk bermain dengan kami.." Si kecil menjawab
__ADS_1
"Kota yu-sami?! Kalian seharusnya tak disini adik peri kecil.. kalian harus pergi sekarang.." Lembut mona
"Baik kakak! terima kasih karena sudah mau meminjamkan kami pedangmu yah! Dada kaka peri cantik!" Teriak si kecil.
"Da..~ [Anak itu dari kota Yu-sami kok bisa terbang nyampe sini? Jaraknya aja jauh banget ] kata mona batin.
Keesokan harinya,mona datang menemui pak guru untuk latihan agar punya bakat.
"Guru?? Kamu dimana?? Kok gaada??" Tanya mona. Saat itu guru tak menjawab apa pun,terasa sunyi..
"Guru! Kamu dimana??jangan bercanda deh! Aku mau punya bakat guru! Guru.." Sedih mona.
Mona langsung menjelajah rumah guru wu,hanya saja mona tak berani melihat lemari pribadi guru wu . Fapu mona sedang tak bercanda,ia memberanikan diri dan melihat isi lemari pribadi guru wu.
__ADS_1
Dan saat mona membuka lemari.. Guru wu berceceran darah dimana-mana,mona langsung terkejut "Hah?! Guru wu?!" Mona panik saat itu,tak tau harus berbuat apa untuk menyelamatkan guru wu. Dia pasrah dan menunggu peri pengobatan datang
ia benar-benar gelisah.. Jika tak ada guru wu,siapa yang akan membawa mona ke kota juj-sem?
Saat itu mona tak sengaja melihat kertas dituliskan hanya untuk mona.mona tak ragu-ragu saat itu,ia lanvsung membuka kertas tersebut dan isinya ternyata adalah..
'Mona,mungkin saat kamu melihat kertas ini,aku sudah tiada.. Kamu.. bisa mencari guru lain.. Kamu sudah hebat mona.. Aku bangga padamu,aku hanya ingin bilang bahwa aku sudah mendaftarkan mu di kota juj-sem,kamu bisa pergi sendiri.. dan menjalani hidupmu sendiri.. Jangan pernah menyerah mona.. Kamu adalah peri yang spesial bagi semua peri-peri lainnya.., -Guru wu'
Saat mona selesai membaca surat itu,ia pun menangis sangat kuat,tak tahan dengan kata-kata guru wu yang menyentuh hatinya.. Ia juga mengingat perkataan guru wu, jangan menyerah,ia langsung berani dan mengusap air matanya. Ia harus berjuang demi masa depan peri-peri lainnya.
Setiap hari.. Mona selalu belajar menggunakan pedang. Selalu menjenguk guru wu,tapi sekarang.. Guru wu sudah tiada.. Ia sendiri lagi,padahal ia memimpikan bahwa dia akan tumbuh besar dengan guru wu.
"Aku tak boleh menyerah!! Ingat kata guru wu!" Semangat mona.
__ADS_1
Mona selalu menggunakan pedangnya untuk apapun hal akan berbuat kebaikan untuk peri-peri lainnya. Tapi peri lainnya mengucilkan mona dan memanfaatkan mona demi kebaikan dirinya sendiri. sama sekali ia tak memikirkan perjuangan mona.
Mona berlatih,berlatih terus menerus,siang dan malam, bahkan pagi sampai esok. Ia tak akan pernah melupakan perjuangan seorang guru wu..