Peri Bulan Berelemen Es

Peri Bulan Berelemen Es
PBBE CH 2:Pertemuan Dengan Seorang Musuh


__ADS_3

"Ayahanda,Ibunda,kenapa kalian berdua begitu sedih?apakah semuanya karena aku?", tanya Lhea pada Raja dan Ratu.


"Lhea,kami sangat terpukul atas kepergianmu tadi.tapi,takdir berkata lain,kau masih di beri kesempatan untuk hidup dan memimpin Negeri kita seperti dulu", jawab Ratu Aurora yang sangat senang dengan kehadiran Lhea.


"Ibunda,aku belum mati.ini hanyalah situasi yang tidak terduga.sebagai Putri Berelemen Es,aku tidak akan pergi meninggalkannya begitu saja!", jawab Lhea tersenyum pada Ratu.


"Mari mengucapkan salam pada Putri kita yang telah kembali!", seru Raja Johan dengan begitu semangat.


Semuanya pun berseru karena senang melihat Lhea kembali lagi ke Negeri Forrencia.


"Hidup Putri Lhea Forrencia!!"


"Ini adalah hari yang sangat indah ya.aku jadi senang bisa kembali lagi", kata Lhea sambil tersenyum.


"Sekarang,kembalilah ke kamar,Ibunda masih harus menyambut para tamu dari Negeri Atholia di sini", kata Ratu menyuruh Lhea ke kamar.


Mendengar yang di katakan oleh Ratu,Lhea menjadi terkejut karena merasa kalau Rhia akan datang.

__ADS_1


"Negeri Atholia?!jangan jangan,Rhia akan datang ke sini!", gumam Lhea terkejut dengan perkataan Ratu.


"Tidak,aku tidak akan masuk ke kamar dulu.aku ingin mencoba bertemu seorang Peri Matahari yang terhormat itu", kata Lhea tersenyum licik.


"Lhea,mengapa kau berbeda sekali?dulu,kau selalu menuruti apa yang Ibunda katakan padamu", jawab Ratu tidak tahu apa yang terjadi pada Lhea.


"Aku sudah berbeda dengan yang dulu,Bu.sekarang,diriku ini sudah harus bersikap terbuka sedikit dan tidak boleh menjadi polos terus", kata Lhea mengatakannya dengan penuh makna.


"Astaga,aku tidak menyangka kalau kau sudah dewasa ya.aku sangat bangga padamu,Lhea", jawab Ratu yang tersanjung pada Lhea.


Melihat hal itu,Lhea langsung merasa jijik dengannya karena melihat senyuman palsu milik Rhia.


"Huh!menjijikkan!aku sangat tidak suka dengan senyuman palsu yang pura pura polos itu!tolong,menjauhlah dariku,dasar Peri busuk yang tidak tahu malu!", gumam Lhea merasa tidak tahan dengan senyuman Rhia.


Rhia berbalik arah menatap Lhea dari jauh dan kaget setelah melihat Lhea yang masih hidup.


"Lh …. Lhea?!bukankah dia sudah aku bakar sampai mati?!bagaimana bisa dia hidup kembali?!", lirih Rhia kaget melihat keberadaan Lhea.

__ADS_1


Di sisi lain,Lhea hanya terus menatap Rhia dari jauh sambil mengomelinya dari dalam hati.


"Tidak!seorang Peri Bulan sepertiku ini tidak boleh diam saja!aku harus mencari cara untuk mempermalukannya di depan para Prajurit dan para Pelayan!", gumam Lhea dengan berwajah sinis.


Raja merasa sangat senang atas kehadirannya Rhia di istana Forrencia dan menyuruhnya untuk pergi ke ruang tamu.


"Yang Mulia Peri Matahari,silahkan pergi ke ruang tamu bersama kami,ada yang harus kami bicarakan denganmu", kata Raja mengulurkan tangannya dan mempersilahkan Rhia untuk ke ruang tamu.


"Ehm,baiklah,Yang Mulia Raja Johan,anda juga tidak perlu sungkan seperti itu padaku", jawab Rhia dengan senyum palsunya.


Semakin Lhea melihat senyumannya,Lhea semakin tidak tahan dengan senyum palsunya yang tampak polos itu.


"Cih!!aku sangat ingin membunuhnya!bisa bisanya dia mencari perhatian dengan Raja Johan!tenang,tenang…tunggu waktunya tiba pasti akan aku balas!", gumam Lhea dengan ekspresi yang sangat kesal.


BERSAMBUNG ….


JANGAN LUPA LIKE,RATE 5 BINTANG,TIP/VOTE YA AGAR AUTHOR AKAN SEMANGAT BUAT CERITANYA✌

__ADS_1


__ADS_2