Peri Bulan Berelemen Es

Peri Bulan Berelemen Es
PBBE CH 13:Nyanyian Kecil Yang Merdu


__ADS_3

Kembali pada ceritanya ….


Tak lama setelah kejadian tadi,Rhia sudah sadar dengan kondisinya sendiri.tapi,kondisi kulit Rhia masih saja gatal gatal hingga memerah.


Rhia terus menggaruknya agar tidak merasa gatal.seluruh tamunya sudah pergi saat ia sedang berhalusinasi berat.


Hanya Lhea yang tersisa di dalam ruang makan.Lhea sedang duduk di kursi sambil menikmati Wine.


Rhia menjadi marah karena tidak setuju dengan kehadiran Lhea lagi dan mengusirnya pergi dari istana.


"Lhea!kenapa kau masih berada di sini?!pesta sudah berakhir,sebaiknya kau pergi saja dari istana ini!", kata Rhia marah pada Lhea.


"Sudah berakhir katamu?astaga,jangan jangan kau ingin mengusirku ya?", jawab Lhea dengan pertanyaan yang agak mengancam.


"Mengusirmu?!kau adalah sumber masalah di sini!sebaiknya cepat angkat kaki dari sini!wajahmu itu terlihat memuakkan!!", kata Rhia tetap mengusir Lhea.


"Rhia,kau tidak bisa mengusirku begitu saja seperti ini.ingat,aku masih punya urusan denganmu,ini berkaitan dengan Peri Bulan Lhea", jawab Lhea dengan terus menatap Rhia.


Karena ucapan yang di katakan oleh Lhea tadi membuat Rhia sempat mengeluarkan keringat dingin dengan wajahnya yang masih membiru di sertai bintik merah.

__ADS_1


Lhea hanya biasa saja dengan ekspresi Rhia dan pergi dari istana sambil menabrak Rhia dari samping dengan sengaja.


"Ingat kata kataku tadi,urusan kita belum selesai!", bisik Lhea dengan nada suara yang mengancam.


Kemudian,Lhea menghilang dari hadapan Rhia dengan cepat.Rhia terus menggaruk tubuhnya dengan secepat kilat karena sudah terlalu gatal bercampur sakit.


"Awas saja kau,Lhea!aku akan memikirkan cara untuk membuatmu menderita seperti aku membakarmu waktu itu!", gumam Rhia yang sudah emosi besar pada Lhea.


Di sisi lain,Lhea berjalan pergi menemui Khrishy,Singa Albino peliharaannya yang berada di hutan salju.


Sesampainya di hutan salju,Lhea mencari Khrishy dengan terus memanggilnya.


Tidak ada suara auman yang menjawabnya dengan jelas.yang terdengar hanyalah gema suara teriakan Lhea.


Tapi,Lhea tidak menyerah begitu saja.ia mencoba memanggilnya menggunakan sebuah nyanyian merdu bagaikan suara laut pada malam hari.


"Sepertinya hanya dengan cara ini yang tersisa …. ", lirih Lhea dengan pelan.


'Haa~' terdengarlah suara nyanyian kecil dari Lhea yang bernyanyi menggunakan nada.

__ADS_1


Mendengar suara nyanyiannya yang begitu indah,para hewan di hutan sangat menikmatinya.


Lhea terus bernyanyi kecil dengan nada yang sangat merdu.Khrishy yang berada di gua Es pun mendengarnya dan mencoba menebak suaranya.


"Nada yang sangat indah …. ,tidak salah lagi kalau ini adalah suara dari Lhea.aku akan pergi mengikuti arah suara itu", kata Khrishy yang menebaknya dengan benar.


Suara nyanyian itu terus terdengar dari jauh dan dapat di dengar oleh Khrishy yang sedang mengejar suaranya.


Di sisi lain,Lhea berhenti sebentar saat bernyanyi dan ia membuat sebuah seruling dari sihir Es nya.


Setelah seruling itu telah di buat,Lhea memainkannya dengan merdu bagaikan angin bertiup di tepi laut.


*Seruling berbunyi*


Para hewan hewan buas semakin menyukai lagunya dan pergi untuk mendekati Lhea.


Khrishy yang ingin mengejar suara itu akhirnya menemukan Lhea dari luar hutan salju.


BERSAMBUNG ….

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,RATE 5 BINTANG,TIP/VOTE YA AGAR AUTHOR AKAN SEMANGAT BUAT CERITANYA✌


__ADS_2