Peri Bulan Berelemen Es

Peri Bulan Berelemen Es
PBBE CH 9:Apa Artinya Kesedihan?


__ADS_3

Hari sudah semakin gelap.Lhea dan teman temannya sudah selesai membuat gaunnya,sudah saatnya Lhea pulang ke istana untuk menantikan kejutan besok.


"Sudah mulai malam ya …. kalau begitu,aku pulang ke istana dulu ya,teman teman.besok,hari yang kita tunggu akan datang", kata Lhea sambil melambaikan tangan kanannya.


"Sampai jumpa,Lhea …. kami harap besok kita akan berhasil membuatnya keracunan", jawab Wendy sambil melambaikan tangannya juga.


Lhea tersenyum setelah melihat mereka semua ikut senang dengan rencananya.Lhea pulang ke istana bersama Khrishy dengan langkah kaki yang cepat.


"Khris,ini bukanlah suatu hal buruk yang aku lihat dari sisi para Peri yang berhubungan denganku.mereka juga mengalami proses reinkarnasi sepertiku,tapi ….", kata Lhea dengan raut wajah yang begitu sedih.


"Semua makhluk yang berada di dunia ini bisa saja mati,tapi tidak dengan Peri …. umumnya,Peri bisa bereinkarnasi setelah mati dengan dendam yang besar", jawab Khrishy menjelaskannya pada Lhea sambil berlari.


"Pantas saja aku masih bisa bereinkarnasi kembali seperti ini …. semoga saja balas dendamnya dapat membuat pelajaran untuknya", kata Lhea dengan suara yang agak pelan.


Khrishy hanya mengangguk pelan pada Lhea sambil berlari menuju istana Forrencia.


Sesampainya di istana,Khrishy telah menghilang.Lhea masuk ke dalam istana menuju jendela kamarnya dengan cara memanjatnya.

__ADS_1


"Memangnya istana ini di buat oleh siapa hingga sulit sekali di panjat begini?!", keluh Lhea sambil memanjat dinding istananya.


Lhea telah sampai di kamarnya dan mengganti pakaiannya kembali menjadi gaun.


Lhea semakin khawatir dengan kondisi Ratu Aurora yang tadinya terkena penyakit Pembakar Hati.


"Kondisi Ratu sekarang bagaimana ya?aku harap dia baik baik saja …. ", kata Lhea merasa khawatir.


Lhea bangun dari kasurnya dan membuka pintu untuk pergi menjenguk Ratu.setelah membuka pintunya,Lhea berjalan dengan langkah pelan menuju kamar Ratu.


"Ibunda,apa kau sudah merasa baik sekarang?", lirih Lhea bertanya pada Ratu.


Ratu tidak menjawabnya karena belum sadar.melihat kondisi Ratu yang sakit ini membuat hati Lhea merasa tersayat seperti di tusuk pisau.


"Kenapa aku bisa merasa sakit setelah melihat keadaan seperti ini …. ?apakah ini adalah tanda kalau aku telah menempati tubuh manusia?", gumam Lhea seakan akan merasa sedih.


"Aku sudah merasa bersalah dengan perbuatanku sekarang …. inikah yang di sebut takdir?kumohon,kembalikan aku seperti dulu", lirih Lhea mulai mengeluarkan air matanya berlahan lahan.

__ADS_1


Seluruh air mata itu membasahi wajah Lhea dengan cepat karena kesedihan yang Lhea rasakan sangatkah mendalam.


Tak lama setelah itu,Lhea berhenti menangis.Lhea langsung pergi meninggalkan Ratu Aurora dengan raut wajah yang sedih dan pergi.


Lhea pergi kembali ke kamarnya dan menjatuhkan diri di kasur sambil memegang kepalanya menggunakan lengannya.


"Sebenarnya apa arti dari kesedihan …. ?selama ini aku tidak pernah merasa sedih sedikitpun saat aku menjadi Peri Bulan."


"Hatiku sangatlah dingin bagaikan Es yang menyelimuti tubuhku …. rasa kesedihan adalah hal yang belum pernah aku rasakan selama aku hidup …."


"Mungkin,suatu saat nanti,para rakyatku akan tahu apa yang artinya kesedihan …. ", kata Lhea dengan suara yang pelan.


Karena sudah terlalu banyak bicara,akhirnya Lhea menutup matanya berlahan dan tertidur seperti kucing.


BERSAMBUNG …


JANGAN LUPA LIKE,RATE 5 BINTANG,TIP/VOTE YA AGAR AUTHOR AKAN SEMANGAT BUAT CERITANYA✌

__ADS_1


__ADS_2