Peri ajaib

Peri ajaib
3 BAB 3 -KOTA JUJ-SEM-


__ADS_3

"Ugh.. Aku siap latihan hari ini!"Semangat mona


Jam 16.34


"Huh.. Penggal lagi! Penggal lagi!!" Mona terus menjerit untuk tak menyerah.. Dan saatnya tiba..


"Huh.. " Terkesan mona melihat kota juj-sem yang begitu indah,namun di dalamnya tak seperti yang dibayangkan.


"[Aku merasa aku tak pantas masuk kedunia pelatihan..]" Mona batin, Saat itu juga mona masuk,dan langsung mendapat kamar. Sang pelatih mona berkata.. "Mona,mulai hari ini,aku yang akan melatihmu. Jangan kecewakan aku." Sang pelatih begitu dingin terhadap mona,begitu juga dengan pelatih lain.

__ADS_1


"Ah.. Baik.." Mona merasa sangat lemah untuk belajar di kota juj-sem,ia masih mengingat kata-kata guru wu.


"Guru wu.. Andai saja kau menemaniku di kota juj-sem ini.. Pasti aku tak kesepian.." Keluh mona. " Hai!" Mona terkejut karena ada yang mengejutkannya dari belakang. "Kamu.. Siapa?" Tanya mona. "Aku loya! Teman sekamar dan sekelas! Kita sama pelatih!" Semangat loya.


"Ah.. Jadi begitu ya?[Guru mana bisa dibagi 2?!] Kamu.. Udah lama di kota juj-sem?" Tanya mona. "Belum,baru 5 bulan kemarin.." Jawab loya." Ya itu uda lama lah namanya,udah 5 bulan,cepet nya itu. Aku cuma pemula.." Kata mona.


Besoknya.. Mona dan loya berjalan menuju lapangan yang dituju oleh pelatih kemarin.


"Kamu sudah siap? Mana loya?" Tanya sang pelatih. Mona menggeleng dan berkata loya membeli cemilan. Saat itu,guru merasa marah dan memukul mona tanpa alasan.

__ADS_1


"MENGAPA KAMU TAK MENGHENTIKANNYA?! KITA MAU BERLATIH! BUKAN MAU MAKAN! KAMU PAHAM TIDAK?!" Keras sang pelatih memarahi mona. Mona hanya diam dan pura-pura mendengar ocehan sang pelatih. Saat itu loya melihat dari sudut,dan tak ingin menyelamatkan mona demi keselamatan sendiri.


Mona melihat kebelakang dan melihat bahwa loya bersembunyi dari guru,mona merasa loya memanfaatkan mona demi kepentingan sendiri.


"Loya.." Sedih mona sambil meneteskan air mata. Saat itu pelatih langsung sadar,ia juga melihat ke tuju mata mona. Dan melihat loya membawa cemilan.


"LOYA! KEMARI KAMU!" Keras sang pelatih,Loya menggelengkan kepala,ia memberi kode pada mona agar loya tak dimarahi sang pelatih. Akhirnya.. Mona juga yang mewakili kesalahan loya.


"Saya yang bersalah pak.. Saya yang menyuruh loya pergi membeli cemilan.." lembut mona. "KAMU?! TERNYATA KAMU?!" Marah pak pelatih. Mona dicabuk 5x lipat daripada sewajarnya. Mona hanya menahan rasa sakit dari cabukan itu, dia berusaha menahan rasa sakit dari cabukan 5x lipat itu.

__ADS_1


Pulangnya.. sayap mona dipenuhi dengan darah,sedangkan loya hanya bercanda/Berbincang dengan teman peri kamar sebelah. Mona merasa menyesal karena membantu pengkhianat seperti loya, dia merasa sedang dimanfaatkan oleh loya. Ia terluka parah,tapi loya malah asik berbincang dengan peri lain.


"Loya.. Kau... benar-benar pengkhianat.. Aku terluka disini.. Dan kau asik tertawa dengan peri lainnya." Kata mona dengan kesal. Mona langsung ingin tidur dan menutupi dirinya dengan selimut. Ia tak mau berbicara dengan siapa pun lagi. Dia hanya ingin dirinya sendiri..


__ADS_2