
Keesokan harinya,adalah hari perjamuan di istana Atholia.sebagai penyambutan bahwa Peri Matahari Rhia telah naik takhta dan memegang kekuasaan,Lhea semakin bersemangat membuatnya menerima "hadiah besar" darinya.
Lhea sedang berada di luar istana Atholia dan masuk dengan melangkah kaki kirinya secara berlahan.
Perasaan girang mulai mendatangkan kabar baik untuk Lhea.di balik pintu istana,Lhea mengintip suasana secara diam diam tanpa ketahuan para Pengawalnya.
Saat Lhea sedang mengintip,yang ia lihat hanyalah senyuman palsu milik Rhia yang melambaikan tangan kanannya sebagai tanda kehormatan.
Lhea sangatlah jijik melihat senyuman Rhia yang terlihat palsu itu sambil mengerutkan alisnya.
"Senyuman apa ini?!memang Sang Peri Matahari yang sangat suka berpura pura!lihat saja nanti,suatu saat akan kubongkar kedok aslimu!", gumam Lhea marah marah tidak jelas pada Rhia.
Tak lama kemudian,waktu perjamuan telah tiba,lonceng perjamuan pun berbunyi kencang karena angin bertiup.
Dengan berlahan,Lhea melangkah masuk ke dalam istana dengan wajah senyum elegan yang memancarkan aura terang Sang Peri Bulan.
__ADS_1
Melihat senyuman yang Lhea pancarkan membuat Rhia merasa sangat iri karena senyuman indah milik Lhea.
"Kenapa sih senyumannya lebih indah daripada aku?!kau mengganggu pemandangan hidupku!", gumam Rhia iri melihat Lhea.
Tidak peduli apa yang Rhia katakan tentang dirinya(meskipun dari dalam hati),Lhea tetap saja tersenyum dengan elegan di depan Rhia sehingga Rhia semakin bertambah iri padanya.
Rhia sudah tidak tahan lagi dengan pesona Lhea yang sangat bersinar itu dan akhirnya mempersilahkannya untuk berkumpul bersama di ruang makan.
Tapi,Lhea meminta waktu dengan Rhia sebentar untuk memberikan "hadiah" padanya.
Rhia hanya mengangguk dengan terpaksa dan mengikuti Lhea pergi ke belakang ruang penyambutan.
"Ada apa lagi memanggilku seperti itu?!kau ingin mencari masalah denganku?", kata Rhia bertanya kasar pada Lhea.
"Astaga,kok kasar sih sama Putri Yang Terhormat sepertiku?aku hanya ingin memberikanmu gaun indah ini dengan manik manik pelangi yang berkilau seperti bintang", jawab Lhea dengan senyum licik setengah girang.
__ADS_1
"Sebenarnya tadi aku tidak ingin memanggilmu dengan sebutan sampah itu!kalau bukan karena harga diriku,aku tidak akan memanggilmu seperti itu!tapi,tolong pakai "hadiah" yang aku berikan padamu ya", gumam Lhea dengan senyuman.
Rhia langsung menjadi senang setelah tahu Lhea memberikannya sebuah gaun indah dengan hiasan manik manik pelangi yang bersinar.
"Ternyata kau tahu diri juga ya,Lhea.aku akan menerima hadiahmu ini,tapi sebagai balasanku untukmu,kau harus tetap menghadiri pesta perjamuan ini", jawab Rhia dengan senang dan gembira.
Senyuman Lhea tiba tiba berubah menjadi senyuman licik seakan akan ia melihat pertunjukan yang sangat seru.
Rhia langsung pergi ke ruang ganti untuk mengganti gaunnya.sementara itu,Lhea menunggunya di ruang makan sambil duduk di kursi emas yang panas bagaikan Matahari.
"Kursi ini sangat panas ya!di istanaku yang dulu,ruang makan,ruang tamu,kamar,dan ruang lainnya itu sangatlah dingin!aku tidak suka tempat yang panas seperti ini!benar benar sangat panas!!!", keluh Lhea sambil berteriak di depan orang orang ramai.
Para Pelayan mulai risih dengan tingkah laku Lhea yang berteriak di depan para orang orang ramai.
BERSAMBUNG ….
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE,RATE 5 BINTANG,TIP/VOTE YA AGAR AUTHOR AKAN SEMANGAT BUAT CERITANYA✌