
Saat itu sudah malam,penjaga menutup gerbang kota Yu-sami. Saat malam itu aku berfikir,apa yang sedang dilakukan loya dan sang pelatih? Mereka adalah orang yang mona kenal,mungkin mereka membuat hal aneh yang membuat mona tak ingin mendekati mereka,tapi mereka juga orang baik,orang yang dekat dengan mona walaupun kadang-kadang membuat hati mona bercampur aduk.
"Hah.. Bagaimana kabar loya ya? Aku sudah beberapa hari disini.. Dan perkembanganku juga sudah meningkat pesat.. Tapi.. Kota no-amer adalah tempat asalku.. Dan aku juga dikirimkan ke kota juj-sem juga karena harus berani melawan masa depan nantinya.. Hah.." Keluh mona.
Malam itu mona tak bisa tidur karena asik memikirikan kota juj-sem dan kota no-amer,kota itulah kota yang pernah didatangi oleh mona,tapi rasanya.. Mona tak begitu familiar di daerah kota yu-sami. Rasanya berbeda.
__ADS_1
"Mona,mengapa kau tak tidur?" Tanya Qyo yang tiba-tiba datang ke rumah mona karena mendengar "Hah,hah" Nya mona terus."A-ahh! A-aku hanya.." Gagap mona,"Em.. Aku hanya.." Mona tak sedang ingin berbicara yang sedang ia pendam. "Ah.. Baiklah,tidurlah,ini juga sudah mau pagi,kalo kamu ga tidur kamu bisa sakit." jawan Qyo,"Ya Qyo,aku akan tidur.." Ujar mona.
Sebenarnya mona tak betah di kota Yu-sami,walaupun kota damai itu dipenuhi keceriaan dan kemakmuran,tapi mona merasa itu sangat berbeda. Kadang-kadang ia harus menerima omongan-omongan kasar juga dari kota Yu-sami,tapi Qyo,Qyo berbeda,ia sangat perhatian pada mona. Umurnya memang beda jauh dari mona,sekitar 3 tahun lebih dewasa dari mona.
Sudah banyak di kota-kota yang mona pernah tinggal,itu selalu mengejek kekuatan mona. Memang pedang itu sebenarnya punya kekuatan sihir juga. Tapi para-para peri ulama mengatakan kekuatan itu sangat berbahaya bagi siapa yang memakainya kecuali mona. Karena pedang itu milik mona. Dan.. Juga para peri ulama juga suka membicarakan karakteristik mona.
__ADS_1
Yang tentang fisiknya,pedangnya,kekuatannya. Semuanya. Itu membuat mona sedikit mulai tak nyaman. Mona sudah sabar sejauh ini. Tapi mereka tak menghargai perjuangan mona? Sungguh kejam. Mona sudah mengalami banyak hal,ibu mona saja tak suka melihat mona. Dan meninggalkan mona saat umur kecil.
"Hah.. Kapan aku bisa berkelana lagi? Jika keluar.. Pasti akan dibicarakan oleh peri-peri lainnya.. Sepertinya.. Aku memang peri aneh.." Kata mona pada dirinya,dia selalu insecure selama latihan. Yang terlalu sering adalah kekuatan dan pedangnya mona. Itu membuat mona hilang mental. Mentalnya campur aduk dan selalu membuat wajahnya pucat. Ia selalu insecure tentang dirinya. Dia kehilangan semangat berjuang di masa depan.
"A-aku.." Mona selalu ingin bicara,tapi mereka sudah melentas duluan." Oh ya mona,bagaimana kau menjelaskan pedangmu itu? Tak di prangko? Ahaha!" Kata ejekan peri lainnya.Sungguh,itu membuat mona kehilangan semangat belajar.
__ADS_1