Peri ajaib

Peri ajaib
14 BAB 14 -DUNIA KASAR-


__ADS_3

Tiba-tiba, batu itu dipecahkan oleh seorang peri wanita yang habis menangis. Ia memecahkan batu besar itu dengan kekuatannya sambil menangis mengenaskan. Qyo ternganga-nganga melihat peri wanita itu yang berusaha membuat Qyo tak menyerah untuk hidup. Qyo pun menangis sambil jatuh ke tanah,lutut-lutut nya di penuhi oleh tanah,ia kira tak akan ada yang peduli lagi padanya,tapi semua itu hanyalah imajinasi konyolnya. Tak ada yang tak peduli padanya. Bahkan sampai sekarang,ratu masih tetap mendukung Qyo walaupun rasa sakit kekecewaan ratu pada Qyo sampai ke ujung batas dunia.


Tak berapa lama,prajurit berteriak mengatakan "Ratu sudah sadar!! Ratu sudah sadar!!" Dengan keras para prajurit itu mengatakannya. Pada saat itu,peri wanita yang tadi tiba-tiba saja pingsan,tapi batu yang ia pecahkan sudah pecah menjadi seraya semut. Qyo tak punya pilihan selain melihat ratu yang ada di dalam istana,dan meninggalkan peri wanita itu.


2-3 langkah,Qyo berhenti. Ia mulai menghampiri peri wanita tadi dan menggendongnya membawanya ke aula istana. Dia tak tau harus mengikuti kata hatinya atau katanya sendiri. Dia terlanjur mendengarkan kata hatinya untuk menolong peri wanita tadi. Yang rupanya menjerit mengatakan nama nya terang-terangan kepada Qyo.

__ADS_1


"Eum.. O.. Pia?" Kata Qyo dengan suara gugup dan lembut.


Peri wanita itu tak menjawab apapun,Qyo baru sadar bahwa dia mirip sekali dengan mona,Bahkan sifat mereka sama. Terang-terangan. Dan rambut mereka sama-sama pendek. Qyo tang terus menatap opia lalu menangis. Ia teringat oleh temannya yang lembut itu. Mona.


Tak berapa lama,setelah mengobati opia,ia mengantuk dan tertidur. Dia tidur sambil menangis,sungguh malang,dalam mimpinya,ia bercanda tawa dengan mona. Ia baru sadar kesalahannya selama ini. Dialah yang mengabaikan mona duluan. Dialah yang membuat mona melampiaskan amarahnya ke joe,dialah yang telah membuat seorang peri wanita begitu tulus menjadi seekor peliharaan. Peliharaan liar.

__ADS_1


Bahkan setelah opia bangun,ia melihat Qyo yang tidur sambil menangis terseduh-seduh. Opia begitu kasian melihat peri laki-laki itu. Yang rambut putih dan orang yang dingin. Bahkan setelah itu,Opia membelai rambut peri jantan itu. Dia terlihat malang. Setelah insiden batu bara besar entah darimana asal kota yang melempar batu tersebut. Qyo bangun dan ia terbangun di pelukan opia.


Dia langsung bergegas mendorong opia,Setelah opia jatuh,ia baru sadar,di tengah-tengah dadanya,ada luka besar karena tadi dia terkena panahan. Ia langsung mengulurkan tangannya ke opia. "Hm?" Opia melihat ke atas. "Mana tanganmu?" Tanya Qyo.


Opia pun tersipu malu dan mengulurkan tangannya. Lalu mereka duduk di tempat tidur ruang pengobatan tersebut. "Kau okey?" Tanya Qyo lagi."E-ehm.. Aku.. Aku okey.." Opia gugup dalam menjawab. Qyo mulai kehilangan kekecewaan nya dan sedikit demi sedikit tertawa. "Ahahah" Tawanya.

__ADS_1


__ADS_2