
Esok paginya,mona bergegas ke lapangan duluan dibandingkan loya,dia tak mau membangunkan orang dan ingin mengurus diri sendiri.
"Pagi pak." Tak niat saat mona berbicara pada sang pelatih.
"Mana loya? Jangan bilang kamu gak bangunin dia" Kasar sang pelatih berbicara."Saya sudah membangunkannya kok,dia aja yang gak mau bangun" Sepele mona. "Anak ini!! memang ingin dipukul!" Keras sang pelatih
Pelatih pun ke kamar mona dan loya,pelatih membangunkan loya dengan cara mencabuknya. "AHH!" Kesakitan loya. Pak pelatih benar-benar marah dan mengira bahwa loya tak niat untuk belajar di kota juj-sem. "Kenapa kamu gak bangun dari tadi?!" Keras sang pelatih,"Saya tak dibangunkan oleh mona pak..." Sedih loya,"Aku membangunkanmu kok,kamu aja yang tuli sampe gak dengar aku panggil berkali-kali,ya aku tinggal lah,masa aku berlama-lama disini." Dingin mona. "Lihat?! Anak baru saja sudah mandiri,kamu?! Udah 5 bulan,masih aja malas!! Kalau begitu,gausah belajar di kota juj-sem! Pulang aja kerumah sana!" Keras sang pelatih.
__ADS_1
Ucapan pelatih membuat loya sakit hati juga cemburu dengan mona. Saat genting seperti itu,mona tersenyum.
Dalam batin loya "Mo.. Mona.." Loya merasa bahwa mona punya niat jahat padanya,tapi ia tak sadar,bahwa ia yang punya niat jahat pada mona.
Esoknya,loya dan mona bangun pagi-pagi tanpa bertele-tele. Mereka langsung kelapangan dan berlatih dengan sang guru. 2 minggu setelah itu,mona mulai bisa mencabuk orang yang mengganggu mona. 5 minggu setelah itu,mona mulai belajar menggunakan sihir,dan 3 minggu setelah belajar menggunakan sihir,ia berlatih memakai pedang.
"Aahhh!!" Takut peri lainnya." Ah! Maaf! Mungkin aku harus..." Hentakan loya itu dihentikan oleh pak guru. "Kalian boleh pergi." Sentak pak pelatih. "Terima kasih!" Kata peri-peri lainnya. "APA YANG KAMU LAKUKAN?! AKU SURUH KAMU GUNAKAN SIHIR UNTUK BEKERJA DENGAN BAIK,TAPI KAU MALAH MAKIN TAK BERGUNA?!" Keras sang pelatih. "Ma.. Maaf pak.." Takut loya. Saat itu,mona tak ingin menyelamatkan loya,ia hanya ingin berlatih dengan pedangnya saja saat itu.
__ADS_1
Esoknya,loya tak ada dikamar."Eh? Mana loya?" Tanya mona,Mona keluar dari kamar sedang menuju kelapangan,ia melihat bahwa loya bangun lebih pagi darinya."Mona,kenapa kamu telat?" Tanya sang guru,"Saya harus membereskan barang-barang saya dulu pak."Oh." Dingin pak pelatih.
Sejak hari itu,loya sering dipuji-puji pelatih karena perkembangannya mulai meningkat.dan mona sering dimarahi sejak mona mulai bingung karna peningkatan loya dan bingung karena ingin tahu rahasianya.
Malam itu,loya pergi keluar kamar,"Hm.. Sepertinya ada yang tak beres" Mona curiga dan mengikuti loya diam-diam,loya rupanya pergi ke kamar pak pelatih."Eh? Ngapain loya dateng selarut ini? Dia mau ngapain?" Tanya mona. Mona melihat dari jendela,ia kurang bisa melihat loya dan sang pelatih sedang apa didalam. Jadi dia menggunakan kacamata tembus pandang yang ia temukan dirumah guru wu. Saat mona melihat loya dan sang pelatih,ia shock berat,ia benar-benar tak menyangka bahwa sang pelatih dan loya sedang..
Σ( ° △ °|||) Bersambung...
__ADS_1