Peri Bulan Berelemen Es

Peri Bulan Berelemen Es
PBBE CH 12:Hasil Yang Sangat Memuaskan


__ADS_3

Dengan senyuman yang penuh semangat,Lhea menerima obat itu sambil mengangguk pelan.


*Flashback off*


Lhea tersenyum licik dari jauh pandangan mata para tamu yang hanya menonton Rhia kesakitan.


Rhia semakin tidak tahan dengan rasa sakit yang luar biasa di tubuhnya dan ia hanya bisa berteriak di depan para tamunya.


"Aaaaaaaakkkkkkkhhhhhhhh!!!!!sakit sekali tubuhku ini!!!!!!!kepalaku …. kepalaku!!!!!!!!!!!!!!!", teriak Rhia kesakitan.


Para tamu hanya diam saja sambil melihat Rhia yang sedang kesakitan.Lhea menjadi semakin senang dengan pertunjukan yang ia lohat sekarang sambil minum Wine.


"Pertunjukan ini sangat bagus!aku sangat menikmatinya di depan mataku,teruskan saja,Rhia bodoh", lirih Lhea dengan senyuman liciknya yang mengarah ke arah Rhia.


Rhia yang sedang kesakitan itu mulai menyalahkan Lhea di depan umum sambil menunjuk ke arah Lhea.

__ADS_1


"Lhea …. ini semua pasti perbuatanmu!!kau memasukkan sesuatu di dalam Wine ku kan?!", teriak Rhia menyalahkan Lhea.


Mendengar apa yang di katakan Rhia membuat Lhea merasa marah dan menciptakan ekspresi yang tidak bersalah di depan umum.


"Yang Mulia menuduhku?ini adalah suatu hinaan bagiku.aku ini tidak tahu apa apa tentang semua itu …. jika Yang Mulia benar benar tidak suka padaku …. hiks …. maka aku akan pergi dari sini …. ", kata Lhea sambil menangis(pura pura saja).


Rhia langsung terdiam seketika sambil mengeluarkan keringat dingin.wajahnya membiru seolah olah seperti ia sedang di terror oleh hantu.


"L …. Lhea tidak melakukannya?kalau begitu,siapa?", gumam Rhia kebingungan seketika.


Di dalam lingkaran halusinasi,Rhia melihat sosok perempuan berambut hitam yang sengaja mendekatinya sambil tersenyum licik.


"Rhia,sudah lama kita tidak bertemu lagi setelah peperangan itu berakhir.tidakkah kau merasa bersalah setelah membunuhku?", kata sosok itu dengan suara yang sangat familiar di telinga Rhia.


Siapa lagi kalau bukan suara seorang Peri Bulan Lhea yang menghantuinya lewat lingkaran halusinasi.

__ADS_1


Setelah mendengar suara itu,Rhia menjadi ketakutan dan mencari cara untuk keluar dari lingkaran halusinasi.


"L …. Lhea?!bagaimana kau bisa berada di sini?!bukankah kau sudah mati di saat peperangan?!tidak,kau tidak boleh menjadi Peri seperti dulu lagi!kumohon pergi!", jawab Rhia sambil mengeluarkan keringat dingin dengan wajahnya yang membiru.


"Hmm?tidak boleh menjadi Peri?bukankah kau yang tidak bisa menjadi Peri di sini?ingatlah,kau yang telah merebut takhta dan kekuasaanku dengan tanganmu sendiri!", kata Lhea sambil mengangkat dagu Rhia dengan jari telunjuknya.


"Tidak!aku tidak merebutnya!kaulah yang salah dari awal karena posisimu lebih tinggi dariku!!", jawab Rhia yang tidak terima di kata katai oleh Lhea.


"Ckckck,kau salah menilaiku,Rhia.semua itu bukanlah salahku,melainkan itu salahmu sendiri!siapa suruh kau terlahir di dunia ini dengan sifat yang begitu iri hati."


"Bahkan alam semesta pun tidak mau menerimamu karena kau sangatlah mudah iri pada para Peri", kata Lhea dengan senyuman liciknya yang terus mengarah pada Rhia.


"Tolong jangan menakutiku seperti ini!aku sudah tidak kuat lagi!!Lhea,kau tetap akan kubuat menderita seperti Wendy,Samantha,Erviana,dan Ruby!!", teriak Rhia sambil mengeluarkan air mata yang banyak.


BERSAMBUNG ….

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,RATE 5 BINTANG,TIP/VOTE YA AGAR AUTHOR AKAN SEMANGAT BUAT CERITANYA✌


__ADS_2