Peri ajaib

Peri ajaib
15 BAB 15 -HAMPIR TERBUNUH-


__ADS_3

"Mengapa kau tertawa ceria seperti itu?" Tanya opia dengan niat penasaran.


"Ahaha,gapapa,aku udah lama gak ketawa riang gini. Lagipun.. Selepas aku ikut misi beberapa tahun.. Dan baru pulang tahun ini.. Aku jadi lupa teman.. Dan meninggalkan mona.." Ujarnya.


Opia tak mendengarkan dan mengobati kepala Qyo yang sedikit berdarah. "Kau orang baik hati.. Sebenarnya kau suka dengan mona kan?" Katanya. Jantung Qyo langsung berdebar kencang sekali. "A ahah? Haha? Kamu becanda ga lucu sih,ahaha,asli" Ujar Qyo dengan tersenyum.


"Ahaha,gak perlu pendam-pendam,aku tau kok. Hihi" Jawab opia. Lalu mereka berdua tertawa bersama. Saat itu ratu mengetuk pintu ruang pengobatan. Tuk,tuk,


"Hm?" Mereka berdua langsung melihat ke arah pintu. "Ra-ratu?!" Qyo terkejut. Opia hanya bingung kenapa Qyo begitu terkejut melihat Ratu yang baru sadar. "Qyo.. Datanglah keruangan saya besok jam 12.00 tepat. Jangan terlambat sedetik pun. Kalau bisa,datanglah lebih cepat." Ujar ratu. Ratu pun meninggalkan mereka dari ruang pengobatan. Peri-pergi Kota Yu-sami bersorak riang, Menyambut kedatangan ratu yang baru sadar sepanjang hujan batu bara berlangsung.

__ADS_1


Esoknya..


"Hah.. Hah.. Ratu?" Tanya Qyo. "Kau lupa janji? Aku sudah bilang,Datang jam 12.00 atau datang lebih cepat! Lihat! Sudah jam berapa ini?! 12.34!!" Ratu marah besar.


"Ma-maaf ratu! Sebenarnya..


Beberapa menit yang lalu (11.45)


"Haish.. Bisa rusak ini.. Tapi.. Kenapa ada di tangan peri tadi?" Qyo tak sempat melihat wajah peri wanita itu. Yang pasti ia berambut pendek. "Hm.. Harus kuselidiki? Ok." Lalu Qyo pulang sebentar kerumah. Ia mengotak-ngatik pedang itu,mencari sidik jari dan mencarinya di kisi Kota Yu-sami. Sudah beberapa menit,ia lupa waktu,dan ia baru sadar,sekarang sudah jam 12.20. Qyo langsung panik dan bergegas ke istana ratu secepatnya.

__ADS_1


*****


"Gitu ratu.." Katanya dengan nada cukup gugup. "Hanya perkara pedang?! Hey" Ratu menjambak rambut Qyo. "Ah! Ahh! sa-sakit ratu!" Kerasnya. "Kamu mau melawan,hmm?" Kata ratu dengan nada angkuh. "Ra-ratu! Sangat sakit!", Ratu melihat ke salah-satu prajurit di sampingnya. Lalu mereka berbicara bahada isyarat. Prajurit itu mengerti dan sebelum ia pergi ia mengatakan. "Baik,ratu."


Selang beberapa menit,prajurit itu kembali,ia membawa sebuah gunting. Firasat Qyo benar-benar buruk,ia takut bahwa ratu akan membunuhnya dengan gunting itu. Saat itu,Ratu dan prajurit tadi bicara bahasa isyarat lagi. Lalu prajurit itu memberikan Ratu gunting tersebut. Ratu tersenyum jahat. "Tidurlah Qyo,selamat malam." Katanya.


Saat melihat wajah ratu,Qyo baru sadar,Mata ratu berbeda sekali. Mata ratu asli adalah biru. Dan yang ia lihat sekarang adalah merah? Ia benar-benar ketakutan dan menendang ratu sekuat tenaga.


"Akhh!?" Ratu jatuh kelantai. Prajurit pun membantu ratu berdiri,lalu Qyo kembali keruang pengobatan dan menarik tangan opia. "Eh? Qyo? Sudah seles--" Qyo tak basa-basi dan mereka berdua berlari ke arah pintu keluar. Lalu setelah mereka keluar,Qyo mengunci pintu istana dari luar.

__ADS_1


"Qyo! Qyo! Apa yang kau lakukan?! Qyo!!!"


__ADS_2